Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bola GPS Jadi Teknologi Mitigasi Sumbatan Air Penyebab Banjir di Simpang Lima Semarang

Redaksi oleh Redaksi
13 Desember 2025
A A
Wali Kota Semarang uji coba teknologi bola GPS untuk mitigasi banjir Semarang MOJOK.CO

Wali Kota Semarang uji coba teknologi bola GPS untuk mitigasi banjir Semarang. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai ruang publik, jika Simpang Lima Semarang terendam banjir kala curah hujan tinggi, tentu akan sangat mengganggu kenyamanan. Maka, untuk mitigasi sebelum hujan ekstrem menerjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggunakan bantuan teknologi GPS Drifter atau bola pelacak ber-chip GPS.

Teknologi tersebut digunakan untuk melakukan penanganan sumbatan saluran di kawasan Simpang Lima. Selain itu juga berfungsi untuk memetakan titik sumbatan drainase yang selama ini sulit terdeteksi secara visual.

“Kami mitigasi lebih awal sebelum hujan ekstrem datang. Kalau Simpang Lima banjir, warga tidak bisa menikmati ruang publik dengan nyaman. Maka hari ini kami mencari tahu, apa penyebab banjir itu,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng usai meninjau langsung simulasi di titik eks Ace Hardware Simpang Lima pada Jumat (12/12/2025).

Wali Kota Semarang uji coba teknologi bola GPS untuk mitigasi banjir Semarang MOJOK.CO
Wali Kota Semarang uji coba teknologi bola GPS untuk mitigasi banjir Semarang. (Pemkot Semarang)

Cara kerja bola GPS untuk mitigasi banjir di Simpang Lima Semarang

Cara kerja teknologi drifter ini yakni dengan cara menghanyutkan bola GPS ke dalam saluran. Pergerakan bola akan dipantau melalui perangkat gawai petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Ketika bola tidak bergerak sesuai estimasi waktu, titik tersebut terbaca sebagai lokasi sumbatan.

“Kami menggunakan semacam bola mainan, dipasang chip GPS, dan dihubungkan ke teman-teman DPU. Dalam durasi setengah jam seharusnya bergerak, tetapi malah berhenti berarti ada kendala di titik itu,” jelas Agustina.

“Dari situ pasukan katak DPU turun untuk memastikan apa yang menyumbat. Bisa kasur, ban, sampah, atau gundukan sedimen,” sambungnya.

Agustina menegaskan, temuan sumbatan di lapangan tersebut langsung ditindaklanjuti saat itu juga. Selain sampah, tim juga menemukan kendala teknis berupa penyempitan “Saluran Gendong” yang tertutup cor beton tebal serta kurangnya jumlah saluran pembuangan menuju sungai.

“Saya sudah minta teman-teman DPU untuk membongkar cor yang menutup saluran dan sebelum 30 Desember, saya izinkan pembuatan saluran tambahan agar air dari hulu cepat mengalir ke sungai,” kata Agustina.

Perluas ke daerah lain selain Simpang Lima

Agustina berencana memperluas penggunaan metode deteksi ini ke titik-titik krusial lainnya. Termasuk area Pandanaran dan Ahmad Dahlan. Agustina juga memastikan terjadi konektivitas saluran dari hulu ke hilir.

Upaya ini, lanjut Agustina, dilakukan sekaligus untuk memperbarui peta drainase kota yang sejarah perencanaannya sempat terputus puluhan tahun.

“Penanganan banjir memang dilakukan berlapis. Ada tim-timnya sehingga ketika di Simpang Lima sudah teratasi, tetapi tetap banjir, kami akan tangani hulunya pula. Oleh karena itu ada tim yang menangani hilir, hulu, dan titik-titik lain agar aliran air terkendali,” ungkap Agustina.

Partisipasi masyarakat Semarang juga penting

Selain upaya teknis di atas, Agustina mengajak masyarakat Kota Semarang turut serta berpartisipasi dalam memitigasi potensi banjir.

Sebab, merujuk temuan hasil uji coba bola GPS, ternyata ditemukan penyalahgunaan fungsi sungai di bawah jembatan yang dijadikan tempat penumpukan barang bekas. Hal ini tentu berpotensi menghambat aliran air.

Oleh karena itu, Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama menjaga fungsi sungai.

Iklan

“Kita tidak bisa menghilangkan banjir sepenuhnya. Yang bisa adalah mengendalikan. Kalau dulu orang rindu, banjir ini biasanya sediluk (sebentar) langsung ilang (hilang), kok ini dadi suwi (lama)? Itu lah tantangan kita,” ucap Agustina.

Melalui integrasi teknologi, respons cepat di lapangan, dan partisipasi publik, Agustina optimis dapat meminimalisir dampak banjir di pusat kota dan mengembalikan kenyamanan bagi warga dan wisatawan di Simpang Lima Semarang.

“Mohon doa restunya mudah-mudahan beres sebab Simpang Lima adalah ikonnya Kota Semarang, dan kami berkomitmen mengembalikan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan di area ini,” pungkasnya.***(Adv)

BACA JUGA: Pelajaran Hidup dari Seorang Driver Ojol di Semarang yang Suka Yapping Tak Lupa Membantu Sesama di Tengah Tekanan Hidup atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2025 oleh

Tags: Semarangsimpang limasimpang lima semarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO
Kilas

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
OB dan satpam kantor, orang paling tulus untuk berbagi kerja ketimbang teman-teman di tempat kerja MOJOK.CO

OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua

21 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026

Video Terbaru

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.