Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan
Selama satu dekade, kerja sama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Melbourne Symphony Orchestra (MSO) masih berlanjut.
Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance
Lelah dengan pekerjaan yang menatap layar seharian, alumnus Unika ini pilih side hustle dengan menjadi perajin limbah tutup botol plastik.
Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah
Kisah dokter di Klaten, sering tangani petani dengan keluhan sama. Kini, banting setir jadi penasihat dan dirikan perusahaan sendiri.
“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten
Jumirah, ibu dua orang anak ini tetap bekerja jadi pemulung di TPA Troketon, Klaten demi biayai sekolah anak meski menderita diabetes.
Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman
Menemukan esensi sepak bola yang sesungguhnya dari segerombolan bocah tanpa alas kaki di Pelataran Masjid Gedhe Kauman.
Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten
Di balik gunungan sampah itu, para pemulung mengais asa. Bertarung dengan panas, bau, dan lengan bego demi bertahan hidup.
Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis
Warga Klaten khususnya pedagang memanfaatkan WiFi gratis di ruang-ruang publik untuk kesejahteraan ekonomi.
Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola
Dalam sejarahnya, Jogja jadi salah satu kota pemrakarsa yang mendirikan PSSI. Ironinya, lapangan bola di sana kini makin sedikit dan dialihfungsikan secara komersial.