Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ketua KPK Sejati Itu Bernama Firli Bahuri! Sukses dan Rajin Silaturahmi Lagi

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
3 Juni 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak ada Ketua KPK yang begitu supel selain Firli Bahuri. Jejaknya suka bersilaturahmi ke mana-mana membuatnya lancar soal rezeki dan umur panjang.

Ketika Firli Bahuri—pimpinan paling top dalam sejarah KPK—melintasi langit Sumatera dengan helikopter dan kemudian dilaporkan kepada Dewan Pengawas atas tuduhan melanggar kode etik, saya termasuk orang yang kecewa. Bagi saya, itu jerat hukum yang salah sasaran.

Iklan

Larangan hidup mewah bagi seluruh insan KPK, lebih-lebih posisi ketua, sungguh perkara yang sangat debatable karena begitu relatif. Apa, misalnya, contoh konkrit dari hidup mewah tersebut?

Bagi mahasiswa kere seperti saya, bisa membayar sewa kos tepat waktu adalah sejenis hedonisme yang tak terpermanai. Tapi bagi Ketua KPK Firli Bahuri, dengan jumlah harta hampir menyentuh 20 miliar, menyewa helikopter dengan nominal tujuh juta per jam mungkin jenis keisengan belaka. Dan, tentu saja, tidak elok menjatuhkan sanksi atas kelakuan iseng.

Seluruh pundi-pundi rupiah milik Firli Bahuri tidak datang dari langit. Itu adalah hasil kerja keras ditambah pengamalan setia kepada prinsip “the power of silaturahmi” ke berbagai kalangan.

Masa, sih, seseorang tidak boleh menikmati jerih payahnya sendiri? Lagi pula, dalam kacamata Firli Bahuri, kemewahan mungkin hanya sejenis self reward. Toh, dibandingkan empat pimpinan KPK lainnya, Firli memang orang paling sugih.

Orang boleh saja sangsi, kemudian melakukan kalkulasi terkait jumlah pendapatan tahunan Firli Bahuri bila dibanding total seluruh asetnya yang gila-gilaan itu. Tapi, siapa yang mau menyangkal berkah dari silaturahmi yang telah Tuhan janjikan?

Awal bulan Mei Lalu, misalnya, Feri Amsari pernah membuat utas atas kebiasaan sang Ketua KPK. Rangkaian twit itu menanggapi video yang beredar di masyarakat, ketika Firli Bahuri bermesraan dengan Komisaris PT. Pelindo, di acara buka bersama.

[1] “Bangga dengan Pak Firli. Selaku ketua KPK beliau menunjukan akhlak wawasan kebangsaan yang tinggi dan baik. Beliau dengan lemah lembut dan ikhlas tetap bersilaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk dengan komisaris Pelindo meskipun perkara Pelindo sedang ditangani KPK. pic.twitter.com/oTs1EZbtqg

— feri amsari (@feriamsari) May 6, 2021

Semua orang tahu PT. Pelindo sedang bersitegang dengan KPK, dan wajar kiranya bila ada tuduhan yang kurang menyenangkan kepada Firli.

Sebab, kebanyakan orang lupa bahwa, jauh sebelum itu, Firli Bahuri memang sudah menjalankan prosedur silaturahmi ekstrem. Saya sebut ekstrem karena jenis silaturahmi yang dilakukannya justru tak jarang melibatkan pihak-pihak yang tengah (atau akan) diperiksa oleh KPK.

Pada tahun 2018, ketika Pak Firli Bahuri menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, blio pernah kedapatan main tenis bareng Tuan Guru Bajang, alias Zainul Majdi. Tak ada yang tahu siapa yang berhasil keluar sebagai pemenang di pertandingan tenis itu.

Tapi mudah diketahui bahwa status Tuan Guru Bajang ketika itu adalah saksi dalam kasus suap divestasi saham PT. Newmont, yang tentu saja sedang ditangani oleh KPK, membuat kita bisa menebak di kemudian hari, siapa yang menang dari hasil permainan tenis itu.

Firli Bahuri tampaknya bukan tipikal orang yang pandang bulu. Dia sangat toleran, open minded, pluralistik, anti-Taliban, pancasilais, plus… kalau diberi Tes Wawasan Kebangsaan pasti ketagihan dan minta tambah soal.

Iklan

Buktinya, kepada orang yang berstatus sebagai saksi dugaan gratifikasi lainnya, Firli Bahuri juga sempat bersilaturahmi—meski sepintas lalu—ditambah perlakuan istimewa yang di luar kelaziman para anggota komisi anti rasuah.

Itu terjadi ketika Bahrullah Akbar, Wakil Ketua BPK yang berstatus sebagai saksi dugaan suap usulan dana perimbangan daerah, dipanggil oleh penyidik KPK.

Sembari menunggu kedatangan penyidik, Firli Bahuri menjemputnya di lobi dan kemudian mengajak sang saksi untuk bercakap-cakap sejenak ruangannya, di lantai 12. Apakah itu suatu tindakan yang tak etis? Bagi sebagian orang, mungkin iya. Tapi yang dilakukan oleh Firli Bahuri adalah pengejawantahan dari adab menerima tamu. Subhanallah.

Pada akhirnya, semua aksi silaturahmi itu membuat Firli Bahuri terkena jerat pelanggaran kode etik. Termasuk salah satu yang paling memorable, ketika blio bersilaturahmi pada pimpinan salah satu parpol besar (inisialnya PDIP), beberapa saat sebelum terpilih menjadi Ketua KPK.

Yang menarik adalah, orang yang pernah memeriksa dugaan pelanggaran kode etik Firli Bahuri itu adalah Hery Muryanto, salah satu pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan. Dari sana kita bisa membaca klasterisasi yang dilakukan Firli di KPK.

Apakah ini semacam hukum balas dendam purba? Atau konspirasi elite global? Saya belum dapat memastikan sepenuhnya. Tapi saya yakin, dengan rekam jejak petualangan sebanyak itu, Firli memang kompeten untuk tidak hanya sebagai Ketua KPK tapi juga duta silaturahmi anti-ketahuan-korupsi Indonesia.

BACA JUGA Kami Coba Mengerjakan 20 Soal Tes Wawasan Kebangsaan KPK dan Ini Hasilnya dan tulisan soal Muhammad Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: dewan pengawas KPKFirli Bahuriketua kpkKPKsilaturahmi
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Kabar

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO
Esai

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.