MOJOK.COGimana cara nyuci tank yang baik dan benar? Apakah tentara perlu sabun khusus atau hal istimiwir lainnya? Serda Aries Soeparno menceritakannya untuk Anda.

Tugas tentara nggak melulu harus sesuatu yang ada urusannya sama pegang senjata. Ada yang punya tugas di dapur, tugas di administrasi, sampai jadi tukang kebun. Rutinitas bagi tentara-tentara yang tidak memiliki pangkat tinggi.

Nah, hal ini kemudian bikin kami penasaran, bagaimana sih tugas-tugas tentara berpangkat biasa-biasa aja yang jauh dari meja kantor?

MOJOK dapat keistimewaan untuk ngobrol santai via telepon dengan Serda Aries Soeparno. Sosok yang rela berbagi kisah unik saat bertugas di pangkat terbawah ketika awal merintis karier prajurit Angkatan Darat.

Yuk kita langsung gaaas.

 

Kenapa dulu nggak kepikiran jadi polisi aja, Pak?

Ya cita-cita dari kecil emang pengin jadi tentara.

Orang tua tentara juga ya?

Nggak. Pedagang. Dagang mie ayam. Dulu di Timor Timur jualan nasi bungkus. Kebetulan jualin ke pasukan-pasukan perbatasan di Dili.

Oh, diawali dari jualan nasi bungkus ke tentara lalu jadi kepikiran pengin jadi tentara?

Iya. Ya kan dari kecil itu saya nggak ingin merepotkan orang tua (dengan biaya sekolah/kuliah). Jadi kepikiran pingin langsung coba daftar tentara. Jadi emang nggak ada pikiran masuk polisi. Ya bener-bener pengin masuk jadi tentara aja.

Masuk tentara itu emang betulan gratis tis ya?

Iya.

Sebentar-sebentar, balik ke pengalaman yang di Dili itu. Waktu itu Anda berarti sedang berada di situasi konflik dong ya?

Ya situasi konflik.

Oh, masih sempet jualan nasi bungkus di masa perang?

Ya udah masa damai juga sih, cuma ya kadang masih ada yang konflik. Kan saya hidup di daerah Atambua saat itu.

Oke, balik ke daftar tentara tadi, lulus itu pangkatnya apa?

Kalau dari Tamtama kan dari Prada. Prajurit Dua.

Pangkat paling buncit itu ya?

Iya, itu pangkat terendah dalam tentara.

Waktu lulus dari Tamtama itu, udah dapat gaji yang cukup nggak buat hidup selama sebulan?

Ya waktu itu gaji 1,7 juta, udah sama uang lauk-pauk. Ya waktu itu cukup aja untuk kehidupan prajurit selama sebulan.

Karena masih single juga sih.

Iya, masih bujangan.

Umur berapa?

Waktu itu, 19 tahun.

Naik berapa persen setiap naik pangkat?

Secara berkala itu kan dua tahun naik gaji. Dua tahun itu naik 10 persen. Yah paling-paling (naik) seratus ribu per dua tahun.

Gaji pokok ini? Belum tunjangannya?

Baca juga:  Presiden Bolivia Evo Morales Mundur setelah Polisi dan Tentara Ikut Demo

Iya, itu belum tunjangannya. Naik gitu terus sampai nanti dapat tunjangan jabatan.

Berarti pangkat sekarang apa?

Sersan dua regular. Soalnya dari Tamtama.

Belum sampai satu bulan Serda Aries menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Bintara. Sah menyandang pangkat Sersan Dua sekarang. Selamat ya, Gan, eh, Ndan.

Nah, ini ada pertanyaan yang sangat penting. Konon, di tugas-tugas tentara itu nggak selalu pegang senjata gitu. Katanya Anda sempat sering dapat tugas nyuci tank gitu. Itu beneran nggak ya?

Iya benar.

Tugas resmi dalam periode tertentu atau cuma sekali dua kali?

Ya sering nyuci tank. Gini. Ya kan emang didikan tentara gitu. Memang sistem junior-seniornya kental sekali. Karena kepangkatan. Jadi kalau kita masih Prajurit Dua, itu pasti unsur pelaksana. Jadi kalau di sistem, kita ini yang paling depan. Jadi benteng lah. Ibarat main catur, jadi pion lah. Jadi disuruh ke sana disuruh ke sini, sama senior-senior, harus ikut. Namanya juga tentara.

Itu waktu nyuci tank pangkatnya apa?

Masih Prada.

Tank apa aja yang pernah dicuci?

Tank atau panser masih zaman penjajahan itu. Kan untuk perawatan, harus bersih terus.

Oh, tapi itu tanknya masih digunain?

Kalau untuk latihan dipakai.

Tank jadul berarti ya?

Iya, sama pansernya juga.

Masih ingat nggak dulu jenis tanknya apa?

Nanti aja saya WhatsApp, lupa saya jenisnya.

(Serda Aries sempat lupa jenis tank-nya karena dia bukan di bagian kavaleri, tapi kemudian saya dikirimi informasi bahwa tank yang dimaksud itu jenis tank AMX-13. Tank yang diproduksi antara tahun 1952-1987, buatan Perancis, cuman yang sudah dimodifikasi oleh Pindad).

Butuh berapa lama nyucinya?

Nyucinya kan ya nggak satu orang. Banyak juga orangnya.

Untuk satu tank butuh berapa orang?

Kadang orang 5, kadang 12. Tergantung yang senior suruh berapa. Soalnya kan harus nyuci semua bagian sampai ke rantai ban tank juga.

Hah?

Ya iya, harus bersih. Pokoknya sampai nggak ada tanah nempel di ban tank-nya.

Kalau masih kotor dihukum nggak kayak di film-film tentara gitu?

Ya iya. Kalau masih kotor ya disuruh nyuci ulang dari awal. Habis itu dikasih pelumas besi-besi engselnya, biar nggak karatan.

Oh, berarti nggak cuma nyuci dong ya, sampai kasih oli segala juga ternyata?

Iya. Untuk pedalnya juga. Semuanya lah.

Nah, proses mencuci sama kasih oli itu. Biasanya butuh berapa jam untuk mencuci satu tank?

Sampai 4 atau 5 jam.

Lama banget.

Baca juga:  Tukang Obras Bordir: Pangkat Hanyalah Titipan

Iya. Kamu kira cepet ya?

Berarti tanknya gede banget.

Ya iya.

Itu nyuci sampai interior tank-nya segala nggak?

Iya.

Kalau nyuci tank gitu, terus pakai sabun apa? Pakai KIT juga?

Ya sabun biasa. Pakai Wings.

Wings? Sabun colek?

Sabun colek. Iya.

Jadi keset dong tank-nya?

Ya iya.

HAHAHA.

Ya dicuci biasa kan. Habis itu disemprot pakai air. Terus dilap.

Dicucinya itu bukan yang terjadwal ya, tapi lebih kayak insidental gitu.

Ya kalau habis dipakai buat latihan ya langsung dicuci. Tapi kadang untuk perawatan juga. Dalam sebulan itu bisa dua kali dicuci.

Itu kalau habis dicuci gitu ngeringinnya gimana? Dilap pakai kanebo?

Biasanya sih dijemur aja. Sambil dikasih pelumas semuanya, dikasih oli-oli.

Waktu nyuci tank itu, Anda operasikan nggak tank-nya? Maksudnya maju mundurnya gitu?

Ya dipindah-pindah juga, tapi tetep ada pengemudi tank-nya yang punya pangkat juga di situ. Jadi di dalam tank (yang mengoperasikan) itu memang ada pangkatnya masing-masing.

Berarti sesama Prada cuma boleh nyuci doang ya? Nggak boleh mengoperasikan?

Iya.

Kalau tentara kayak Anda gitu, suka lihat film-film perang nggak sih?

Ya sering.

Apa? Kayak film perang apa contohnya?

Soal film perang dunia kedua. Apa itu, lupa judulnya.

Film Saving Private Ryan?

Iya, itu.

Udah pernah nonton film Fury?

Pernah.

Suka nggak?

Kurang. Kisahnya kurang sangar.

Kurang dramatis mungkin maksudnya?

Iya, maksudnya itu. Kurang dramatis.

Tapi kan Anda sebagai tentara yang dulu sering mencuci tank, harusnya lebih punya kedekatan dengan film Fury dong ketimbang sama film Saving Private Ryan?

Hahaha.

Dalemannya tank ya kayak di film Fury itu berarti ya?

Iya.

Sumpek nggak di dalem?

Ya sumpek, panas.

Nggak dipasangin AC aja gitu?

Sebenarnya teknologi tank-tank yang sekarang ada.

Hah? Beneran?

Tank yang zaman sekarang kan model Scorpion atau Leopard, terus yang terbaru buatan Pindad, buatan kita sendiri, Indonesia, merek Harimau. Ada AC-nya itu.

Terakhir ini, pertanyaan paling krusial. Kenapa tentara kalau cari jodoh kebanyakan perawat atau bidan?

Wah, nggak ngerti saya.

Lah istri Anda bidan nggak?

Lulusan Akper. Perawat.

Kaaan… stigmanya jadi beneran. Kok Anda milih istri perawat?

Ya kan pacaran sejak SMA. Tetangga desa. Kebetulan waktu itu dia dari lulus SMA daftar perawat, saya daftar tentara.

Jadi murni kebetulan aja ini?

Iya.

Ya sudah, kira-kira cukup gitu aja, Pak. Khawatir kepanjangan nanti ganggu tugas negara Anda. Makasih ya Serda Aries atas waktunya.

Iya, Mas. Sama-sama.


BACA JUGA Sejarah Kata Jancuk: Muncul Gara-Gara Tank Belanda atau Romusha? atau tulisan LIPUTAN lainnya.