Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
30 Juni 2026
A A
Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput (Ambarrukmo)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Land of Leisures (LOL) 2026 mulai berlangsung pada Kamis (25/6/2026). Acara curated market yang sudah berlangsung selama satu dekade ini tak cuma meriah, tapi juga berdampak bagi masyarakat sekitar.

***

Iklan

Pagi itu, Atrium Plaza Ambarrukmo sudah dipadati lautan manusia. Meski beberapa booth masih tutup dan sebagian penjaga stan masih sibuk menata etalase produk, animo publik justru sudah meluap. Keseruan terasa bahkan jauh sebelum pita seremonial resmi digunting oleh penyelenggara.

Setelah acara pembukaan dan pengguntingan pita, lautan manusia tersebut pelan tapi pasti mengisi ruang-ruang tenant di Atrium Plaza. Yang saya lihat, banyak yang langsung berhenti cukup lama di tenant fesyen seperti kacamata dan baju. 

Saat itu, saya memilih untuk mengitari tenant-tenant terlebih dahulu, sembari mencari titik mana yang paling memikat.

Gelaran LOL edisi kali ini jelas punya bobot historis yang istimewa: usia sepuluh tahun. Bukan usia yang singkat, dan menunjukkan bahwa acara ini sudah punya pijakan yang amat mantap. 

Dan, ini terlihat dari traffic pengunjung yang makin meningkat beberapa jam setelah acara dibuka. Perlu diingat, ini Kamis, masih hari kerja, di jam kerja pula, tapi arus pengunjung sudah begitu ramai. 

Sulit membayangkan sepadat apa lautan manusia ini saat akhir pekan tiba, mengingat festival ini dihelat empat hari penuh.

Lautan manusia awal Land of Leisures dibuka (dokumentasi reporter)

Kualitas produk adalah kunci utama

Fenomena membludaknya massa pada hari kerja tersebut sejatinya cukup masuk akal. LOL tidak pernah menempatkan dirinya sekadar sebagai lapak bertransaksi. Ia adalah panggung bagi jenama yang telah melewati kurasi ketat.

Saya mendapat kesempatan berbincang dengan Aprilian Laili, Project Director Land of Leisures 2026, untuk mendapat gambaran utuh tentang event ini, dimulai dari sejarahnya.

Laili, sapaan akrabnya, berpendapat bahwa masalah terbesar yang dihadapi para pelaku kreatif di Jogja, salah satunya, adalah wadah. Tidak bisa dimungkiri, Jogja memang tempatnya orang kreatif. Akan tetapi, kreativitas tanpa wadah hanya akan percuma. 

Masalah wadah ini tak hanya perkara tempat unjuk gigi, tapi juga perkara update hal-hal yang menjadi tren aktual di kota lain, seperti Jakarta. Padahal, konektivitas ini penting, terutama untuk peningkatan kualitas.

Itulah yang mendasari dibuatnya LOL, agar jenama dari Jogja dan Jakarta bisa saling merangkul, bisa saling update, yang tentu saja efeknya ke peningkatan kualitas. 

Sepuluh tahun berselang, buah dari persilangan ide tersebut mulai matang. Produk dari Jogja bisa bersaing.

Iklan

“Seiring berjalannya waktu, mulai setelah pandemi, brand-brand dari Jogja ternyata juga sudah cukup bisa bersaing. Awalnya, fifty-fifty produk dari Jogja dan Jakarta, tapi kini akhirnya lebih banyak brand Jogja. Karena secara kualitas, brand dari Jogja bisa disandingkan,” jelas Laili, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses kurasi LOL menempatkan kualitas produk sebagai parameter utama. Stan yang lolos saringan adalah mereka yang punya estetika sekaligus ketajaman membaca zaman.

“Kriterianya tadi, seperti yang sempat aku bilang, kualitas produk. Terus juga bagaimana tenant ini cukup bisa adaptif dengan tren,” ujarnya. 

“Kebanyakan yang datang ke Land of Leisures adalah anak muda. Otomatis anak muda mencari sesuatu yang relate dengan yang sedang happening sekarang kan. Dari apparel, kemudian dari aksesoris, terus food and beverages, semuanya itu memang harus sesuai tren,” imbuhnya, detail.

Kurasi yang ketat ini dimaksudkan agar kualitas LOL tetap terjaga, pun ini juga membantu para tenant meraih banyak keuntungan. Seperti peningkatan kualitas lewat pertukaran ide, serta yang paling jelas adalah keuntungan.

Tenant dalam Ambarrukmo (dokumentasi reporter)

Kurasi selektif ini berbanding lurus dengan perputaran ekonomi yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Berdasarkan data pendapatan yang dihimpun penyelenggara dari para tenant seusai acara, LOL menawarkan prospek bisnis yang sehat. Bukti nyatanya adalah tingkat retensi peserta; sejumlah jenama tercatat tak pernah absen mengikuti festival ini lebih dari lima edisi.

“Kita memang menyukai produknya, terus market, orang-orangnya yang dateng ternyata sangat-sangat antusias dengan produknya, salah satunya adalah Demie Bakmi. Dia sering ikut Land of Leisures, tapi orang masih antre.”

Jogja adalah market yang menarik

Berdasarkan amatan saya di lokasi, tenant-tenant yang ada memang sesuai dengan tren yang sedang happening di anak muda. Sebagai contoh, ada tenant kacamata dengan desain yang unik. 

Selain dominasi busana dan kacamata berdesain unik tadi, stan tumbler juga mencuri panggung. Kesadaran akan gaya hidup sehat membuat produk ini laris manis sebagai penunjang hidrasi harian yang vital bagi kaum urban.

Jenama Domma menjadi salah satu pemain di sektor ini. Wina (23), penjaga gerai Domma, menuturkan bahwa bisnis mereka berawal dari penjualan stoples sebelum akhirnya melakukan rebranding.

“Pas kita coba-coba market di 2021, salah satu yang paling masuk market adalah tumbler, lalu 2023 kita mulai fokus ke tumbler,” ungkapnya saat saya temui.

Bagi jenama asal Jakarta tersebut, membuka gerai di Yogyakarta bertujuan memperluas penetrasi brand awareness. Wina mengungkapkan, masa puncak penjualan biasanya jatuh pada bulan Januari serta pascalebaran—momen saat resolusi hidup sehat mendorong orang ramai-ramai mendaftar ke pusat kebugaran.

Booth Dooma, tumbler kalcer di Land of Leisures.
Booth Dooma, tumbler kalcer (dokumentasi reporter)

Eksposur masif LOL dalam mengonversi kesadaran merek menjadi transaksi nyata turut diamini oleh Bellywise Jogja. Bagi jenama kuliner lokal tersebut, edisi 2026 menandai partisipasi keempat mereka. 

Hanna (28), staf pemasaran Bellywise, mengonfirmasi bahwa keikutsertaan mereka selalu membuahkan audiens baru yang berkualitas bagi store utama mereka.

“Biasanya kalau event gini ‘kan bagiin voucher. Nah terus, biasanya voucher kita validate sebulan setelah event ini. Ya biasanya ada yang dateng ke resto untuk menukarkan voucher tersebut,” jelasnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Land of Leisures (@lol.yk)

Dampak Land of Leisures pada sekitar

Manfaat ekonomi sebuah perhelatan akbar sejatinya tidak boleh berhenti di dalam gedung penyelenggaraan. Keberhasilan event baru teruji ketika tetesan rezekinya meluber hingga ke lingkaran luar, yakni pihak-pihak yang tak terlibat secara langsung, tapi punya peran vital. 

Salah satunya, tukang parkir.

Adi (42), penyedia jasa parkir di barat Plaza Ambarrukmo, menyatakan bahwa acara-acara seperti ini meningkatkan jumlah pengguna jasa parkir yang ia sediakan. Bahkan, baru hari pertama saja, sudah terasa peningkatannya, meski hari itu masih siang, masih di jam kerja.

“Biasane yo tambah rame, nganti bludak-bludak, tekan kono, biasane (Biasanya tambah ramai, sampai membludak),” ujarnya.

Kondisi parkir luar Ambarrukmo Plaza (dokumentasi reporter)

Adi menambahkan, puncak pengguna jasa parkir biasanya pada weekend, Sabtu-Minggu, di saat artis utama tampil. Malam hari jadi waktu tersibuk untuknya mengatur parkir.

Peningkatan brand kreatif Jogja yang bergabung, ramainya animo pengunjung, serta efek-efek positif yang tercipta dari LOL menunjukkan bahwa suatu event jelas tak hanya perkara seremonial dan seru-seruan saja. Namun, ia bisa memberikan efek-efek positif yang berantai, hingga ke akar rumput, menghidupi hingga kanan-kirinya.

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Ahmad Effendy

BACA JUGA Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2026 oleh

Tags: Land of LeisuresLand of Leisures 2026plaza ambarrukmo
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal
Hiburan

“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

19 Juni 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo

6 Maret 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO
Ragam

Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.