MOJOK.CO Selain laporan investigasinya, kayaknya belum ada yang bisa menandingi prestasi Majalah Tempo dan Koran Tempo dalam memproduksi sampul-sampul langganan viral. Desainernya juara!

Dikutip dari Indopos, Nielsen Consumer & Media View pernah menggelar survei terhadap media cetak di Indonesia pada kuartal IV 2016 hingga kuartal III 2017. Dari survei yang melibatkan 17 ribu koresponden, ditemukan fakta bahwa pembaca media cetak nyatanya terus mengalami penurunan, meski ada penetrasi media cetak hingga 8 persen.

Secara total, diperkirakan pembaca media cetak adalah sebesar 4,5 juta orang—lebih sedikit dari pembaca versi digital, yaitu 6 juta.

Media cetak yang dimaksud melingkupi majalah, koran, dan tabloid. Di Indonesia sendiri, media cetak memang masih mblarah-mblarah di mana-mana. Yang sedang panas-panasnya dibicarakan belakangan ini adalah Tempo—baik Majalah Tempo ataupun Koran Tempo—gara-gara ilustrasi dalam laman sampulnya.

Sampul Majalah Tempo edisi 16 September 2019 sukses memantik pro dan kontra. Ada ilustrasi Presiden Jokowi di sana, lengkap dengan sebuah bayangan berhidung pinokio. Sekelompok masyarakat yang menamai Jokowi Mania (“Mantaaap!” Eh, salah ya?) mendatangi Dewan Pers dan menyebutnya sebagai gambar yang “tidak etis dan tidak mendidik”.

Namun, dilansir dari Tempo.co, Direktur Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudi menyatakan bahwa sampul Majalah Tempo tadi tidak terbukti melanggar aturan apa pun, tidak pula menghina Presiden Jokowi, sebagaimana dijelaskan oleh pihak Majalah Tempo.

“Menurut saya, sih, masih dalam batas wajar. Masih oke. Tak ada sama sekali penghinaan. Justru seharusnya direspons baik,” jelas Ade.

Baca juga:  Lime Duck President Amien Rais Memang Maknyus dan Surgawi

Pembaca majalah dan koran, termasuk keluaran Tempo, memang mengalami penurunan. Tapi, sadar atau tidak, sampul Majalah Tempo—dan korannya—memang nggak pernah fail untuk jadi bahan-bahan “menjadi viral” di lini masa media sosial.

Maksud saya, masih ingatkah kamu pada sampul Majalah Tempo edisi 28 Juni 2010 dengan judul “Rekening Gendut Perwira Polisi”? Pada sampul tersebut, gambar yang disajikan adalah seorang polisi yang menggiring celengan babi, untuk kemudian membahas beberapa nama jenderal polisi dengan rekening miliaran rupiah.

Polri mengajukan protes dan kedua belah pihak berakhir damai di luar pengadilan dengan mediasi dari Dewan Pers.

Bukan cuma sampul, kartun Tempo juga pernah membangkitkan kehebohan. Di Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018, terdapat kartun yang sempat dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.

Dalam kartun tersebut, terlihat gambar seorang pria berjubah putih sedang berbincang dengan seorang wanita berambut panjang yang memakai baju tanpa lengan. Keduanya duduk berdua di kursi dengan meja kotak di antara mereka.

Melalui balon percakapan, terlihat si lelaki bersorban mengatakan, “Maaf, saya tidak jadi pulang,” sementara si perempuan membalasnya dengan berkata, “Yang kamu lakukan itu jahat.”

Penggerudukan FPI ke kantor Tempo pun terjadi, yang kemudian dibalas pihak Tempo melalui sebuah tulisan di kolomnya. Mojok sempat ikut meramaikan kasus ini dengan mengajukan tafsir alternatif atas sampul tersebut lewat tulisan “FPI, Jangan Baper, Sosok di Kartun Tempo Itu Bukan Habib Rizieq“.

Baca juga:  Permintaan Demonstran Sederhana, Negara yang Memperumitnya

Lagi-lagi, bukan cuma sampul Majalah Tempo yang menarik perhatian, Koran Tempo pun seolah tak mau kalah.

Di atas adalah Koran Tempo edisi Kamis, 12 September 2019 yang hadir dengan sampul ganda: depan dan belakang. Selain menunjukkan duka cita atas berpulangnya Mantan Presiden B.J. Habibie, Koran Tempo menyampaikan kritiknya terhadap keputusan pemerintah terkait RUU KPK.

Terbaru, Koran Tempo hari ini juga menampilkan detail yang menarik: menghadirkan “kritik” pada Presiden Jokowi sekaligus update soal Menpora Imam Nahrawi yang barus aja ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

 

Tentu saja, kalau berkaca pada ungkapan don’t judge a book by its cover, sampul Majalah Tempo dan Koran Tempo pastilah can’t relate. Lah gimana, wong kedahsyatan ilustrasi untuk sampul mereka memang patut diacungi jempol, kok.

BACA JUGA Tafsir Sampul Jokowi dan Hidung Pinokio di Majalah Tempo Menurut Para Visual Artist atau artikel Aprilia Kumala lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles