Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Macet di Darat? Bikin Helikopter Sendiri Aja Kayak Orang Ini

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
4 November 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jika biasanya orang cuma menggerutu saat lihat kemacetan, tapi tidak dengan paman satu ini. Melihat angkasa masih kosong, blio bikin helikopter sendiri!

Melihat kemacetan yang sering dilihat di depan bengkel tempatnya bekerja, Paman Jujun Junaedi, seorang buruh bengkel, punya ide yang sangat out of the ground. Menyadari sulit mengatasi macetnya jalanan di daerahnya di Sukabumi, Paman Junaedi lalu melihat angkasa yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan.

Akhirnya, dengan bekal kemampuan mekanik seadanya sekaligus latar belakang sebagai anak lulusan STM, anak petani ini punya cita-cita besar. Yakni bikin helikopter sendiri.

(((bikin helikopter sendiri)))

Sudah lebih dari satu tahun Paman Junaedi mencicil pembuatan helikopter sendiri ini. Secara sekilas, bodi helikopter bikinannya itu sudah jadi. Hanya komponen-komponen kecil saja yang belum ada. Seperti misalnya: baling-baling.

Pembuatan helikopter ini pun sudah berlangsung sejak Agustus 2018 dan masih dalam tahap pengerjaan sampai sekarang. Ya maklum, dengan modal seadanya, Paman Junaedi perlu waktu cukup lama kalau ingin helikopter ini jadi secara sempurna.

Secara hitung-hitungan kasar, pembuatan helikopter yang dibantu kerabat dan anaknya ini menghabiskan dana sampai Rp30 juta. Ebuset, mahal juga ya ternyata.

“Makanya proses pembuatan helikopter ini lama karena untuk membeli barang yang dibutuhkan harus menunggu waktu. Perlu menyisihkan. Karena kan saya tidak mau mengganggu uang dapur,” tutur Paman Junaedi seperti diberitakan Kompas.

Dengan riset kecil-kecilan, termasuk pula dengan modal melalui video-video di YouTube, Paman Junaedi mengaku tak begitu paham-paham amat soal bagian dalam helikopter. Apalagi urusan aerodinamika yang menjadi perhatian khusus untuk bikin kendaraan, terutama yang bisa terbang kayak helikopter.

Meski begitu Paman Junaedi tak menyerah dengan keadaan. Hanya modal pengetahuan seadanya Paman Junaedi tetap tekun merakit sedikit demi sedikit helikopternya itu. Jika pepatah lama bilang, sedikit-sedikit jadi bukit, pada kasus ini sedikit-sedikit bisa jadi helikopter.

Sadar akan segala keterbatasannya, wajar kalau Paman Junaedi kemudian ingin mendengar masukan dari ahli pesawat terbang betulan.

“Saya terbuka bila ada ahli Teknik penerbangan yang mau membantu penyempurnaan pembuatan helikopter ini, karena saya belum pernah menumpang helikopter,” katanya polos.

Keinginan bisa membuat helikopter sebenarnya tak hanya muncul dari Paman Junaedi dari Sukabumi. Di Aceh Utara, pada 2017 silam, muncul juga paman lain yang juga ingin bisa bikin helikopter sendiri. Namanya adalah Paman Nasriadi.

Iklan

Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini punya cita-cita besar bisa bikin helikopter sendiri. Meski motifnya berbeda dengan Paman Junaedi. Karena—tentu saja—di Aceh Utara tidak ada permasalahan kemacetan seperti yang dialami Paman Junaedi di Sukabumi.

Diketahui juga kalau Paman Nasriadi merakit helikopternya dengan memodifikasi mesin mobil bekas serta menghabiskan dana sekitar Rp30 juta. Wah, kok bisa samaan nih.

Masalahnya, meski secara bodi dan mesin seperti sudah siap terbang, ternyata ketika diuji coba dua tahun silam, helikopter milik Paman Nasriadi ini tidak terbang. Padahal baling-baling sudah muter kuenceng banget dan sempat jadi tontonan warga sekitar.

Entah bagian apa yang kurang sehingga kendaraan ini tak bisa terangkat dari tanah. Satu hal yang jelas Paman Nasriadi tidak menyerah. Meski untuk sementara waktu, Paman Nasriadi akan menghentikan dulu aktivitasnya bikin helikopter dan ingin fokus bekerja sebagai mekanik sepeda motor.

“Untuk sementara waktu, saya hentikan dulu merakit helikopter itu, karena masih banyak yang perlu diperbaiki kembali, mulai dari mesin hingga kerangka badannya,” kata Paman Nasriadi.

Selain itu, persoalan biaya menjadi kendala bagi Paman Nasriadi. Untuk itu, blio perlu untuk nabung dulu sekaligus belajar lagi.

“Tak ada kata berhenti, saya akan terus merakit hingga hasil karya saya itu bisa terbang. Rencana saya ke depan, helikopter itu saya perbaiki dan rehab ulang,” kata Paman Nasriadi.

Helikopter ini nantinya akan dibikin lebih kecil lagi dengan rangka yang lebih ringan. Bahkan Paman Nasriadi juga akan mengurus berkas-berkas untuk izin terbangnya.

Oalah, bikin helikopter mungkin memang gampang, tapi biar bisa terbang jebul tak segampang itu ya?

Meski begitu, tetap semangat ya untuk Paman Nasriadi dan Paman Junaedi. Paling tidak sampeyan berdua sudah membuktikan kalau semua orang bisa melakukan hal yang awalnya kelihatan mustahil.

Ingat, dulu Wright Bersaudara waktu punya ide menemukan pesawat terbang bermesin pertama kali juga diketawain kok. Kalau cuma mau bisa bikin terbang tanpa kerja keras, ya udah sih pakai awan kinton aja sana. Nggak usah gangguin orang yang lagi usaha. Ya nggak?

Nah, agar semakin semangat, ada baiknya sampeyan berdua melihat video di bawah ini. Aki-aki umur 80 tahun yang sukses bikin helikopter sendiri. Dan—ini yang utama—bisa terbang betulan!

 

View this post on Instagram

 

. . . . . via: YouTube/blackbear016 #helicopter #awesome #classic #igtv #instagood#talent #viralvideos

A post shared by Technofacts (@technofacts_) on Oct 27, 2019 at 12:55pm PDT


BACA JUGA Curi Mobil Damkar sampai Bus, Kejahatan Guoblok yang Pernah Terjadi di Indonesia atau tulisan AHMAD KHADAFI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: bikin helikopterhelikopter
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.