Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Suara Kader Muda NU untuk 100 Tahun NU yang Gini-gini Aja

Ngurusi administrasi anggota aja nggak sat-set wat-wet.

Geza Bayu Santoso oleh Geza Bayu Santoso
28 Januari 2023
A A
Suara Kader Muda NU untuk 100 Tahun NU / satu abad yang Gini-gini Aja MOJOK.CO

Ilustrasi Suara Kader Muda NU untuk 100 Tahun NU yang Gini-gini Aja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ngurus kartu anggota yang nggak sat-set

Mau sampai kapan jadi anggota NU tergantung pada perasaan masing-masing kader. Dengan jumlah kader yang jutaan, sistem keanggotaan terdaftar adalah tantangan administrasi internal NU yang paling berat. Pembaca yang mengaku NU, mayoritas pasti belum punya kartu tanda anggota. 

Ini tugas internal NU yang harusnya rampung dalam hitungan hari. Kemajuan teknologi yang serba sat-set wat-wet sepertinya tidak dimanfaatkan secara optimal. Kalau ngurusi administrasi anggota aja masih kaya gini, yakin siap mewujudkan perdamaian dunia?

Banyak pekerjaan internal NU yang harus diperbaiki. Bidang kesehatan, misalnya. Upaya pendirian rumah sakit memang sudah masif dilakukan, tapi perkembangannya masih tampak biasa-biasa saja. 

Bidang pendidikan, jumlah lembaga pendidikan perguruan tinggi NU bisa dibilang lumayan banyak di berbagai daerah, tapi, kualitasnya jelas jauh tertinggal dibanding saudara tua yang sudah world class university. 

Bidang ekonomi, tampaknya, gairah untuk menggagas kebangkitan ekonomi masih belum tampak lagi. Mau sampai kapan lelucon shohibul proposal dipertahankan?

Menjamiyyahkan Jemaah adalah slogan dimana komunitas akar rumput yang kuat eksistensinya ditransformasikan jadi sebuah organisasi yang solid. Digaungkan bertahun-tahun tapi hasilnya bikin nangis, ngga terwujud jadi kenyataan. 

Narasi yang berkembang pasti menyalahkan keterampilan administrasi yang buruk atau bahkan menjadikan budaya pesantren sebagai pelaku utama ketidakteraturan akar rumput. Ah, memang sulit, lha wong anggota saja tidak terdaftar secara baik.

Kader yang nggak tahu mau apa

AD/ART dan program hasil muktamar hanyalah rumusan dan barangkali abadi menjadi rumusan. Ibarat jadi anak Pramuka tapi tidak mengamalkan Dasa Dharma, wah ya malu sama pembina dan bribikan satu gudep bos. 

Memasuki 100 tahun NU, saya melihat dalam tubuh NU, belum muncul tindakan revolusioner yang mampu mengubah pandangan publik terhadap NU. Organisasi ini tampak dan hanya relevan sebagai “si paling toleran, si paling moderat, si paling pancasila.” Dampaknya, donatur memberi sumbangsih hanya karena satu visi.

Saya tergabung dengan beberapa banom NU. Materi yang saya terima dalam pelatihan kader sangatlah fundamental. Metode ajarnya sama persis dengan cara mendidik anak SD tentang arti lambang Pancasila. Saya dipaksa untuk paham apa itu Aswaja, wawasan kebangsaan, sejarah NU, kepemimpinan, dan lain-lain. 

Keluar dari ruang kelas, dada rasanya sesak penuh dengan ambisi dan wacana ideal tentang organisasi. Namun, tidak tahu apa yang harus dikerjakan, ndlogok tenan!

Titik ideal dalam organisasi memang mustahil untuk didapatkan, tapi akan selalu ada upaya untuk mencapainya. 

Selamat 100 tahun NU-ku, konsisten merawat jagad di usia satu abad untuk membangun peradaban ya. Muaach!

Penulis: Geza Bayu Santoso
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Dikira Bisa Ngusir Demit Hanya Gara-gara Dikenal sebagai Orang NU: Emang Kami Ormas Dukun? dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2023 oleh

Tags: 100 Tahun NuAswajakader muda NUMuktamar NUNahdlatul UlamaNahdliyyinpbnusatu abad NU
Geza Bayu Santoso

Geza Bayu Santoso

Pemuda males ibadah tapi percaya Tuhan.

Artikel Terkait

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO
Kabar

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.