MOJOK.COMalcom, pemain baru Barcelona, perlu mengubah kebiasaan buruknya. Cara paling sederhana adalah mencontoh perubahan Lionel Messi.

Jika dipikirkan dengan lebih tenang, langkah Barcelona menikung AS Roma untuk mendapatkan tanda tangan Malcom cukup berisiko. Bukan soal dana transfer hingga 41 juta euro yang bermasalah, pertanyaanya adalah mampukah Barcelona mengintegrasikan pemain asal Brasil tersebut ke dalam skuat mereka.

Jika berbicara soal integrasi pemain, kita harus berbicara soal cara bermain dan adaptasi si pemain. Pada titik ini, terjadi sebuah masalah yang bisa sangat sulit dipecahkan oleh tim pelatih Barcelona, yaitu mengadaptasikan ciri khas Malcom ke dalam ide besar Ernesto Valverde. Jika mencermati banyak video di Youtube soal Malcom, kamu akan mendapati beberapa ciri permainan Malcom yang khas. Mari kira urai satu per satu.

Yang jelas di mata adalah kebiasaan untuk menggiring bola, melakukan penetrasi hampir separuh lapangan. Bahkan pada situasi tertentu, pemain berusia 21 tahun tersebut terasa terlalu lama “menggoreng” bola. Memang, kebiasaan ini bisa subur berkembang lantaran cara bermain Bordeaux.

Malcom diberi kebebasan untuk berlama-lama menggiring lantaran dirinya memang punya kemampuan olah bola di atas rata-rata. Ketika ia berakselerasi dengan bola di kaki, rekan-rekannya akan menyesuaikan dengan arah gerak dan gelagat Malcom. Intinya, dirinya diberi situasi yang cocok dengan kemampuannya.

Namun, yang perlu diingat adalah ia akan bermain di La Liga, sebuah liga yang jelas lebih berat ketimbang Ligue 1. Tidak bisa seorang pemain tidak beradaptasi dengan ide timnya.

Ciri khas kedua adalah cara bermainnya sebagai inverted winger. Kaki dominan pemain yang juga hampir menjadi milik Everton ini adalah kaki kiri, yang banyak bermain di sisi kanan. Di beberapa kesempatan, Malcom banyak bergerak ke lapangan tengah untuk melakukan kombinasi satu sentuhan.

Baca juga:  Lionel Messi dan Mantra Barcelona Bernama Expelliarmus

Ketika membaca dua ciri khas Malcom di atas, apakah kamu terbayang dengan kemampuan seorang pemain kelas dunia? Malcom adalah gambaran Lionel Messi muda, ketika dirinya baru saja promosi dari akademi ke tim utama Barcelona. Yang membedakan hanya posisi, Messi bermain sebagai penyerang sayap sebelah kanan, sedangkan Malcom gelandang sayap.

Kenapa saya menuliskan bahwa Malcom mirip Messi? Karena ciri diri Malcom harus dirombak ulang untuk disesuaikan dengan cara bermain Barcelona. Sampai di sini, saya harus memberikan pengantar soal cara bermain Barcelona di bawah asuhan Valverde, supaya kamu tidak selalu terbayang Pep Guardiola ketika bicara perubahan cara bermain Messi.

Jadi begini. Cara bermain Valverde sebenarnya sangat sederhanan. Fokus utama pelatih asal Spanyol tersebut adalah keseimbangan tim. Fokus ini nampak dari penggunaan Paulinho sebagai penyeimbang, menemani Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Skema paten Valverde adalah 4-4-2 dengan dua pemain di sisi lapangan, yang biasa diisi Andres Iniesta dan Paulinho adalah wide-midfielder.

Keduanya jago menjaga kompaksi bentuk skema Barcelona. Disiplin, kedua pemain di sisi lapangan berfungsi sebagai penyeimbang dan sumur kreativitas ketika dibutuhkan. Jika masih menggunakan skema dan cara bermain yang sama, maka kemungkinan terbesar adalah Valverde memainkan Malcom sebagai gelandang sayap sebelah kanan.

Bermain di posisi dan peran ini, dalam konteks Barcelona, membutuhkan spesifikasi tertentu. Di sinilah perubahan cara bermain Messi menjadi kunci bagi usaha Barcelona memoles Malcom.

Seiring bertambahnya usia, cara bermain Messi berubah. Pemain asal Argentina itu tidak lagi banyak menggiring bola sebanyak ketika masih di awal usia 20an. Posisi Messi pun tidak lagi sebagai penyerang sayap, melainkan wide-playmaker. Bahkan, Messi banyak bermain di belakang penyerang, baik di Barcelona maupun di timnas.

Baca juga:  Kalau Real Madrid, Barcelona, dan PSG Bergerak, Deadline Day Eropa Bakal Memanas

Messi mementingkan efektivitas, dengan umpan-umpan pendek untuk kemudian menggunakan kemampuan penetrasi ketika sudah dekat dengan kotak penalti. Kombinasi umpan pun menjadi lebih banyak. Salah satu signature move Messi sekarang bukan lagi melewati tiga sampai lima pemain, melainkan bermain kombinasi satu sentuhan dan mengirim bola diagonal yang tajam dan akurat ke kotak penalti untuk diselesaikan rekannya.

Supaya bisa berguna, kebiasaan menggiring bola terlalu banyak perlu dihancurkan. Toh, salah satu kelemahannya adalah sering ceroboh ketika mengotrol bola sembari berlari lalu memberikan umpan. Umpan pendeknya sering tidak akurat dan merepotkan rekannya untuk menerima umpan tersebut.

Tentu, kebiasaan ini tidak boleh dibawa ke Barcelona. Yang meskipun sudah tidak lagi identik dengan positional play ala Guardiola (dan Luis Enrique), namun tetap mempertahankan ciri khas umpan pendek akurat ketika membangun serangan.

Selain menyederhanakan cara bermain, Barcelona, dalam hal ini Valverde, bisa mengubah skema dasar untuk mengakmodasi Malcom. Salah satunya dengan kembali bermain menggunakan skema 4-3-3 atau 4-3-1-2. Malcom yang berkaki kiri bisa dimainkan sebagai penyerang sayap sebelah kiri atau menjadi gelandang serang di belakang Luis Suarez dan Lionel Messi.

Begitulah dua cara sederhana yang bisa dilakukan Barcelona untuk memoles pemain barunya. Memang, harga pemain baru ini “hanya” 41 juta euro. Masih murah untuk ukuran El Barca. Namun, jika gagal memaksimalkan kemampuan Malcom, dana 41 juta euro tersebut akan terasa sangat besar.