Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Lupakan Susi Pudjiastuti atau Luhut, Inilah Kandidat Menteri KKP yang Layak Diperhitungkan Jokowi

Santoso M. oleh Santoso M.
30 November 2020
A A
Lupakan Susi Pudjiastuti, Inilah Kandidat Menteri Kelautan dan Perikanan yang Layak Diperhitungkan Jokowi Jabatan Luhut Panjaitan Nambah Lagi, Kali Ini Urus Kereta Cepat Jakarta-Bandung mojok.co

Lupakan Susi Pudjiastuti, Inilah Kandidat Menteri Kelautan dan Perikanan yang Layak Diperhitungkan Jokowi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bawa balik Susi Pudjiastuti untuk jadi Menteri KKP sepertinya mustahil, oleh sebab itu Jokowi perlu mencari nama-nama lain.

Usai Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka suap oleh KPK, Pak Jokowi segera bergerak cepat menunjuk the one and only Lord Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan ad interim. Sesudah ini, Pak Jokowi baru akan dipusingkan untuk segera memilih Menteri Kelautan dan Perikanan resmi.

Nah, mencari figur yang pas untuk menteri ini sebenarnya mudah saja buat beliau. Masalahnya, standar tinggi yang telah dibuat oleh Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, bikin memilih pengganti ini susah-susah gampang. Semua orang bakal membandingkan dengan Bu Susi.

Oke deh, bisa saja Pak Jokowi menarik kembali Susi Pudjiastuti untuk menduduki jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan lagi, toh pengangkatan menteri adalah hak preogratif presiden.

Masalahnya, memang Bu Susi masih bersedia? Atau kalaupun bersedia, bagaimana dengan Pak Luhut? Karena kita sama-sama tahu, Bu Susi ini termasuk menteri yang pernah berbeda pendapat soal kebijakan dengan Opung Luhut.

Maka dari itu, langkah terbaik Pak Jokowi adalah segera move on. Cari figur menteri yang baru.

Saya yakin, lebih mudah mencari orang yang bersedia menjadi pejabat apalagi setingkat menteri, daripada mencari pemain timnas sepakbola yang prestasinya gitu-gitu aja.

Dan jika Pak Jokowi masih bermimpi mewujudkan kejayaan maritim Indonesia, saya rasa beberapa figur di bawah ini bisa jadi pertimbangan blio untuk diangkat sebagai Menteri KKP yang baru.

Pak Rizieq Shihab

Sekalipun Pak Rizieq (kalau jadi kandidat menteri nyebutnya jadi “pak” dong, bukan “habib”) tidak pernah berurusan dengan kelautan dan kemaritiman, tetapi kemampuan blio menghimpun lautan manusia patut dipertimbangkan.

Ini adalah modal besar untuk merealisasikan program-program blio di kementerian. Ingat, Pak Rizieq adalah Imam Besar FPI, yang selalu menjadi ormas terdepan saat terjadi bencana sekaligus rajin melakukan sweeping bila terjadi kemungkaran.

Bukan tidak mungkin, jika Pak Rizieq menjadi Menteri KKP, FPI akan menjadi garda terdepan dalam melakukan sweeping di lautan. Penyelundupan, ilegal fishing, dan nelayan nakal bersiap-siap lah menghadapi gelombang revolusi akhlak kemaritiman.

Dengan militansi anggota FPI, tidak ada tempat bersembunyi lagi untuk pencuri-pencuri kekayaan laut yang nakal. Bahkan FPI bisa saja bekerja sama dengan Angkatan Laut dan instansi terkait lainnya.

FPI yang melakukan sweeping, aparat yang melakukan penangkapan. Kerja sama yang indah bukan? Bahkan bisa jadi kerja sama ini bakal mengakrabkan kembali hubungan antara FPI dengan TNI yang sempat retak belakangan kemarin.

Selain soal keamanan di bidang kelautan, program KKP di bidang peningkatan konsumsi ikan akan lebih mudah dilakukan.

Iklan

Bagaimana jika PA 212 yang selalu mendukung Pak Rizieq, didorong untuk sering-sering menyelenggarakan aksi di tanggal-tanggal cantik, dengan keharusan menyediakan konsumsi nasi bungkus dengan lauk ikan di dalamnya?

Ini akan meningkatkan angka konsumsi ikan di Indonesia yang masih rendah. Massa 7 juta orang memakan ikan, ini masih yang berkumpul di Jakarta saja lho, ya. Bagaimana jika reuni dilakukan di semua wilayah Indonesia? Revolusioner sekali bukan?

Oleh sebab itu, figur Pak Rizieq sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, adalah yang paling pas.

Tinggal bagaimana kelihaian Pak Jokowi melobi Pak Rizieq. Jika berhasil, ini akan menjadi rekonsiliasi paling fenomenal di abad ini. Lagian, jangan pernah ragukan kemampuan Pak Jokowi dalam melakukan negosiasi. Rival pilpres beliau saja, Pak Prabowo, bersedia jadi menteri di kabinetnya kok.

Nikita Mirzani

Nyai satu ini bisa jadi alternatif lain jika Pak Rizieq tidak bersedia menerima pinangan Pak Jokowi. Nikita Mirzani merupakan emak-emak pemberani yang bahkan melebihi keberanian Bu Risma atau Bu Tejo sekalipun.

Tanpa hujan, tanpa angin, Nikita sempat-sempatnya menyindir Habib Rizieq, yang berakibat ancaman pengepungan rumahnya beberapa laskar. Uniknya, Niki tidak gentar sedikit pun.

Konon selain pemberani dan penuh kontroversi, sebenarnya Nikita Mirzani adalah orang yang sangat dermawan. Salah satu aksi kedermawanannya adalah ikut menyumbang penanganan Covid-19 dengan nominal ratusan juta rupiah.

Dengan sikap kedermawan ini, sudah sepantasnya Pak Jokowi melirik figur Nikita Mirzani.

Dengan keberaniannya, diharapkan nelayan asing yang coba-coba mencuri ikan di lautan Indonesia akan berpikir seribu kali. Sebagai Menteri KKP, saya yakin Nikita akan rajin melakukan patroli di laut, dan sekaligus tak akan segan menantang duel nelayan-nelayan bandel itu. Satu lawan satu kalau perlu.

Memang urusan kementerian ini tidak sekadar menjaga laut dari ilegal fishing saja. Sosok Menteri KP selanjutnya harus memiliki visi dan misi untuk memakmurkan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan, perempuan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, dan pelestarian ekosistem pesisir.

Nah, dengan sifat kedermawanan Nikita Mirzani, kemakmuran nelayan sepertinya bukan sekadar impian.

Fadli Zon

Bro satu ini pernah melakukan kritik dan memuji Bu Susi sekaligus. Yah, boleh dibilang, Fadli Zon adalah orang yang cukup fair lah dalam memberikan penilaian kepada kinerja Ibu Susi Pudjiastuti.

“Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tulis Fadli Zon di akun Twitternya.

“Padahal, pada saat bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap.”

Kritik Fadli Zon ini, dilontarkan sekitar bulan Februari 2018, ketika Susi Pudjiastuti masih menjabat sebagai Menteri KKP dan rakyat masih sayang-sayangnya kepada Bu Susi.

Pada kesempatan lain, ketika Edhy Prabowo ditunjuk menjadi Menteri KKP menggantikan Ibu Susi, dan berencana membuka kran ekspor benih lobster yang sempat dilarang di era sebelumnya, tak segan Fadli Zon mengingatkan Edhy sekaligus memuji Ibu Susi.

“Saran saya pada Menteri Edhy Prabowo untuk mempertimbangkan masukan dan kritik soal benih lobster,” ujar Fadli Zon.

Nah, bukan tidak mungkin, dengan keahliannya memberikan kritik, bisa jadi beliau mempunyai program khusus di kementerian yang akan membawa era kejayaan bagi dunia kelautan Indonesia.

Apalagi blio adalah salah satu penerima Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi, yang sudah tidak perlu lagi kita perdebatkan jasa-jasanya bagi Gerindra negeri ini.

Selain itu, Fadli Zon adalah kolega satu partai dengan Edhy Prabowo yang sudah dicopot itu. Jadi visi misi Edhy Prabowo paling tidak sudah diketahui sama Fadli Zon. Ibarat cuma ganti sopir doang ini mah.

Nah, demi mempertahankan jatah kursi Menteri KKP untuk Gerindra, sudah selayaknya Bung Fadli ditunjuk menggantikan Edhy. Apa ya Pak Prabowo sendiri yang harus menjabat jadi Menteri KKP? Biar bisa dobel-dobel jabatan kayak Pak Luhut?

Kaesang Pangarep

Ibu Megawati pernah menyampaikan kritik kepada generasi milenial, tentang apa sumbangsih kaum milenial terhadap bangsa dan negara. Dan pada kesempatan itu juga, blio memberi saran ke Pak Jokowi untuk tidak memanjakan generasi satu ini.

Nah, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kepada Ibu Mega, bahwa pandangan beliau salah.

Ya, sudah cukup Pak Jokowi memanjakan Kaesang Pangarep dengan memberikan kebebasan bisnis Sang Pisang, Mangkok Ku, Ternakopi, atau ternak lele. Sudah waktunya Kaesang untuk berbakti kepada negeri. Momen yang tepat generasi milenial yang paling dekat dengan Presiden untuk menunjukan kemampuannya.

Dan di satu sisi, Pak Jokowi tidak akan mempunyai beban mental apapun jika mau mengangkat Kaesang sebagai Menteri KKP yang baru. Pak Jokowi mau marah mah marah aja. Tidak perlu menunggu sidang kabinet untuk memarahi Kaesang kalau ada kerjaan yang nggak beres.

Sudah saatnya Kaesang memanfaatkan bonus demograsi Indonesia, dengan kampanye kepada generasi milenial untuk kembali ke laut.

Terlebih lagi nenek moyang kita adalah pelaut, maka jargon Kaesang yang tepat adalah “Sang Moyang”, untuk menumbuhkan kecintaan generasi milenial kepada dunia maritim, mengembalikan kejayaan leluhur bangsa ini.

Jika kampanye ini berhasil, tinggal Kaesang melanjutkan program peningkatan konsumsi makan ikan. Sebagai pengusaha kuliner, tentu ini adalah program enteng buat Kaesang.

Dari yang tadinya bernama Gemar Makan Ikan (Gemarikan), Kaesang bisa menggantinya dengan jargon baru menjadi Sang Ingsang, misalnya. Kan jadi keren punya.

Dengan dibantu chef Arnold Poernomo, hasil laut yang melimpah, dipadukan dengan olahan yang ciamik, sukses jelas menunggu di depan mata. Masyarakat akan menyukai olahan ikan. Tentu ini akan membawa dampak bagi kesejahteraan nelayan, petambak, dan peternak ikan.

Lagipula, masak cuma kakak pertama dan menantu saja yang dapat jatah peluang jadi pejabat? Anak bungsu butuh aktualisasi diri juga dong, Pak Jokowiii.

BACA JUGA Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Fans Susi Pudjiastuti Girang di Media Sosial dan tulisan Santoso M. lainnya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2020 oleh

Tags: edhy prabowoHabib RizieqkorupsiKPKmenteri kelautan dan perikananprabowoSusi Pudjiastuti
Santoso M.

Santoso M.

Buruh tani kesayangan Anda. Tinggal di Riau.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.