Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald
Malas menggarap skripsi di Jurusan Antropologi Unair karena susah, bikin Uyun lulus lama. Sampai dia dengar nasihat ini dari Timothy Ronald.
User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung bikin pengguna Sancaka geleng-geleng kepala, terlalu bebal dan egois!
Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia
Terpaksa mengikuti kemauan orang tua dan gagal daftar CPNS usai lulus dari Unair, Mega* pilih slow living di Bali.
Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara
Kerap mendapat penolakan sejak kecil, disabilitas netra ini buktikan kuliah sampai S2 dengan prestasi dan beasiswa LPDP.
Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
Kerasnya Jakarta baru disadari Haikal* saat ia mengejar mimpinya sebagai musisi. Alih-alih berhasil, ia malah hidup sebagai gembel.
Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
Lulusan sarjana, sudah dapat kerja mentereng, tapi pilih menetap di desa untuk merawat ibu. Tak peduli dengan cemooh sekitar.
Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
Kelakukan WNI di Arab Saudi bikin geleng-geleng kepala, lebih parah dari negara tetangga saking inginnya cari kerja.
Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
Tak menyesal masuk Jurusan Antropologi Unair yang sepi peminat, lulus bisa kerja di mana saja dan nggak pusing jadi apa.