ADVERTISEMENT

Film Gohan: Saat Anjing Liar Jadi Saksi Bisu Kejamnya Shelter Abal-abal dan Rumitnya Cinta Manusia

Film Gohan. MOJOK.CO

Tak hanya berkisah soal kasih sayang antara hewan dengan pemiliknya, film Gohan juga mengangkat potret kehidupan anjing liar yang terjebak dalam shelter abal-abal. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan orang-orang baik yang membantunya bertahan.

***

Meski sudah tahu bahwa film Gohan bertema hewan peliharaan dengan genre melodrama, saya tetap menontonnya sambil tersedu-sedu. Awalnya, saya mengira jika alur cerita Gohan akan mirip seperti film legendaris Hachiko: A Dog’s Story.

Nyatanya, film drama Thailand yang disutradarai oleh 3 orang sekaligus ini justru melebihi ekspektasi saya. Boonprakob, Hemwadee, dan Poonpiriya selaku sutradara mampu membuat resep perjalanan Gohan dengan berbagai macam rasa.

Tak hanya berhasil membuat penonton menguras air mata, melainkan juga membuat mereka merenung dalam memaknai hidup dari tiap orang yang ditemui Gohan.

Dalam durasi 140 menit, kisah sang pemilik seperti Hiro (Yasushi Kitajima), Namcha (Poe Mamhe Thar), serta Pele (Jinjett Wattanasin) dan Jaidee (Tontawan Tantivejakul) terangkum indah dalam 3 babak. 

Pertemuan Gohan dengan Hiro yang baru pensiun

Hiro adalah seorang kakek tua yang merupakan diaspora Jepang yang bekerja sebagai kepala insinyur di Thailand. Setelah 35 tahun bekerja, Hiro harus menghadapi masa pensiunnya. Di tengah ketidaksiapannya meninggalkan rutinitas bekerja, Hiro tak sengaja membawa seekor anjing kecil terlantar di depan minimarket ke rumahnya.

Hiro di film Gohan. MOJOK.CO
Hiro usai memandikan Gohan di rumahnya. (sumber: GDH 559)

Mulanya, Hiro tak ingin mengadopsi anjing tersebut tapi kehadirannya membuat hari-hari Hiro terasa berwarna. Hingga akhirnya Hiro memberinya nama Gohan (diperankan puppy bernama Kori), sekaligus menjadi nama film Gohan tersebut. Namun, Hiro berniat memelihara Gohan hanya sementara. 

Oleh karena itu, Hiro membuka pendaftaran bagi karyawan di tempat kerjanya dulu yang ingin mengadopsi Gohan. Waktu itu, sebenarnya Hiro sudah menemukan 1 adopter yang tepat. Namun, setelah beberapa hari pisah dengan Gohan, Hiro merasa tak tega dan memutuskan tinggal di dekat pantai bersama Gohan.

Hingga kejadian tragis menimpa Hiro yang membuat nyawanya melayang, sementara Gohan (anjing remaja bernama Meechok) tetap setia mendampinginya. Sepeninggal Hiro, Gohan menjadi anjing yang agresif dan tak mau meninggalkan rumah.

Kesetiaan Gohan menjaga rumah Hiro pun menjadi bumerang, karena dirinya dianggap meresahkan. Dia dengan mudah ditangkap oleh orang tak bertanggung jawab dan dibawa ke shelter abal-abal.

Shelter anjing abal-abal dalam film Gohan

Di shelter abal-abal, tubuh Gohan dibius sampai pingsan dan direkam menggunakan kamera untuk meraup banyak donasi dari warganet.

Sayangnya, donasi tersebut tidak benar-benar disalurkan untuk perawatan anjing terlantar, korban kekerasan, atau hewan yang butuh adopsi, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi manusia.

Namcha dan Gohan. MOJOK.CO
Namcha menyelamatkan Gohan dari pemilik shelter abal-abal. (sumber: GDH 559)

Para anjing itu diletakkan di setiap kandang besi. Saat Gohan dibawa di sebuah gudang, kandang besi yang sudah seperti penjara anjing itu tampak tak menyisakan ruang lagi untuk Gohan. 

Akhirnya, sang pemilik shelter abal-abal mengeluarkan seekor anjing yang kondisinya sudah parah untuk dibunuh dan dikubur ke halaman belakang. Dengan begitu, kandang bekas anjing berwarna hitam itu dapat ditempati Gohan.

Nasib yang dialami anjing di film Gohan, sejatinya tidak lebih kejam di dunia nyata. Anjing liar diburu, diperjualbelikan, disiksa hingga mati, dan dimakan dagingnya. Aturan hukum untuk melindungi hewan-hewan ini juga masih diperjuangkan dan belum disahkan.

Beruntung, Gohan bertemu dengan Namcha, seorang imigran asal Myanmar yang bekerja serabutan di shelter abal-abal tersebut. Namcha yang merasa bersalah karena membawa Gohan ke penampungan, akhirnya mengeluarkan semua anjing di sana agar hidup bebas.

Dia pun meminta maaf karena tak bisa menyelamatkan anjing-anjing itu dari awal, mengingat kondisinya yang juga terhimpit. 

Pada babak kedua ini, penonton tak hanya dibawa menyelami perjalanan Gohan tapi juga Namcha yang berjuang mendapatkan surat izin kerja legal. Karena itu pula, Namcha terpaksa meninggalkan Gohan di kereta sekaligus melindunginya agar tak diburu lagi.

Pasang surutnya hubungan sepasang sejoli dalam film Gohan

Pale dan Gohan. MOJOK.CO
Pale dan Jaidee mengajak Gohan jalan-jalan ke pantai.(sumber: GDH 559)

Gohan (anjing tua yang diperankan Hima) akhirnya tinggal di sebuah stasiun yang kerap menjadi pemberhentian. Di sanalah Gohan bertemu sepasang sejoli, Pele dan Jaidee yang baru saja diterima di perkuliahan.

Jaidee sangat menyukai Gohan tapi tak bisa merawatnya di penginapan, sehingga dia hanya bisa menyapa dan sesekali memberi makan Gohan. Namun lambat laun, kesehatan Gohan terus menurun seiring dengan pasang surutnya hubungan Pele dan Jaidee.

Saat Jaidee berhasil lulus dan mendapatkan pekerjaan, hubungan asmara mereka justru merenggang. Pele yang kehilangan arah hidup akhirnya harus menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Jaidee pun tidak bisa dilanjutkan.

Untuk mencegah Jaidee meninggalkannya, Pele yang mulanya tidak suka dengan anjing memutuskan merawat Gohan di penginapan—sesuatu yang menjadi kekhawatiran Jaidee meninggalkan Gohan sendirian.

Keduanya pun memutuskan merawat Gohan bersama, seiring dengan kesehatan Gohan yang mulai membaik hingga Gohan tutup usia. Meski hubungan Jade dan Pele tak berujung indah, pun kehidupan akhir Gohan, kisah di babak ketiga ini memberi pesan mendalam bahwa setiap orang yang pernah merawat hewan sejatinya adalah rumah bagi setiap individu di dalamnya.

Tak pelak, film Gohan menduduki peringkat pertama box office Thailand di hari pertama penayangannya (2 April 2026). Film terbaru produksi GDH 559 yang sukses menggarap How to Make Millions Before Grandma Dies (2024) ini juga berhasil mencampuradukkan hati dan menimbulkan gelak tawa penonton, karena kekonyolan dari 3 karakter anjing yang memerankan Gohan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 September 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.