Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tuhan, Maafkan Kami yang Tidak Bisa Mencari Pekerjaan Halal 100%

Fransisca Agustin oleh Fransisca Agustin
15 Juni 2016
A A
diploma.MOJOK.CO

Ilustrasi - Ijazah diploma dianggap beda level dengan sarjana sehingga lulusannya banyak yang disepelekan dan menganggur. (gambar: Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun…

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini, hamba ingin memohon maaf. Sebetulnya sudah lama hamba menyimpan kegelisahan ini, tapi hari ini begitu tak tertahankan.

Tuhan… seumur hidupku aku selalu berusaha menjalankan perintahMu, termasuk dengan sangat hati-hati memilih pekerjaan yang jujur dan jauh dari mencelakakan orang lain, juga alam semesta. Aku memilih pekerjaan sebagai pemusik, pekerjaan yang dekat dengan doa dan meditasi. Harpa dan kecapi.

Dalam setiap dentingnya, aku mengingatMu. Dalam setiap nada, aku memanjatkan doa dan puji. Baik ketika aku memainkan lagu gereja, lagu kelenteng, maupun Asmaul Husna. Aku menemukan kedalaman emosi dan spiritual antar manusia, baik ketika aku memainkan musik klasik, pop, melayu, country, ballad, blues, jazz, etnik Indonesia dan dunia, bahkan rock dan dangdut. Bahagia tak terkira jika aku bisa membuat tim musik dan pendengar berbahagia.

Tapi aku baru sadar, pekerjaanku ternyata tidak sepolos, sebersih, dan se-inosen yang aku kira…

Beberapa kali aku mendapat job di acara Dinas Pendidikan, juga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Selesai main, aku diberi kertas absen yang aku harus tanda tangani. Aku terkejut sekali ketika aku harus mengisi tiga kolom akomodasi dan konsumsi untuk 3 hari, padahal aku hanya main satu kali. Lalu kuitansi yang aku tandatangani, juga kuitansi kosong! Tidak ada angka nominal di sana. Tapi aku diam saja karena honornya lumayan. Apakah itu berarti aku turut andil korupsi, ya Tuhan? Ah…

Itu baru satu contoh, Tuhan…

Bulan lalu, misalnya. Aku hanya diberitahu bahwa jobnya adalah acara gathering di BSD. Ternyata, gathering semen SCG! Tadinya aku berkilah, itu perusahaan Thailand. Paling tidak, tidak merusak alam di Indonesia. Alamak, beberapa minggu kemudian aku mendengar protes pabrik SCG di Sukabumi yang merusak karst Gunung Guha dan polusinya mengganggu warga serta membuat gagal panen – anak usaha perusahan SCG ternyata PT Semen Jawa! Berhari-hari aku menghibur diri, di websitenya mereka menyatakan pabrik mereka ramah lingkungan. Mungkin saja mereka benar, meskipun rakyat ngotot “SCG bohong Go Green”.

Ah, apakah tiap kali aku harus riset panjang dulu sebelum menerima job manggung? Apakah kami semua pekerja di acara gathering ini, ikut andil mendukung kerusakan lingkungan? Semua pemusiknya, kru sound sistemnya, kru dekorasinya, sampai para pelayan, satpam, petugas kebersihan dan supir bis carteran yang mengantar kami, ikut “tertular dosa SCG”? Celaka…

Lalu dua minggu lalu, aku main di acara pelantikan DPP Golkar Jabar di Sentul. Aku tahu, para politikus di Indonesia masih jauh dari bersih. Aku menelan kekesalan, duduk di panggung paling depan menghadap penonton, dan melihat orang-orang di jajaran paling depan.

Di sana kulihat, salah satunya ada Nurdin Halid, mantan Ketum PSSI yang pernah dipenjara karena kasus penyelundupan gula impor. Lalu ada Agung Laksono, yang merupakan pendukung program nuklir Iran dan salah satu pendiri Adam Air yang menewaskan seluruh 102 penumpang pesawat tahun 2007 lalu. Beliau juga komisaris utama perusahaan batubara di Bitung, sahabat Sinar Mas yang menjadi pembela ketika Singapura protes asap dari Sumatera dan Kalimantan, mantan Menpora dan mantan Menko Kesra.

Oh iya, ternyata beliau juga yang mendukung Ratu Atut dulu di kepengurusan Golkar. Berarti juga andil dalam kasus korupsi Ratu Atut yang membuat anak-anak sekolah Banten harus ke sekolah dengan jembatan-jembatan gantung rusak yang berbahaya. Haduh…

Yang paling menyayat hati adalah harus bertepuk tangan ketika Setya Novanto pidato. Sang ketua umum baru, yang terkait kasus penyelundupan beras dari Vietnam sebanyak 60.000 ton, kasus E-KTP senilai 300 miliar, kasus penyelundupan limbah beracun B-3 di Pulau Galang Batam, kasus korupsi PON Riau, serta kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Freeport.

Ya Tuhan, apakah kami semua, para pekerja pelantikan DPP Golkar Jabar, dari kru panggung dan cleaning service venue sampai supplier katering, PKL dan nasi padang untuk makanan kru, pembuat baliho dan kaos, juga pegawai hotel tempat pejabat menginap, dengan demikian juga ikut bertanggungjawab untuk semua kasus korupsi dan penderitaan rakyat itu? Apakah keluarga pekerja juga dihitung makan uang haram?

Iklan

Apakah lebih bersih job kawinan saja? Tapi bagaimana kalau keluarga pengantin adalah keluarga koruptor? Atau supplier bisnis koruptor, misalnya toko besi dan pekerja bangunan yang turut serta pembangunan sarana PON yang bermasalah (jangan lupa warung di sekitar proyek), atau sesederhana teller cabang pembatu dari bank yang memberikan pinjaman untuk industri yang merusak lingkungan, atau guru les privat anak koruptor, atau dokternya, atau petani dan peternak yang hasilnya dimakan keluarga koruptor?

Bagaimana mungkin kami harus memeriksa semua itu sebelum menerima job? Berapa banyak keluarga pengantin yang benar-benar rezekinya 100% bersih, tak terkait sedikitpun dari masalah negeri ini?

Belum lagi sebagai anggota BPJS, kami harus membuka rekening di BNI/BRI/MANDIRI agar bisa bayar iuran melalui ATM.

Lalu kami harus bagaimana??

Maafkan kami, ya Tuhan… Mohon ampunan dan petunjukMu…

Tertanda, hambaMu yang benar-benar bingung.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2018 oleh

Tags: Fatwa Haram BPJShalalpekerjaanTuhan
Fransisca Agustin

Fransisca Agustin

Artikel Terkait

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10
Video

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

3 April 2025
Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1
Video

Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1

13 Februari 2025
Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier.MOJOK.CO
Pendidikan

Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier

23 September 2024
Lulusan Ilmu Sejarah Berakhir Jadi Assistant Store Manager Uniqlo, Ingin Pekerjaan yang Linear dengan Jurusan tapi Realitas Tidak Seindah yang Dibayangkan
Liputan

Lulusan Sejarah Berakhir Jadi Assistant Store Manager Uniqlo, Ingin Pekerjaan yang Linear dengan Jurusan tapi Realitas Tidak Seindah yang Dibayangkan

8 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.