Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Menelisik Lebih Tuntas Alasan 1.967 CPNS Mengundurkan Diri: Antara Harapan, Realita, dan Pilihan Hidup

Ofanto oleh Ofanto
30 April 2025
A A
Penyebab 1.976 CPNS Mengundurkan Diri setelah Lulus Seleksi MOJOK.CO

Ilustrasi Penyebab 1.976 CPNS Mengundurkan Diri setelah Lulus Seleksi. (Mojok.co/Ega Fanduri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seminggu yang lalu, 1.967 CPNS mengundurkan diri setelah lulus seleksi. Apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena ini?

Belum lama ini, bahkan belum ada 1 minggu, dunia kepegawaian Indonesia tersentak. Pasalnya, ada 1.967 Calon Pegawai Negeri Sipil mengundurkan diri. Mereka mundur setelah lulus seleksi nasional. Siapa yang tidak kaget melihat angka tersebut.

Jelas, 1.967 itu angka yang besar. Apalagi mengingat setiap tahunnya, ratusan ribu orang berlomba untuk mendapatkan kursi CPNS. Mereka bersaing dengan harapan mengamankan masa depan. Wajar, karena masih banyak orang yang yakin ini profesi yang stabil dan masih prestisius.

Pertanyaannya, mengapa begitu banyak CPNS memilih mundur sebelum sempat memulai tugas? Apa yang sesungguhnya terjadi?

Antara mimpi dan kenyataan

BKN RI, lewat kanal YouTube resmi mereka, sempat menyampaikan alasan 1.967 CPNS mengundurkan diri. Katanya, ketidaksesuaian ekspektasi dengan realita menjadi alasan utama.

Jadi, saat proses seleksi, banyak peserta yang terbuai oleh gambaran tentang “hidup mapan sebagai PNS”. Para pencari kerja ini belum atau tidak benar-benar memahami dinamika kerja yang akan mereka hadapi.

Saat akhirnya lolos dan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penempatan, sebagian besar dari mereka merasa “terkejut”. Mereka terkejut setelah melihat beban kerja yang tinggi, tuntutan administrasi, hingga penempatan di daerah terpencil yang jauh dari keluarga.

Ada yang ditempatkan di pelosok dengan akses terbatas dan jauh dari pusat kota. Kondisi ini membuat para CPNS ini sulit bertemu keluarga. Mereka juga harus menghadapi tantangan kehidupan baru yang sebelumnya tidak mereka perhitungkan. Setidaknya itu yang saya tahu.

Bayangan CPNS tentang beban kerja vs gaji awal

Tak hanya soal lokasi, gaji awal juga menjadi salah satu pertimbangan utama yang memicu pengunduran diri. Sebagai CPNS, mereka menerima gaji 80% dari gaji pokok PNS. 

Pembaca perlu mengetahui bahwa di beberapa daerah, angka gaji ini belum bisa mencukupi kebutuhan harian. Apalagi jika harus membiayai akomodasi tambahan karena lokasi kerja yang jauh dari tempat tinggal asal.

Realita ini menjadi tamparan keras. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah bekerja di sektor swasta dengan penghasilan lebih tinggi. Hal ini juga menyentak mereka yang memiliki alternatif karier lain yang lebih menjanjikan dari sisi finansial.

Baca halaman selanjutnya: Seribu lebih CPNS mengundurkan diri. Kenapa, ya?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 April 2025 oleh

Tags: 1.976 cpns mengundurkan diriCpnscpns mundurPNSsk penempatan
Ofanto

Ofanto

Pejuang SSS. Introvert Vibes.

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.