• 17
    Shares

MOJOK.CO Selain untuk Jokowi yang naik moge, peran stuntman juga diperlukan dalam tiga hal lain di kehidupan ini. Biar nggak sakit!

Kehebohan aksi Presiden Jokowi menaiki moge pada pembukaan Asian Games 2018 berhasil menarik perhatian publik. Tingkah keren dan spektakuler ini tak lepas dari kehebatan sang stuntman. Bahkan, keberadaan stuntman ini konon lebih menghebohkan dibanding dengan kemunculan Presiden Jokowi itu sendiri.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi hal ini dengan santai. Baginya, penggunaan stuntman yang berperan sebagai Jokowi adalah hal yang sah-sah saja.

“Namanya pertunjukan untuk tontonan. Bintang film saja untuk adegan-adegan tertentu yang berisiko tinggi menggunakan stuntman, apalagi presiden.”

Sebenarnya, apa sih stuntman itu?

Stuntman—atau pemeran pengganti—adalah orang yang bertugas menggantikan peran aktor utama yang “takut” melakukan sebuah adegan berbahaya di sebuah film/pertunjukkan. Aksi stuntman erat kaitannya dengan tindakan berisiko yang bisa mengancam jiwa dan keselamatan diri.

Tapi tapi tapiii, tahukah Anda: ada hal-hal di dunia ini yang sebenarnya memerlukan bantuan stuntman, selain aktor film laga dan Jokowi yang naik moge. Apa sajakah itu???

*jeng jeng jeng*

1. Dihujani Pertanyaan ‘Kapan?’

Momen hari raya apapun, baik lebaran maupun yang lain, adalah momen di mana pemeran pengganti sangat diperlukan. Bagaimana tidak? Dalam kesempatan ini, sanak saudara dan tetangga seolah-olah diberi kesempatan penuh untuk seenaknya bertanya beragam pertanyaan, seperti: ‘Kapan nikah?’, ‘Kapan punya anak?’, ‘Kok gendutan, ya?’, ‘Sekarang kerja di mana?’, atau ‘Sekarang lagi deket sama siapa?’.

Meski bagi sebagian orang pertanyaan-pertanyaan tadi adalah hal yang biasa, tak sedikit orang yang terganggu dengan hal ini. Alhasil, mereka pun merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dan membutuhkan bala bantuan berupa stuntman.

Ya kan urang mau makan lontong opor, kenapa harus dikatain gendutan terus dan ditanya kapan nikah?!

2. Ujian Skripsi

Semester tua adalah lahan cobaan terbesar bagi mahasiswa. Selagi teman-teman angkatan mulai memasuki lembah pekerjaan, eh kita-kita malah terjebak di Bab 4 Skripsi yang mesti direvisi terus-terusan. Setelah lelah memperbaiki, jadwal ujian pun ditentukan mendadak. Dosen-dosen penguji mulai muncul. Duh, ngeri!

Baca juga:  Membela Kicauan-Kicauan Ajaib Roy Suryo

Dalam masa-masa inilah, stuntman diperlukan. Namun, stuntman yang muncul diharapkan adalah mereka yang bertipe intelektual alias pinter banget sampai IPK-nya 4.00, diutamakan yang rajin belajar, pandai berargumentasi, laki-laki/wanita minimal 25 tahun, mampu bekerja dalam shift…

…eh tunggu. Ini kenapa jadi lamaran pekerjaan???

3. Putus Cinta

Sakit hati dan penuh derita? Putus cinta adalah jawabannya. Jiwa terasa kosong, kehidupan hampa, pandangan suram, dan air mata mengalir tiga hari tiga malam. Kesedihan ini sungguh menyebalkan, mylov. Rasanya membosankan jika harus dijalani sendiri saja.

Naaaah, untuk itulah stuntman khusus putus cinta ini hadir. Dan, FYI aja nih, ini adalah stuntman yang paling penting dan paling harus dipenuhi karena putus cinta itu lebih sakit daripada tidak putus cinta!!!11!!!

Atau… Kamu ada usulan stuntman di kondisi lain? Hmm?