Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

5 Fakta Soal Tragedi Itaewon, Salah Satunya Dipicu Pengguna Narkoba

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
30 Oktober 2022
A A
tragedi itaewon mojok.co

Ilustrasi mobil ambulans. (Camilo Jimenez/Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jumlah korban meninggal dalam tragedi berdarah pesta Halloween di Itaewon, Korea Selatan, terus bertambah. Otoritas setempat menyebut, per Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat, sudah ada 151 korban tewas.

Pihak berwenang juga masih melakukan investigasi terkait penyebab tragedi ini. Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Distrik Yongsan-gu, Choi Seong Bum, menyebutkan bahwa kemungkinan yang membuat banyaknya korban berjatuhan adalah akibat orang berdesak-desakan dan terinjak-injak.

Menurutnya, pada malam itu Itaewon dipadati para pengunjung yang ingin merayakan pesta Halloween. Pada pukul 22.30 malam waktu setempat, massa mulai membludak.

Bahkan, saat itu sejumlah orang yang berada di bagian atas jalan ternyata banyak yang terjatuh menimpa massa di bawahnya. Di tengah kepanikan, para pengunjung saling injak.

Karena kondisi makin tak terkendali, petugas sampai harus bersusah payah menarik beberapa orang keluar dari kerumunan. Salah seorang saksi mata juga menyebut, bahwa amat sulit untuk melewati gang sempit yang menanjak saat massa sudah membludak di Itaewon.

Lantas, fakta-fakta apa saja yang ada di balik salah satu tragedi paling berdarah di Korea Selatan ini? Berikut Mojok telah merangkumnya.

Dipicu oleh pengguna narkoba

Salah seorang saksi mata, Park Jung-hoon (21), mengatakan bahwa tragedi yang menewaskan 151 orang itu berawal dari pengguna narkoba yang berkelahi dengan beberapa orang. Terlebih, situasi ia lihat makin kacau dengan adanya insiden-insiden yang mengikutinya, seperti orang yang terinjak-injak, hingga sepatu hak tinggi yang tertancap di paha seseorang.

“Pertama-tama, ada orang yang menggunakan narkoba, dan mereka bentrok dengan orang lain yang menyebabkan cedera. Kemudian kantor polisi sangat ramai. Ada juga beberapa kecelakaan seperti sepatu hak tinggi tersangkut di paha seseorang,” kata Park Jung-hoon, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan, saat dirinya tiba di lokasi pada pukul 22.00 malam waktu setempat, di sana sudah tampak seperti adegan yang ada di film-film. “Kejadian itu seperti situasi perang,” ujarnya.

Serangan jantung jadi penyebab korban meninggal

Mengutip CNN, serangan jantung diduga menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan. Banyaknya pengunjung yang berdesak-desakan di jalanan Itaewon, menyebabkan mereka mengalami sesak napas hingga terinjak-injak.

Temuan ini ditegaskan oleh laporan otoritas setempat yang menyebut bahwa dari sekian banyak korban yang telah dan masih ditangani, mayoritas menderita serangan jantung dan kesulitan bernapas.

Atas temuan ini, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah meminta mereka yang terluka untuk segera dirawat dan juga mendesak para pejabat untuk meninjau kembali protokol keamanan untuk lokasi perayaan Halloween.

Ia juga memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk mengerahkan tim bantuan medis bencana, serta mengamankan tempat tidur di rumah sakit bagi mereka yang terluka.

Sebagian besar korban adalah remaja dan perempuan

Masih dilansir CNN, kebanyakan korban yang meninggal dalam tragedi ini dilaporkan masih berusia belia. Rata-rata mereka adalah remaja dan orang berusia 20 tahunan.

Iklan

Selain itu, Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Distrik Yongsan-gu, Choi Seong Bum, juga menyampaikan bahwa di antara korban meninggal dan luka-luka, mayoritas merupakan perempuan. Namun, ia masih belum melampirkan angka pastinya

Ada korban warga negara asing

Warga negara asing (WNA) dilaporkan turut menjadi korban dalam tragedi yang menewaskan 151 orang ini. Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan, Choi Seong-bum, mengonfirmasi bahwa ada dua WNA yang menjadi korban meninggal meski ia tidak menyebut negara asalnya. Sedangkan 15 lainnya luka-luka.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS, memastikan bahwa setidaknya satu orang yang terluka adalah warga negara mereka. Pihaknya mengaku masih terus memantau apakah ada kemungkinan korban bertambah.

“Kami mendesak warga AS di daerah yang terkena dampak yang aman untuk menghubungi orang yang mereka cintai secara langsung dan/atau memperbarui status mereka di media sosial. Jika Anda berada di daerah yang terkena dampak dan membutuhkan layanan darurat segera, silakan hubungi pihak berwenang setempat,” tulis Deplu AS.

Korsel umumkan hari berkabung nasional

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mendatangi lokasi tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul pada Minggu (30/10/2022) malam waktu setempat. Sebelumnya, ia juga telah mengumumkan berkabung nasional usai tragedi yang menewaskan ratusan orang ini.

“Tragedi yang seharusnya tidak boleh terjadi di tengah kota Seoul pada pesta Halloween tengah malam. Saya berdoa untuk para korban meninggal dalam kejadian yang amat tak terduga ini dan berharap bahwa yang luka-luka segera pulih,” tutur Yoon kepada kantor berita Yonhap.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Tragedi Perayaan Halloween di Itaewon, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2022 oleh

Tags: HalloweenItaewonkorea selatan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kerja sama Pemprov Jawa Tengah dan Korea Selatan di bidang pendidikan yakni beasiswa kuliah. MOJOK.CO
Kilas

Pemprov Jawa Tengah Bakal Kasih Beasiswa Kuliah ke Korea Selatan untuk 100 Siswa, Hasil Kerja Sama dengan Universitas Seowon

27 Agustus 2025
Tinggalkan Probolinggo untuk kerja di Korea Selatan demi bantu Ibu. Dapat cuan gede malah dituduh tetangga jual diri MOJOK.CO
Ragam

Nekat Kerja di Korea Selatan demi Bantu Ibu, Dapat Cuan Gede Malah Dituduh Tetangga Jual Diri hingga Tak Mau Pulang Lagi

17 Juni 2025
Kim Soo Hyun, Skandal Pedofil Menjadi Sisi Gelap Korea Selatan MOJOK.CO
Esai

Ketika Oppa Kesayanganmu Terseret Kasus Pedofil: yang Perlu Dipetik dari Skandal Kim Soo Hyun

13 Maret 2025
resesi seks mojok.co
Kesehatan

Mengenal Resesi Seks yang Melanda Korea Selatan

29 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.