Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
Minyak angin Cap Lang, bagai kebutuhan primer bagi anak usia 30-an yang mulai jompo. Tak peduli diejek bau seperti lansia.
Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah
Memahami kerumitan isi pikiran avoidant yang suka ghosting. Mulai dari takut terlalu dekat dengan orang lain hingga takut menikah.
WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja
Penyesalan seorang WNI yang menjadi guru CLC di Malaysia. Selesai mengabdi dan pulang ke Indonesia malah tak dihargai.
“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
Solo date ternyata lebih bermanfaat untuk anak usia 25 daripada nongkrong bareng teman yang sudah sibuk dengan urusan masing-masing.
Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
Tak ada WiFi yang lebih jahat dari IndiHome. Tak pelak, sebagian pengguna setia mereka kini beralih ke Biznet.
Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
Jangan coba-coba pasang WiFi di kos, apalagi pakai IndiHome dan patungan bareng mahasiswa yang nggak ada kerjaan.
WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera
Tak tertarik sebagai guru bergaji “imut” di Indonesia, perempuan asal Aceh ini memilih jadi guru CLC di Malaysia dengan gaji dua digit.
Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
Saat anggota pencak silat dianggap biang kerok kerusuhan, mahasiswa Unair ini bersyukur temukan ketenangan di Tapak Suci.