Alun-Alun Temanggung yang Seperti Kuburan Itu Lebih Baik Dibongkar Saja Daripada Tidak Berguna!

Alun-Alun Temanggung Kayak Kuburan, Mending Dibongkar Saja MOJOK.CO

MOJOK.CO – Saya kira lebih baik Alun-Alun Temanggung dibongkar daripada punya tapi fungsinya tidak ada. Malah seperti kuburan di tengah kota. Apa gunanya coba!

Tahun lalu, saya pernah menulis soal Alun-Alun Temanggung seperti “kuburan di tengah kota” dan tayang di Terminal Mojok. Tulisan itu sempat ramai. 

Nyaris semua masyarakat yang saya tahu, turut mengamini bahwa Alun-Alun Temanggung memang layak disebut seperti itu. Bahkan hingga saat ini, baik di jagad sosial media maupun di kehidupan nyata, banyak masyarakat yang kecewa dan mengeluhkan kondisi alun-alun.  

Nah, mendengar banyak keluhan dari masyarakat, pemerintah setempat, lebih tepatnya melalui Pejabat (Pj) Bupati, Hery Agung Prabowo, pada Mei lalu mencoba untuk “menghidupkan kembali” alun-alun. Caranya adalah dengan menambahkan lampu dan memberikan sarana dan prasarana seperti sepeda statis. 

Katanya, sih, supaya alun-alun bisa kembali ramai. Namun, sepertinya pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat. Karena hingga hari ini, kondisi alun-alun masih sama, yaitu sepi seperti kuburan. 

Masyarakat butuh “nuansa” Alun-Alun Temanggung yang dulu

Izinkan saya berkomentar. Saya kira, masyarakat tidak hanya butuh lampu atau sarana-prasarana. Masyarakat lebih membutuh “nuansa” Alun-Alun Temanggung yang dulu. 

Mereka muak dengan kondisi alun-alun yang dulu ramai tapi beberapa tahun ke belakang, sejak direnovasi, justru seperti kuburan. Sepi. Bahkan ada celotehan kalau alun-alun itu seperti kolam ikan yang kering dan sederet keluhan lainnya. Apalah artinya penerangan kalau tidak ada masyarakat yang mau datang!

Padahal, banyak memori yang sudah tercipta di Alun-Alun Temanggung. Misalnya, kenangan kecil berupa membeli sosis atau cilok. Atau kenangan bagaimana seseorangan berjumpa dengan kekasihnya. Ada juga kenangan berupa kumpul bersama teman sefrekuensi. Dulu, Alun-Alun Temanggung digunakan oleh ragam komunitas untuk bertemu sapa. Tidak seperti sekarang yang mau mencari public space yang nyaman saja sangat sulit semenjak alun-alun direnovasi.

Baca halaman selanjutnya: Mending dibongkar aja kalau nggak memberi manfaat buat rakyat!

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2024 oleh

Khoirul Atfifudin

Penyuka musik dan tertarik menulis.