• 309
    Shares

MOJOK.COJason Momoa yang pernah jadi Khal Drogo di Game of Thrones didapuk jadi Aquaman. Semula cuma bisa naik kuda, sekarang jadi bisa naik kuda laut.

Ibarat pemerintahan, Marvel Studios adalah petahana, sementara DC adalah oposisi. Ketenaran Avengers Infinity War sampai dikutip di pidato Presiden Jokowi membuktikan dominasi Marvel di semesta pahlawan super. Sebagai oposisi, DC sempat melakukan perlawanan dengan Wonder Woman yang banyak tuai pujian. Hm, Gal Gadot adalah kunci.

Lalu, ada film Justice League yang ternyata masih terlalu cepat satu dekade untuk mengimbangi Avengers. Kali ini DC kembali berontak dengan merilis film solo anggota Justice League, yaitu Aquaman.

Apa jadinya sutradara James Wan yang biasa menangani film horor kayak The Conjuring dan Insidious, menyelam ke dasar lautan untuk menyutradarai film superhero DC yang terkenal gelap? Di luar dugaan, film garapannya malah tidak gelap-gelap amat. Yang ada penonton malah seger-bener dikasih lihat pemandangan bagus tentang yang namanya laut seperti dalam lagu Jamrud.

Jason Momoa yang pernah jadi Khal Drogo sang pemimpin bangsa Dothraki di Game of Thrones, didapuk jadi Aquaman. Semula dia hanya bisa naik kuda, di film ini dia diupgrade: jadi bisa naik kuda laut.

Kisah Aquaman dibuka dengan penyelamatan seorang penjaga mercusuar yang menemukan Ratu Atlantis terdampar. Mungkin pembukaannya terkesan sama dengan cerita Putri Diana bertemu Steve Trevor di film Wonder Woman.

Namun, menurut saya, malah lebih mirip dongeng Disney berjudul The Little Mermaid dengan princess yang lebih agresif. Jika diberi sentuhan kearifan lokal, persis awal mula sinetron Putri Duyung yang dimainkan oleh Ayu Azhari dan Zainal Abidin Domba.

Kalau dibuat versi daring ala anak IT, ceritanya tentang sang webmaster Mercusuar.info yang mendapat email dari seseorang yang mengaku Ratu Atlantis. Sang Ratu minta tolong karena baru kabur dari kerajaannya di lautan dan tidak ada tempat tinggal di dunia permukaan.

Awalnya, sang webmaster curiga email tersebut sama dengan modus email penipuan “Pangeran Nigeria” yang ujung-ujungnya adalah membawa lari uang korban. Sebagai seseorang di balik web yang tugasnya memberikan petunjuk kepada warganet tersesat, akhirnya sang webmaster bersedia membantu. Ia kopdar dengan Ratu Atlantis di stand Chatime.

Baca juga:  Wonder Women, Anomali Film Superhero

Dari pertemuan itu mereka saling jatuh cinta dan tiga bulan kemudian ceweknya hamil. Sama seperti lagu Jamrud, si cowok mendapati ceweknya yang tampak jadi gendut sedang memilih susu di Apotek Pak Mahmud. Ketika ditanya kabar, ceweknya malah menangis sambil berbisik, “Aku telat 3 bulan.”

Dari perkawinan dua insan beda dunia itulah lahir Arthur Curry sang blasteran. Berasal dari rahim seorang penghuni lautan, memungkinkan Arthur punya kekuatan bisa bernafas dalam air seperti Deni Manusia Ikan. Selain itu, Arthur juga bisa berkomunikasi dengan para ikan. Sehingga sewaktu main di SeaWorld, dia bisa ngajak ikan-ikan di sana untuk selfie.

Beranjak balig dan berakal, Arthur menjadi sang penjaga lautan. Dia nolongin kapal-kapal yang tenggelam. Termasuk kapal selam yang kodratnya memang tenggelam, dia tolong juga… karena sedang dibajak oleh bajak laut. Arthur pun otomatis jadi Aquaman yang disayangi oleh masyarakat, wabil khusus Angkatan Laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa juga rekrut Aquaman sebagai pegawai outsourcing. Dengan kekuatannya, dia bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal asing ilegal yang curi ikan di perairan Indonesia.

Di media sosial, Aquaman bakalan jadi tambah kesohor. Setiap hari banyak notifikasi masuk dari para penggemar. Rata-rata penggemarnya bertanya tentang ikan.

“Aquaman, mohon izin mau bertanya. Apakah ikan tuna kalau tidak punya rumah lagi, namanya jadi ikan tunawisma? Terima kasih. Dari Margono, masih di samping galon Aqua.”

“Aquaman, apakah benar udang itu ikan yang namanya hanya terdiri dari dua huruf saja; ‘U’ dan ‘G’? Dari Grage Natalie, masih di Cirebon.”

Tapi ada juga yang salah mention.

“Aquaman, kapan mau ke rumah antar galon? Galon kosong udah saya taruh di depan rumah. Buruan seret dah.”

Sebentar, ini kenapa nasib Aquaman jadi mirip dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Twitter? Apakah jatah sang penjaga lautan juga termasuk menerima jokes receh tentang ikan-ikanan? Hadeh. Mana semangat jawab tebak-tebakan yang berhadiah sepeda dari Presiden.

Baca juga:  Ujian Politik Presiden Jokowi

Sesuai namanya, Aquaman merasa dirinya aman-aman aja. Selama dunianya aman, semua terkendali. Suatu hari, muncul seorang penghuni laut bernama Mera karena rambutnya merah. Mera memberi peringatan bahwa dunia sedang terancam bahaya dan butuh pertolongan Aquaman yang bisa menyatukan darat dan lautan.

Namun, Aquaman selow, sungguh selow, sangat selow, tetap selow, santai, santai.

Sikap Aquaman yang acuh tak acuh mewakili sifat manusia kebanyakan. Mentang-mentang diri sendiri baik-baik aja, lalu menganggap dunia aman sentosa tanpa ancaman apapun. Tak sadar jika di laut ikan-ikan sudah mulai terganggu dengan sampah plastik.

Sampai akhirnya, laut mengamuk dan menggulung mobil Arthur dan sang ayah dengan ombak. Sampah-sampah yang pernah dibuang manusia ke laut dikembalikan lagi ke permukaan. Dari situ Arthur baru sadar bahwa dunia laut juga mempengaruhi keamanan dunia permukaan, dunia yang ditempatinya.

Apa saja hal buruk yang dilakukan warga bumi terhadap laut bisa menyulut emosi penghuni lautan. Limbah plastik dan pengeboman ikan jadi isu utama bagi penghuni lautan untuk memulai perang dengan penghuni daratan yang sering lupa daratan.

Sedekah laut saja ternyata tidak cukup. Manusia juga mesti menjaga lingkungan. Agar alam tidak marah dengan manusia. Menjaga keseimbangan dunia pun termasuk sedekah kepada anak cucu kita nanti. Ini bukan hanya tugas Bu Susi atau Aquaman, ini tanggung jawab kita semua.

Apa yang lebih dari seorang raja? Pahlawan. Raja hanya membela bangsanya, sementara pahlawan membela semua manusia di seluruh dunia. Lalu, apa yang lebih dari seorang pahlawan? Pejuang yang membela hak-hak manusia yang bahkan belum lahir ke dunia.

Wew, sebuwah pesan amoral.

Kalau Aquaman main Instagram dan sering diceramahi oleh akun-akun dakwah yang sekadar mengingatkan, nanti bisa-bisa dia ikut hijrah. Dari Kerajaan Atlantis ke Masjid At-Taubah. Lha gimana, hijrah dari darat ke lautan aja bisa, apalagi cuma pindah dari kerajaan ke masjid. Lalu namanya berubah jadi Aquamanah. Superhero yang self-proclaimed bahwa dirinya jujur dan dapat dipercaya.

Kemudian dia pose pakai peci dan akhirnya…

…jadi caleg.