Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Orang Jogja Ternyata Lemah Sekali ketika Ketemu KA Babaranjang yang Memang Menyebalkan di Jalanan Bandar Lampung

Razi Andika oleh Razi Andika
11 April 2024
A A
Orang Jogja Lemah Mental di Depan KA Babaranjang Lampung MOJOK.CO

Ilustrasi Orang Jogja Lemah Mental di Depan KA Babaranjang Lampung. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Teman saya, Wawan, asli Jogja. Dia mengalami culture shock ketika berhadapan dengan KA Babaranjang di Bandar Lampung. Sabar ya, Wan!

Wahai warga Jogja, pernah nggak kalian menghitung waktu yang dihabiskan untuk menunggu kereta api melintas? Misalnya sebuah kereta api dengan 10 gerbong melintas. 

Lamanya kereta melintas sekitar 2 menit dan jika mempertimbangkan kemacetan, kita anggap 5 menit menunggu. Apa? Baru 5 menit saja sudah mengeluh? Lemah!

Makian “Lemah!” itu juga yang saya lemparkan ke teman saya, Wawan. Warga asli Jogja ini baru kali pertama menginjakkan kakinya di Sumatera. Dia rela naik bus selama 20 jam dengan membawa rasa penasaran akan keindahan pantai eksotis di Pesisir Barat. 

Dia juga memendam keinginan luhur untuk menikmati kopi asli Lampung di atas tanahnya secara langsung. Satu dari sedikit keseruan yang bisa saya tawarkan sebagai tuan rumah. Maklum, kali ini saya menyambut tamu dari kota istimewa. Meski nanti dia agak shock ketika berhadapan dengan KA Babaranjang.

Menguji iman Wawan di Lampung

Siang itu Wawan sampai di Bandar Lampung dan saya menjemputnya di terminal. Di perjalanan pulang menuju rumah saya, sebuah ide nakal tiba-tiba muncul di kepala. 

Tentu saja saya tidak berharap kami menyaksikan pembegalan atau tindak kriminal secara langsung seperti yang sering terjadi di Lampung. Namun, bagi orang luar, apalagi Jogja, kurang afdal rasanya kalau ke Lampung tapi tidak menemukan satu keanehan saja. Setelah beristirahat sejenak di rumah, saya langsung mengajak Wawan untuk melaksanakan agenda pertamanya, ngopi.

Untuk menuju tempat kami akan ngopi, saya sengaja memilih Jalan Urip Sumoharjo di Kecamatan Kedaton, Lampung. Ini adalah salah satu jalan yang amat sempit untuk menampung kesibukan warganya di jam-jam tertentu. 

Sudah begitu, jalur rel yang membentang ke arah stasiun Tanjung Karang, hingga ujung jalur kereta yang berada di stasiun Tarahan memotong jalan ini. Saya beruntung, sekitar pukul 9 malam, adalah waktunya, KA Babaranjang tampil dan bikin sebal orang Jogja.

Baca halaman selanjutnya: KA Babaranjang, kereta yang menjaga Pulau Jawa…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 April 2024 oleh

Tags: Bandar LampungJogjaKA BabaranjangKA Babaranjang LampungKopi Robusta LampungLampungPT KAIpulau jawaStasiun LempuyanganStasiun Tugu JogjaWay Halim Lampung
Razi Andika

Razi Andika

Sering masuk angin.

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.