Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tujuh Kiat Menghadapi Dosen Penguji Skripsi Supaya Lancar Jaya

Puthut EA oleh Puthut EA
20 Januari 2015
A A
dosen penguji skripsi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menghadapi dosen penguji skripsi bagi banyak mahasiswa merupakan momen yang menakutkan. Tulisan ini ada sebagai solusi masalah tersebut.

Saya hampir drop out dari kampus gara-gara masa kuliah saya jauh melebihi jatah waktu standar. Beruntung saya akhirnya lulus, tentu dengan skripsi sekadarnya. Saya sering mendapati banyak mahasiswa yang bermasalah saat mengerjakan skripsi mereka. Terutama menimpa orang-orang yang kuliah lama. Berbekal pengalaman sendiri, saya membantu beberapa orang agar bisa lulus terutama dalam mengerjakan skripsi. Sukur banyak yang lulus.

Berikut saya bagi kiatnya untuk Anda. Semoga berguna.

1. Pahamilah bahwa dosen selalu punya keinginan untuk mencoret-coret naskah skripsi Anda.

Eksistensi dosen itu berdiri di atas dua hal: ketika di depan kelas memberi kuliah dan mencoret-coret makalah atau skripsi. Jadi, jangan tersinggung. Hadapi dengan sikap mental: begitulah yang namanya dosen.

2. Mendengar, mengangguk, tersenyum.

Jika Anda diceramahi soal kekeliruan naskah skripsi Anda, jangan sekali-kali membantah. Anda cukup pura-pura serius mendengarkan, pura-pura mengangguk seperti paham, dan tersenyumlah seakan Anda menerima masukan dengan cara positif. Segalak-galaknya dosen pembimbing skripsi jika Anda berperilaku seperti itu, maka ceramah dosen penguji tidak lama. Dosen juga manusia.

3. Berpakaian rapi dan wangi.

Anda boleh jarang mandi dan berpakaian berantakan. Tapi saat konsultasi skripsi, usahakan Anda mandi, memakai pakain yang rapi dan menyemprotkan minyak wangi. Penampilan Anda yang segar akan berpengaruh besar terhadap sikap dosen kepada Anda. Percayalah.

4. Bawakan buah-buahan dan kue atau buku.

Eits, ini bukan menyuap. Jelas bukan gratifikasi. Ini cara Anda menyatakan bahwa Anda peduli dan perhatian dengan sang dosen penguji. Pilih buah-buahan dan kue yang punya aroma segar dan menarik dilihat. Kalau dosen tersebut suka keris, misalnya, bawakan dia buku tentang keris. Hal itu akan membuat mood dosen Anda baik.

5. Jangan revisi semua yang dicoret.

Merevisi semua masukan dan coretan dosen penguji hanya akan menghabiskan waktu dan membuat Anda stres. Misalnya dicoret 50 poin, Anda cukup merevisi 10 saja. Lalu perlihatkan 5. Biasanya Sang Dosen akan memeriksa yang lain. Lalu tunjukkan yang 5 lagi. Selesai. Jarang ada dosen yang melihat semua hasil coretannya. Jangan lupa, dosen adalah profesi yang lumayan sibuk. Jangan-jangan sebetulnya dia juga lupa atas apa yang pernah dia coretkan ke skripsimu. Kalau kemudian dia sempat melihat ada poin yang belum kamu revisi, cukup minta maaf dan bilang bahwa poin itu terlewat. Kemudian berjanjilah melakukan revisi lagi. Padahal tentu saja tidak perlu Anda lakukan.

6. Anda harus yakin bahwa semua akan berlalu.

Iklan

Berapa lama sih konsultasi dan dikritik dosen pembimbing? Paling lama sejam. Berapa lama sih ujian skripsi dan dibantai dosen penguji? Paling lama 3 jam. Dan semua akan berlalu. Akan lewat menjadi masa lalu. Jadi tenang saja.

7. Tidak ada skripsi yang tidak ada catatan revisinya ketika ujian skripsi.

Sama seperti saat konsultasi. Revisi secukupnya saja. Kalau kemudian ketahuan tidak semua Anda revisi, sama seperti kiat terdahulu: bilang saja terlewat. Hal ini jarang terjadi karena dosen sudah sibuk dengan kegiatan-kegiatan lain, dan mindset dosen ketika seorang mahasiswa sudah melewatkan ujian skripsi sudah dianggap lulus walaupun ada yang harus direvisi.

Suatu saat, salah satu dosen penguji skripsi saya mendadak tidak bisa menghadiri ujian skripsi. Akhirnya saya menemui sendiri keesokan harinya di ruang sang dosen penguji. Dia mempersilakan duduk sambil bilang begini, “Saya tahu sejelek apapun skripsimu, pastilah kamu sudah berusaha. Saya yakin kemarin saat ujian skripsi, kamu sudah diberi masukan oleh dosen-dosen penguji yang lain. Kamu duduk santai saja di sini, 15 menit lagi saya nilai.”

Saya hanya bengong. Dia sibuk membaca buku, saya juga akhirnya pura-pura membaca skripsi saya. Benar, 15 menit kemudian, Sang Dosen yang bijak itu bertanya, “Kamu mau nilai berapa?”

“Ya kalau boleh minta A, Pak…”

Dia diam sejenak. Lalu sambil menorehkan nilai, dia bilang, “Supaya tidak terkesan aneh, saya kasih nilai A minus ya…”

Hati saya bersorak. Saya langsung mengucapkan terimakasih banyak. Sebelum saya pamitan, dia sempat bertanya, “Kamu tahu kenapa saya mempermudah urusanmu?”

Saya menggelengkan kepala.

“Karena kamu segera akan mengalami masa sulit yakni mencari pekerjaan. Tidak mudah mencari pekerjaan di zaman sekarang, apalagi kamu sarjana filsafat. Kalau kamu cari kerjaan saja susah, buat apa saya mempersulit skripsimu?”

Sungguh bijak benar Pak dosen penguji itu.

Nah, kiat dan pengalaman sudah saya bagi. Selamat menjalani…

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: DosenMahasiswaskripsi
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO
Esai

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO
Edumojok

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.