Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Marc Klok Tinggalkan Persija, MoneyKlok, dan Kecerdikan Persib Bandung

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
30 Juni 2021
A A
Marc Klok Tinggalkan Persija, MoneyKlok, dan Kecerdikan Persib Bandung

Marc Klok Tinggalkan Persija, MoneyKlok, dan Kecerdikan Persib Bandung

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persija, dari sisi teknis, akan merindukan Marc Klok di lini tengah. Sementara itu, Persib Bandung mendapat pemain bagus secara cuma-cuma.

Jujur, saya sering dibikin bingung dengan status kontrak profesional pemain dan klub di Indonesia ini. Soal durasi, saya masih bisa memaklumi karena berkaitan dengan kesehatan kas sebuah klub. Nah, untuk berbagai hal lainnya, jujur, saya bingung, lalu resah. Kenapa kalau membahas sepak bola Indonesia selalu ada saja bayangan rasa bingung, tidak jelas, lalu kecewa.

Beberapa tahun yang lalu ada cerita konyol. Sandi Sute, pemain pro, lupa masih punya kontrak dengan Persija Jakarta. Celakanya, dia sudah keburu tanda tangan kontrak berdurasi 1 tahun dengan Kalteng Putra. Sandi mengaku masalah ini berawal dari miskomunikasi. Lucu banget.

Yah, mungkin, dedikasi Sandi Sute ke lapangan hijau terlalu besar. Yang dia pikirkan hanya bermain, menendang bola yang sudah seperti kawan seperti Kapten Tsubasa. Lalu, bagaimana dengan Marc Klok? Gelandang Persija Jakarta yang “pindah secara gratis” ke Persib Bandung.

Nah, di sini, rasa bingung yang saya maksud di atas mulai muncul. Kebetulan, entah bagaimana, saya tahu kalau kontrak Marc Klok bersama Persija itu masih sampai 2024. Oke. Hal ini klir ya. Masih ada 2 tahun masa kerja. Namun, tiba-tiba, Marc Klok sudah berseragam Persib Bandung.

MoneyKlok dan kesetiaan yang semu

Hmm… oke, perpindahan itu hal biasa di sepak bola. Setelah saya baca lagi, ternyata Klok pindah tanda biaya. Persib Bandung tidak mengeluarkan 1 rupiah pun untuk membeli pemain berdarah Belanda itu. Yah, paling keluar dikit buat jajanin Marc Klok tiket Primajasa Rp90.000 dari Jakarta ke Bandung naiknya dari Kali Deres turun di Leuwi Panjang.

Nah, sampai di sini, berarti ada proses pemutusan kontrak. Artinya, ada penalti yang harus dibayarkan oleh salah 1 pihak. Namun, sampai sore ini, saya nggak menemukan klausul penalti itu. Ternyata, kedua pihak sepakat untuk sama-sama bubar. Jadi nggak ada penalti. Sayang banget Klok nggak dapat pesangon.

Sayang banget juga buat Persija karena kehilangan salah satu pemain bagus menjelang sepak mula Liga Indonesia, yang entah kapan bola itu akan mulai disepak. Lagipula, aksi penjualan/pembelian pemain dengan harga fantastis jarang terjadi di Indonesia.

Durasi kontrak yang pendek membuat banyak aksi transfer terjadi secara gartis. Dari sini pula lalu muncul istilah “membubarkan dan membentuk tim”. Tim bola udah kayak tim arisan yang dibubarin menjelang Lebaran buat bagi-bagi tabungan, lalu dibuka lagi sebulan kemudian dengan anggota baru.

Yah, terlepas dari itu semua, suporter Persija ngambek dong. Mereka menghujat Marc Klok, pemain berdasar Belanda yang udah jadi akamsi. Fans Persija menyebut Klok pindah hanya karena masalah duit. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini mendapat julukan MoneyKlok. Mungkin maksudnya plesetan dari MoneyHeist.

Sementara itu, Persib Bandung, menerima Marc Klok dengan suka cita. Akun-akun fans Persib Bandung yang saya follow banyak bikin konten lucu-lucuan untuk menyambut mantan pemain PSM Makassar itu. Yah, isinya bagus, antara menyambut, sambil menyindir Persija, tetangganya itu.

Perkara duit ini memang dilema. Pertama, di Indonesia ini, sangat sedikit pemain yang bisa setia bersama klub sampai, minimal, 5 tahun, tanpa minta gaji naik terlalu tinggi. Dikit banget. Kesetiaan pemain dengan klub itu tipis banget. Jadi, buat fans Persija, yang sabar saja. Memang begitu rata-rata kontrak dan kesetiaan pemain bola di Indonesia.

Kesetiaan paling tinggi di sepak bola Indonesia itu wujud konkretnya cuma ada satu, yaitu hubungan antara suporter dan klub. Udah itu aja. Nggak ada yang lain.

Kecerdikan Persib Bandung

Lalu, gimana dengan Persib Bandung, nih? Kalau buat saya, yang netral ini, mereka cerdik banget. Kalau hari ini Marc Klok resmi berseragam Persib Bandung, artinya, proses negosiasi sudah dimulai sejak jauh-jauh hari, bukan? Artinya, manajemen Persib bisa mendapatkan informasi perihal situasi kontrak dan isi hati Klok.

Iklan

Sebagai klub papan atas yang pasti ingin membangun skuat terbaik, wajar bila Persib Bandung mengajukan penawaran. Sama seperti klub Malaysia, Timur Tengah, bahkan Bali United dan Arema FC, yang konon juga mengajukan tawaran.

Persib Bandung, di mata saya, punya 2 magnet kuat untuk sang pemain. Pertama, besaran gaji yang lebih tinggi dari tawaran Persija. Kedua, keberadan Robert Rene Alberts, sosok pelatih yang membawa Klok ke PSM dan menjadikannya sebagai salah satu gelandang sentral terbaik kala itu.

Hmm… gimana ya, Pak Rene itu adalah sosok pelatih yang bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Marc Klok. Kalau saya jadi pemain, tentu paling enak dilatih oleh sosok yang memahami dan bisa memaksimalkan potensi saya. Di luar soal duit dan kesetiaan, aspek ini sangat penting dari saga ini.

Yang akan dirindukan Persija

Dulu, sejak Rene Alberts kembali menjadi pelatih PSM Makassar, klub ini berhasil menunjukkan cara bermain sesuai identitas mereka: keras dan penuh determinasi.

Sebuah ekosistem yang cocok untuk spesifikasi yang dimiliki Marc Klok sebagai seorang gelandang bertahan. Kecocokan ini pula yang membuat sang pemain begitu penting untuk PSM, hingga membuat Syamsul Chaeruddin, legenda PSM, tergusur ke bangku cadangan.

Sebagai gelandang bertahan, Klok adalah pemain dengan spesifikasi yang lengkap. Pemain yang saat itu masih berusia 24 tahun punya stamina yang bisa diandalkan. Area bermainnya yang cukup luas tidak menjadi masalah untuk Klok berkat staminanya. Tentunya, Klok tak sekadar berlari mengejar bola. Ia membaca arah serangan lawan dengan baik, sehingga tak membuang stamina dengan sia-sia.

Ketika dibutuhkan, Klok adalah tukang tekel yang jeli. Sepak bola Indonesia, terutama menit pertama hingga sekitar menit 65, biasanya diwarnai dengan tempo yang cukup tinggi. Banyak aksi berlari, hampir di semua situasi. Oleh sebab itu, gelandang bertahan akan “dipaksa” banyak melakukan pelanggaran karena salah menempatkan diri dan kecolongan serangan balik.

Marc Klok sendiri bisa beradatasi dengan beragam situasi dengan cepat. Saat itu, tercatat, dari 17 penampilan awal bersama PSM, Klok hanya mengantongi 4 kartu kuning dan 1 kartu merah. Kartu merah yang dia rasakan pun berupa akumulasi, bukan karena pelanggaran yang sangat brutal. Catatan ini membuktikan kecerdasan Klok ketika mengambil bola, atau melakukan pelanggaran yang disengaja (technical foul).

Melihat spesifikasinya sebagai gelandang yang komplet, Persija akan merindukan Klok. Salah satunya adalah kemampuan Klok melindungi barisan bek dan turut aktif ketika membangun serangan.

Yah, pada akhirnya, jangan pernah bertaruh kesetiaan dengan pemain sepak bola di Indonesia. Ada yang bisa bersetia dalam waktu yang lama dan sebuah ikatan emosial terbangun. Namun, lebih banyak pemain yang pragmatis, siap pindah klub sesering mungkin demi karier dan biaya hidup.

Maklum, gaji pemain bola di Indonesia, meski terbilang agak lumayan, masih ada saja yang terlambat dibayar. Mencari yang bisa memberi kepastian itu pilihan manusiawi, kan.

BACA JUGA Haringga Sirla Sudah Ajari Kita, Jangan Mengharapkan Apa pun Bahkan Pada Sepak Bola dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2021 oleh

Tags: Liga 1marc klokPersibPersib BandungPersijaPersija Jakarta
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
PSIM Jogja Aku Yakin dengan Kamu MOJOK.CO
Esai

PSIM Jogja: Aku Yakin dengan Kamu

18 Februari 2025
Liga 3 Faktanya, Liga Malaysia Jauh Meninggalkan Kita MOJOK.CO
Esai

Memaksimalkan Liga 3 Sebagai Cara untuk Mengejar Ketertinggalan dari Sepak Bola Malaysia

11 September 2023
var liga 1 mojok.co
Olah Raga

Liga 1 Mau Pakai VAR, Tapi Ada 5 Syarat yang Harus Dipenuhi

18 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.