Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Perang Iran Israel Berpotensi Jadi Krisis Global, Kelas Menengah Ikutin Cara Ini Biar Tetap Waras Selama Bertahan Hidup

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
5 Maret 2026
A A
Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur MOJOK.CO

Ilustrasi Perang Iran Israel Bikin Nggak Waras, Masih Hidup Aja Syukur. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perang Iran Israel berpotensi jadi krisis global. Biar tetap waras selama bertahan hidup, ikuti 6 tips finansial dasar ini.

Perang Iran Israel (dan eskalasi di kawasan Teluk) kini kian memanas. Konflik ini sepertinya nggak ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Mungkin, secara jarak, konflik tersebut terasa begitu jauh. Tapi kalau urusannya sudah menyentuh tentang jalur energi dan logistik dunia, jarak geografis jadi semacam ilusi.

Potensi krisis di Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah rute strategis bagi setidaknya 20% distribusi minyak dunia berada di bawah teoritori Iran. Iran yang terusik, menutup selat tersebut. 

Ketika konflik dan ketegangan karena Perang Iran Israel makin meningkat, lalu lintas kapal makin terhambat. Kapal tanker yang ingin melintas Selat Hormuz harus rela “ngetem” di sekitar selat. 

Efeknya tentu jadi terasa mulai dari premi risiko yang naik, ongkos logistik dan asuransi kapal membengkak karena situasi perang, dan perusahaan akan mencari rute alternatif lain yang lebih aman. Dampak praktisnya mereka juga akan mengeluarkan biaya perjalanan yang lebih banyak.

Ilustrasinya begini. Situasi Perang Iran Israel bikin ketidakpastian jadi naik, itu mendorong biaya energi dan logistik. Konsekuensinya harga barang jadi meningkat. Selat Hormuz jadi gambaran soal pentingnya kelancaran jalur distribusi. Kita tentu tidak bisa menyalahkan Iran yang menutupnya. Sebab mereka punya alasan.

Gambaran di atas bukan hanya sekadar teori, tapi beneran punya pengaruh signifikan bagi negara-negara seperti Indonesia. Terlebih negara kita ini, adalah importir net dari minyak. 

Tentu tersendatnya distribusi minyak bisa berpotensi menciptakan kelangkaan. Harga energi dalam negeri bisa jadi akan naik. Secara bersamaan, Indonesia juga sedang menghadapi inflasi musiman karena musim Ramadan dan Lebaran. BPS melaporkan kalau inflasi Februari 2026 sebesar 0,68% (month-to-month) dan inflasi tahunan sudah menyentuh 4,76% (year-on-year).

Cara bertahan hidup buat kelas menengah ketika Perang Iran Israel bikin krisis

Sebagai kelas menengah, yang terpenting dalam situasi seperti ini adalah cara kita menyikapinya. Mereka yang panik dan memborong minyak atau barang kebutuhan dengan jumlah besar bukan langkah yang bijak.

Sebaliknya, mereka yang denial dan merasa bahwa situasi karena Perang Iran Israel tetap terkendali juga tidak baik. Kepolosan bisa jadi melahirkan kepanikan itu sendiri. Sebab mereka baru sadar ketika kondisi sudah terlanjur sulit.

Yang kita butuhkan adalah strategi yang bisa mengurangi kerentanan atau keterpurukan. Tujuannya supaya hidup tidak langsung jatuh terkapar saat harga energi naik dan inflasi musiman ikut meningkat. Berikut cara-cara yang saya maksud.

#1 Menata dan menyelamatkan arus kas selama krisis karena Perang Iran Israel

Melihat dengan detail segala pengeluaran yang kelihatannya kecil tapi tanpa sadar bikin boros. Misalnya langganan platform streaming, aplikasi, atau belanja online. 

Saring kembali mana yang bisa kamu hentikan langganan untuk sementara waktu. Kalau kita bisa memotong 10% sampai 15% dari pengeluaran tersebut selama satu atau dua bulan, kita sudah menciptakan ruang napas untuk pengeluaran.

#2 Tahan keputusan yang boros bahan bakar

Perang Iran Israel yang sedang terjadi erat kaitannya dengan energi dan logistik. Di situasi saat ini, orang yang paling boros adalah yang aktivitasnya selalu bergerak dengan kendaraan pribadi untuk kegiatan-kegiatan kecil. 

Iklan

Satukan agenda, prioritaskan rute yang mengharuskan berkendara, dan pertimbangkan berjalan kaki saat pergi ke tempat-tempat dekat, atau gunakan transportasi umum jika jaraknya jauh. Menghemat bahan bakar bisa jadi salah satu yang melegakan pengeluaran kita saat krisis.

#3 Batasi penggunaan layanan utang, mulai dari pinjol, kartu kredit, hingga paylater

Gunakan kalau memang arus kas yang kita miliki sudah lancar dan disiplin. Hindari penggunaannya untuk menutup lubang utang yang lain. Dalam situasi krisis karena Perang Iran Israel, biaya hidup yang naik bisa jadi mendorong orang untuk tetap konsumtif dengan memanfaatkan layanan utang.

Mereka tergoda dengan slogan “bayar nanti” demi menikmati barangnya saat ini. Persoalannya, kondisi karena Perang Iran Israel seperti saat ini bisa membuat penyedia layanan mematok bunga tinggi tanpa kita sadari. Akibatnya, malah makin membebani. Ketika pendapatan sudah nggak cukup memenuhi kebutuhan rutin, dan utang juga tetap jalan, maka ada yang salah dengan arus kas yang dimiliki.

#4 Hindari segala bentuk instrumen trading yang punya volatilitas tinggi 

Yakinlah, masuk ke instrumen seperti saham, kripto, forex, dan instrumen serupa lainnya saat ini hanya bikin kita makin gila karena naik turunnya nggak ngotak. Kalau bukan trader dengan manajemen risiko yang baik, kamu tidak perlu memaksa untuk mantengin harga hanya karena timeline lagi ramai.

Yakinlah, apa yang kita lihat di timeline soal suatu produk bisa jadi hanya praktik pompom (hasutan) biar kita fomo. Lebih baik kita kuatkan pondasi, mulai dari perkuat likuiditas (dompet) dan diversifikasi investasi emas atau reksadana karena kita nggak tahu sampai kapan Perang Iran Israel berlanjut.

#5 Pertebal bantalan pengeluaran melalui tabungan dan dana darurat

Yah ini mungkin terdengar klise, tapi keberadaan tabungan atau dana darurat menghindarkan kita dari perilaku utang. Ancaman keuangan seperti sakit, kendaraan rusak, atau pendapatan terganggu bisa di-backup dengan uang ini. 

Jangan sungkan juga untuk biaya proteksi seperti asuransi atau BPJS. Keberadaannya mengurangi beban pengeluaran saat menghadapi kondisi yang tidak diinginkan.

#6 Bagi yang muslim, siapkan Lebaran yang realistis

Mulai dari bikin anggarkan mudik sejak hari ini dan jangan kamu tunda. Lalu, beli kebutuhan jauh-jauh hari dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan. Batasi pengeluaran sosial yang sering nggak terasa, misalnya titipan oleh-oleh, traktir teman atau saudara, atau pengeluaran lainnya yang nggak wajib. Kita nggak harus menyambut Lebaran dengan sikap royal dan boros.

Perang Iran Israel bikin situasi tidak pasti

Itulah beberapa strategi yang bisa kita lakukan untuk merespons krisis karena Perang Iran Israel. Sebagai kelas menengah, kita memang tidak punya kekuatan untuk menghentikan perang. Tapi, kita masih punya kendali terhadap sesuatu yang paling dekat, yaitu keputusan keuangan dan kebiasaan kita sehari-hari. 

Di tengah konflik global dan inflasi yang berpotensi meningkat, kepanikan justru menciptakan ketidakberlanjutan hidup. Sikap tenang dan bijak membuat pikiran kita justru dapat menata prioritas, menjaga keuangan, dan menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu. 

Maka, tetap realistis, jangan pesimistik, apalagi panic buying. Intinya adalah supaya kita tetap waras selama bertahan hidup.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung dan tips finansial lainnya di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: dana daruratinflasiIranIsraelMenabungPerang Iran IsraelPerang Iran vs Israelpinjaman onlineselat hormuz
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia
Aktual

Bukan Nuklir, Air Adalah “Senjata Pemusnah” Paling Mematikan di Perang AS-Iran

4 Maret 2026
Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia
Tajuk

Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia

2 Maret 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Tabungan likuid untuk jaga-jaga pas kehilangan pekerjaan (PHK) memang penting. Tapi banyak pekerja Indonesia tak mampu MOJOK.CO
Mendalam

Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia

Bukan Nuklir, Air Adalah “Senjata Pemusnah” Paling Mematikan di Perang AS-Iran

4 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

3 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Derita Kakak yang Jadi Tulang Punggung Keluarga: Adik Lolos SNBP Malah Overthinking, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Menderita

2 Maret 2026

Video Terbaru

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.