Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Banyak Pegiat Hukum Sesalkan Penangkapan Aktivis Ravio Patra

Redaksi oleh Redaksi
24 April 2020
A A
Banyak Pegiat Hukum Sesalkan Penangkapan Aktivis Ravio Patra
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penangkapan terhadap aktivis Ravio Patra mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak. Polisi didesak memberikan keterangan sejelas-jelasnya terkait dengan penangkapan Ravio.

Dugaan banyak orang tentang keberadaan aktivis dan peneliti kebijakan publik Ravio Patra yang kemungkinan ditangkap oleh polisi ternyata benar belaka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam rilisnya pada Kamis, 23 April 2020, di Polda Metro Jaya membenarkan bahwa Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah menangkap Ravio Patra.

Iklan

“Saya membenarkan tadi malam dari Krimum Polda Metro Jaya mengamankan seserorang insial RPA,” terang Yusri.

Menurut pengakuan Yusri, penangkapan Ravio berdasarkan laporan dari seseorang yang mengaku mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor milik Ravio. Pesan tersebut berisi ajakan untuk berbuat onar dan rusuh.

“Yang bersangkutan memang diduga menyiarkan berita onar atau menghasut membuat kekerasan atau menyebar kebencian,” kata Yusri, “Masih dilakukan pendalaman pemeriksaan oleh Krimum Polda Metro Jaya, kita tunggu saja hasil pemeriksaanya.”

Berdasarkan update terbaru, per hari ini, 24 April 2020, Ravio sudah dikeluarkan dari Polda Metro Jaya dan saat ini sudah berada di bawah pendampingan LBH Pers. Hal tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh Ahmad Fathanah dari LBH Pers. Ravio saat ini berstatus sebagai saksi.

Kendati Ravio Patra sudah dikeluarkan, desakan kepada kepolisian untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya terkait dengan penangkapan aktivis yang rajin mengkritik pemerintah tersebut terus saja menggema.

Maklum saja, beberapa waktu sebelum ditangkap, Ravio, melalui akun sosial medianya sudah memberikan keterangan bahwa akun WhatsApp-nya dibobol dan ia sempat kehilangan kendali atasnya.

Pesan ajakan berbuat onar yang dikirimkan oleh nomor WhatsApp Ravio juga tampak betul bukan merupakan gaya tulisan Ravio. Salah satu yang paling mencolok adalah Ravio mampu membedakan penulisan ‘di’ yang dipisah dengan ‘di’ yang disambung. Sedangkan pesan berbuat onar yang muncul dari nomor WhatsApp Ravio penggunaan komponen ‘di’-nya salah kaprah.

Tindakan kepolisian yang “langsung” main tangkap tersebut juga mendapat sorotan dari banyak pegiat hukum.

Anggota tim advokasi Amnesty International Indonesia, Aldo Kaligis, misalnya, mengatakan bahwa penangkapan Ravio Patra merupakan preseden buruk dalam upaya penegakan hukum.

“Ini adalah preseden buruk penegakan hukum. Polisi seharusnya lebih jeli dalam melihat suatu kejadian dan dapat membedakan mana korban mana pelaku, serta tidak begitu saja melakukan penangkapan,” terang Aldo dalam keterangan tertulis. “Seharusnya polisi membongkar pelaku peretasan tersebut, bukan justru menangkap Ravio. Polisi harus terlebih dahulu menyelidiki perkara sebenarnya.”

Labih lanjut, Aldo juga meminta agar pihak Kepolisian segera melakukan pengusutan atas peretasan telepon Ravio secara efektif dan transparan.

Di sosial media, tagar #BebaskanRavio banyak digaungkan oleh netizen sebagai bagian dari dukungan terhadap Ravio Patra.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: ravio patrawhatsapp
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
social spy whatsapp mojok.co
Kilas

Hati-hati Social Spy WhatsApp, Aplikasi Penipuan Berkedok Sadap!

9 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong Royong ala Serigala Putih: Napas Kultural Uzbekistan di Pentas Piala Dunia.MOJOK.CO

Sepak Bola Gotong Royong Bernama Mahalla, Senjata Taktis Uzbekistan di Piala Dunia

17 Juni 2026
Wisata Plunyon Kalikuning Yogyakarta. MOJOK.CO

Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat

15 Juni 2026
Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.