Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
Ternyata kerja jadi dosen di Indonesia nggak worth it. Gelar S2 dari Jepang jadi nggak guna dan pilih kerja sebagai dosen di Australia.
Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta
Kiat sukses bisnis Mie Ayam Bintang hingga punya 5 cabang di Jakarta yang bisa diterapkan untuk UMKM sederhana.
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
Pentingnya menjaga sikap di tengah rentetan tragedi dan kabar duka seperti kekerasan anak daycare Jogja dan tewasnya penumpang KRL Cikarang Line.
Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
Obrolan antara penumpang dan driver ojol seringkali bikin terenyuh, hingga rela memberikan tip yang jumlahnya tak seberapa tapi bermakna.
Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
Minyak angin Cap Lang, bagai kebutuhan primer bagi anak usia 30-an yang mulai jompo. Tak peduli diejek bau seperti lansia.
Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah
Memahami kerumitan isi pikiran avoidant yang suka ghosting. Mulai dari takut terlalu dekat dengan orang lain hingga takut menikah.
WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja
Penyesalan seorang WNI yang menjadi guru CLC di Malaysia. Selesai mengabdi dan pulang ke Indonesia malah tak dihargai.
“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
Solo date ternyata lebih bermanfaat untuk anak usia 25 daripada nongkrong bareng teman yang sudah sibuk dengan urusan masing-masing.