Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Gegar Tarif Parkir “Gila-gilaan” di Malioboro Jogja Bentuk Penjajah Jalan yang Membuat Wisatawan Asal Purwokerto Kecewa Berat

Edelin Gultom oleh Edelin Gultom
14 Maret 2024
A A
Jogja dan Malioboro Bikin Wisatawan Purwokerto Kecewa Berat MOJOK.CO

Ilustrasi Jogja dan Malioboro Bikin Wisatawan Purwokerto Kecewa Berat. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bagi sebagian warga Purwokerto, mengunjungi Malioboro Jogja adalah impian. Namun, di kunjungan pertama, dibikin kecewa oleh Malioboro.

Mungkin, bagi sebagian orang, kunjungan ke Malioboro Jogja adalah impian yang akhirnya terwujud. Namun, sayangnya, tarif parkir yang gila-gilaan merusak semua impian itu. Inilah cerita Bunga (bukan nama sebenarnya), pelancong dari Purwokerto, yang merasakan getir di kunjungan pertama di Malioboro.

Pada 6 Maret 2024, Bunga meninggalkan Purwokerto untuk menuju Jogja. Harapannya adalah bisa menikmati keindahan kota budaya tersebut. Dan, pemandangan pertama yang menyambut Bunga adalah Malioboro Jogja tetap padat oleh wisatawan. Padahal, saat itu, bukan hari libur.

Ramainya pusat perbelanjaan tersebut membuat Bunga kesulitan mencari tempat parkir motor. Setelah berputar-putar hampir 30 menit, akhirnya dia menemukan sebuah tempat parkir yang cukup lega. Namun, lokasi parkir tersebut jauh dari titik di Malioboro Jogja yang ingin Bunga kunjungi.

Sialnya, Bunga bertemu tukang parkir yang mematok tarif yang menyakitkan hati. Jadi, si tukang parkir ini mematok tarif Rp10 ribu. Bunga sempat mengeluh dan menolak. Namun, si tukang parkir mengeluarkan jurus andalannya dengan bilang, “Ya kalau nggak mau jangan parkir di sini.”

Mendengar jawaban yang menyakitkan hati itu, si pemudi asal Purwokerto itu hanya bisa menerimanya. Pasalnya, saat itu, mencari tempat parkir yang lega di Malioboro Jogja lumayan sulit. 

Tarif parkir Malioboro Jogja yang membuat wisatawan Purwokerto kecewa

Mengapa tarif parkir di Malioboro Jogja selalu menjadi perbincangan panas? Pertama, nominal yang dipatok oleh “oknum” itu nggak bisa disepelekan. Misalnya, dalam sekali parkir ada 20 motor, si tukang parkir ini bisa mengantongi Rp200 ribu. Angka ini, sudah jauh dari tarif normal, juga jangan sampai kita mengabaikannya.

Pasalnya, mau melihat dari sisi mana saja, tarif parkir oleh oknum di Malioboro Jogja ini nggak wajar. Setahu saya, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja yang menetapkan tarif progresif untuk parkir di tepi jalan umum. Tarif awalnya adalah Rp2 ribu untuk roda 2. Sementara itu, untuk roda 4, adalah Rp5 ribu untuk 2 jam pertama. Makanya, tarif Rp10 ribu sama sekali nggak masuk akal.

Sebuah ironi terjadi ketika aturan sudah ditetapkan namun pelaksanaannya jauh dari harapan. Mengapa oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab masih leluasa “menjajah tepi jalan” dengan tarif parkir yang melampaui kewajaran? Apakah ini hanya sekadar bisnis wajib atau telah menjadi bentuk penjajahan modern di jalanan Jogja? Yang pasti, kondisi ini membuat seorang wisatawan asal Purwokerto menjadi kecewa.

Baca halaman selanjutnya: Oknum tukang parkir ini berbahaya untuk masa depan wisata Jogja.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2024 oleh

Tags: jalan malioboroJogjamalioboroMalioboro Jogjaparkir mahal di malioboroparkir Malioboroparkir nuthuk malioboroPurwokerto
Edelin Gultom

Edelin Gultom

Biasa dipanggil Edelin, sudah menulis sejak SMP karena sering dihukum menulis permintaan maaf di dalam duku oleh guru.

Artikel Terkait

Sisi Gelap Gudeg Jogja Harga Naik, Makin Dihina Orang Tolol MOJOK
Pojokan

Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.