Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

Vincentius Dimas Sanubari oleh Vincentius Dimas Sanubari
13 November 2025
A A
Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO

Ilustrasi Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persaingan mencari jodoh di dalam Katolik sangat berat. Saingannya sesama Katolik atau daya tarik login ke agama lain karena cinta. Ahh.

Kata Cholil Mahmud Efek Rumah Kaca, jatuh cinta itu biasa saja. Tapi, bakal kurang relevan sama orang muda Katolik hari ini, lantaran cinta malah jadi hal yang kompleks dan sulit dicapai.

Belakangan ini lagu “Finding a Catholic Man to Love the Love of My Life”-nya Reality Club menjadi banyak perhatian. Lagu tersebut masuk dalam album keempat terbaru mereka yang bertajuk Who Knows Where Life Will Take You? dan dirilis pada 26 Agustus 2025.

Lagu itu mencuri perhatian sebagian orang karena Faiz sang gitaris, menyampaikan kalau lagu ini soal perjuangan cinta beda agama dalam kanal YouTube Reality Club. Maka tak heran kalau lagu ini seolah menjadi anthem bagi mereka yang lagi pacaran namun terbentur perbedaan keyakinan.

Sementara, dalam pandangan orang muda Katolik, lagu itu justru menjadi semacam refleksi modern soal pergulatan mereka mencari pasangan yang seiman. Sehingga celotehan, “Cari pacar sama-sama Katolik itu susah,” bukanlah sekadar lelucon melainkan realitanya begitu.

Antara iman dan realita

Vania (25), misalnya. Dia salah satu anak muda Katolik dari Semarang yang mengaku kalau cari laki-laki Katolik itu susah. Sekalipun sudah aktif mengikuti beberapa komunitas yang ada di dalam gereja, namun jodohnya tak kunjung datang.

Itu baru soal agama. Belum lagi latar belakang keluarganya yang etnis Tionghoa. Latar belakang ini menuntunnya untuk sebisa mungkin menemukan laki-laki Katolik sekaligus Tionghoa. Bayangkan saja, sudah minoritas di agama, ditambah etnis pula.

“Cari laki-laki Katolik itu susah, terutama yang chinese juga. Mereka itu kayak tersembunyi entah di mana,” katanya.

Meski susah menemukan jodohnya yang seiman, Vania tetap mengupayakan laki-laki itu karena dia enggan meninggalkan keyakinannya. “Aku sudah punya janji diri sendiri dengan Tuhan. Dan aku juga nggak mau meninggalkan Bunda Maria dan Sakramen Ekaristi. Jadi, kalau laki-lakinya dari agama lain, aku mending nggak, deh.” tuturnya.

Kompromi dengan Keadaan

Sedangkan, Bayu (25) asal Semarang juga, yang saat ini sedang merantau di Jakarta, beranggapan kalau mencari pasangan Katolik itu juga susah. Alih-alih mencari pasangan yang seiman, sementara ini dia malahan mencari pasangan yang secara kepribadiannya cocok dulu baru setelahnya agama.

“Padahal, kadang kita suka sama orang bukan karena kepribadiannya, bukan karena obrolannya nyambung, atau bukan cara pandangnya sama, tapi cuma karena satu agama aja. Jadi kalau ditanya sekarang, aku nggak ngeliat agama sebagai hal utama. Aku lebih fokus ke kecocokan karakter dan kepribadian.” terangnya.

“Aku sempat berusaha cari yang Katolik, yang Jawa, tapi ujung-ujungnya nggak pernah sesuai harapan. Malah yang beda agama atau beda suku justru sering ninggalin kesan mendalam. Apalagi yang Protestan, entah kenapa selalu punya kesan yang kuat banget buatku,” lanjutnya.

Persaingan ketat pencarian jodoh sesama Katolik

Pada kenyataannya, Katolik memang masih terbilang minoritas jika harus dibandingkan dengan Kristen Protestan. Kedua agama itu sering dianggap sama, tapi sebenarnya memiliki perbedaan, baik secara tradisi maupun berdoa.

Iklan

Dalam urutannya, agama Islam masih menduduki populasi paling terbanyak yakni 245.973.915 jiwa (87,08%). Lalu disusul Kristen sebanyak 20.911.697 jiwa (7,40%), dan Katolik berjumlah 8.667.619 jiwa (3,07%).

Dari data itu, wajar saja kalau cari pasangan sama-sama Katolik itu memang terdengar susah. Dengan populasi yang hanya 3,07%, persaingan bisa terjadi bukan cuma secara “horizontal” sesama orang muda Katolik, tapi juga “vertikal” dengan mereka yang berbeda agama.

Maka, ketika ada yang berseloroh, “Jangan ambil jatah orang Katolik,” itu lumrah saja karena cerminan dari realita kehidupan yang demikian.

Santo Rafael, santo pelindung jomblo Katolik

Memperoleh jodoh yang sesuai diharapkan itu memang misteri. Namun, dalam tradisi Katolik, ada Santo Rafael yang dikenal sebagai pelindung untuk orang-orang yang sedang mencari jodoh.

Dalam Kitab Tobit, Santo Rafael merupakan malaikat agung yang melayani Allah secara istimewa. Dia bukan hanya menyembuhkan orang terluka, namun juga mempertemukan dua insan, yaitu Tobia dan Sara. Saat itu, hidup keduanya sama-sama sedang dilanda masalah berat (Tobit 12:1-22).

Maka, jika cintamu sulit ditebak, biarlah Santo Rafael yang bertindak. Sebab, Yesus sendiri pernah mengatakan, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7).

Selain berusaha, minimal, melambarinya dengan doa. Ingat, persaingan sangat ketat. Tidak hanya persaingan internal Katolik, tapi juga dengan peluang jodoh di agama lain. Belum lagi kalau ada orang muda Katolik yang login karena menemukan jodohnya di agama lain.

Kalau sudah begitu, hanya bisa memohon. Santo Rafael, doakanlah kami.

Penulis: Vincentius Dimas Sanubari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sulitnya Jadi Katolik Tanpa Simbol dan keresahan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2025 oleh

Tags: Agamacari jodoh katolikdoa cari jodohdoa dapat jodohjodohKatolikKristenKristen Protestanlogin islamomkorang muda katolik
Vincentius Dimas Sanubari

Vincentius Dimas Sanubari

Penulis. Tinggal di Semarang Barat.

Artikel Terkait

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO
Tajuk

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO
Esai

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
AI, ChatGPT, Kecerdasan Buatan Bisa Nggak Cerdas Lagi kalau Gantikan PNS dan Hadapi Birokrasi Fotokopi MOJOK.CO
Ragam

ChatGPT Bukan Ustaz: Bolehkah Bertanya Soal Hukum Agama kepada AI?

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.