Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
WVI: Puluhan Anak Korban Karhutla Kalimantan Terkena ISPA, Mandi Hanya Bisa Sekali dalam 2 Hari
Yayasan anak WVI tengah mendampingi puluhan anak yang menjadi korban ISPA akibat karhutla di Kalimantan.
Melepas Kerja di PT demi Menjadi Pandai Besi di Klaten, serta Merawat Sejarah di Sentra Keris Mataram Kuno
Selama ratusan tahun, warga di Desa Koripan, Klaten masih mempertahankan pekerjaan utamanya sebagai pande besi untuk merawat ingatan sejarah.
Tinggalkan Kerja Elite di SCBD untuk Pulang ke Solok demi Work-life balance, tapi Orang Desa Malah Nggak Paham
Orang desa menganggap kerja di SCBD Jakarta sudah mapan, tapi Mentari lebih pilih tinggal di Solok demi mendapatkan work-life balance.
Melamun di Rooftop Kosan: Jorok Tak Masalah, karena Sudah Muak Menjadi Workaholic di Jakarta
Ada alasan logis mengapa melamun di rooftop kosan disukai pekerja kota, bagi mereka ia adalah tempat pelarian termurah.
8 Tahun Merantau di Kota-kota Besar, Saya Pilih Ranah Minang sebagai Sebaik-baiknya Tempat Pulang
Pengalaman merantau selama 8 tahun di kota-kota besar membuat urang Minang ini sadar, kebahagiaan sejati adalah kembali ke kampung halaman.
Seporsi Soto Garing Delanggu: Cara Sudiman Merawat Cinta untuk Sang Istri hingga Sukses Menguliahkan Tiga Anak
Rahasia sukses pedagang soto garing legendaris di Delanggu. Harga cuma Rp7 ribu tapi sukses antarkan 3 anaknya kuliah.
Demi Cuan dan Objek Penelitian, Ribuan Monyet yang Terancam Punah Rela Dikirim ke Luar Negeri
Berbagai upaya dari pegiat hewan untuk melindungi satwa yang terancam punah telah dilakukan, tapi pemerintah masih getol ekspor monyet.
Standar Orang Have Menurut Gen Z: Pilih Jadi Staf Biasa demi Work-life Balance, Muak dengan Tuntutan Pekerjaan
Bela gen Z yang pilih jadi staf biasa daripada naik jabatan, pakar IPB jelaskan budaya kerja berbasis “kekeluargaan” yang semestinya.