Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Messi dari Indonesia, Egy Maulana Vikri, Akhirnya Jalani Debut Profesional

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Salah satu talenta Indonesia, Egy Maulana Vikri, merasakan debut profesional bersama Lechia Gdansk. Fokus dan kerja keras akan menentukan masa depannya.

Pemberitaan namanya begitu gencar ketika resmi memperkuat sebuah klub dari Eropa. Ia pernah didekati beberapa klub besar, juga dari Benua Biru. Real Madrid, misalnya, disebut tertarik “mengasuh” dirinya bersama tim akademi. Namun, pada akhirnya, demi kepastian bermain, Egy Maulana Vikri memutuskan bergabung dengan Lechia Gdansk, sebuah klub dari Polandia.

Egy Maulana Vikri dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia. Usianya masih sangat muda ketika mencuri perhatian. Kualitas teknik hingga kepercayaan diri membuat namanya diharapkan akan menghiasi tim senior timnas Indonesia di masa depan. Lantaran kaki dominannya adalah kaki kiri dan banyak bermain di sisi kanan (inverted), olah bola yang mumpuni, membuat Egy Maulana Vikri disebut sebagai “Messi-nya Indonesia”.

Meski sadar bahwa dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan yang keras dan sungguh berbeda dibandingkan apabila ia memilih Portugal, keputusan Egy terbilang cukup bijak. Bagi pesepak bola belia, selain ilmu dan latihan, yang sangat diperlukan adalah pengalaman bertanding bersama tim utama. Singkatnya, sebuah kesempatan bertanding adalah bekal perkembangan terbaik.

Menumpuk pengalaman selagi muda akan memberi Egy banyak ruang untuk menganalisis, merasakan dirinya membuat kesalahan, dan berkembang berdasarkan kesalahan-kesalahan tersebut. Jika sejak dini seorang pesepak bola menyadari mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak, perkembangannya menjadi lebih terarah.

Meski bermain di sebuah liga yang dianggap kasta kedua di Eropa, Egy Maulana Vikri akan mendapatkan kesempatan yang berharga itu. Tentunya, melihat talenta Egy, Lechia Gdansk tidak akan menjadi pelabuhannya yang terakhir. Bukan maksud merendahkan Lechia, namun potensi Egy memang begitu besar. Boleh dikata, salah satu wonderkid terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Jika Egy berkembang dengan sempurna, baik teknis maupun mental, tidak akan lama kita akan melihatnya bermain di liga kasta pertama di Eropa. La Liga atau Bundesliga akan sangat cocok untuk perkembangan karier dan kemampuan Egy selanjutnya.

Dan, setelah menunggu beberapa bulan, lewat masa adaptasi yang terbilang tidak ringan, Egy Maulana Vikri akhirnya mendapatkan kesempatan debut profesional. Lechia Gdansk melawan Karpaty Lviv, sebuah klub dari Ukraina dalam sebuah uji tanding. Pelatih Lechia Gdansk Piotr Stokowiec menempatkan Egy di sisi kanan, posisi favorit si pemain.

Debut di liga yang asing, bermain di level atas ketika masih sangat muda bukan urusan sepele. Memang terbukti ketika Egy Maulana Vikri kesulitan mendapatkan bola sepanjang 60 menit penampilannya. Masuk satu jam pertandingan, Egy ditarik keluar dan digantikan Mateusz Zukowski. Lechia Gdansk sendiri akhirnya kalah dengan skor 0-1.

https://youtu.be/KnIKLUtRPkU

Hasil akhir pertandingan bukan perhatian utama. Merasakan atmosfer level tertinggi sangat penting untuk perkembangan teknis dan mental pemain muda. Seiring menit bermain yang ia tumpuk, Egy Maulana Vikri akan mencapai level terbaiknya dan memenuhi harapan penggila bola di Nusantara.

Penampilan kedua mungkin tidak akan datang dalam waktu dekat. Namun, berlatih bersama tim utama dan merasakan pertandingan sesungguhnya sudah patut dirayakan. Kalau sudah begini, semuanya kembali ke tangan Egy Maulana Vikri sendiri. Perkembangan dirinya akan ditentukan oleh fokus dan kerja kerasnya selama membela Lechia Gdansk. Selamat berjuang, Egy!

Terakhir diperbarui pada 10 September 2018 oleh

Tags: Eguy debutEgyEgy MaulanaEgy Maulana VikriLechia Gdanskmessi
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bule Bali Viral hingga Messi yang Harusnya Bersyukur Bisa ke Indonesia!
Video

Bule Bali Viral hingga Messi yang Harusnya Bersyukur Bisa ke Indonesia!

31 Mei 2023
14 Tahun Nyamar Nggak Ketahuan, Udah Kayak Film Korea!
Video

14 Tahun Nyamar Nggak Ketahuan, Udah Kayak Film Korea!

22 Desember 2022
Diluar Nalar! Duit Zakat Disikat! Banyak Konser Gagal Dihelat!
Video

Diluar Nalar! Duit Zakat Disikat! Banyak Konser Gagal Dihelat!

7 Desember 2022
Desa Argentina di Pambusuang gara-gara Maradona
Geliat Warga

Cerita Desa Fans Fanatik Argentina, Saat Maradona dan Messi Turun di Pambusuang

3 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.