Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kover Majalah dan Koran Tempo Memang Langganan Viral

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
19 September 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain laporan investigasinya, kayaknya belum ada yang bisa menandingi prestasi Majalah Tempo dan Koran Tempo dalam memproduksi sampul-sampul langganan viral. Desainernya juara!

Dikutip dari Indopos, Nielsen Consumer & Media View pernah menggelar survei terhadap media cetak di Indonesia pada kuartal IV 2016 hingga kuartal III 2017. Dari survei yang melibatkan 17 ribu koresponden, ditemukan fakta bahwa pembaca media cetak nyatanya terus mengalami penurunan, meski ada penetrasi media cetak hingga 8 persen.

Secara total, diperkirakan pembaca media cetak adalah sebesar 4,5 juta orang—lebih sedikit dari pembaca versi digital, yaitu 6 juta.

Media cetak yang dimaksud melingkupi majalah, koran, dan tabloid. Di Indonesia sendiri, media cetak memang masih mblarah-mblarah di mana-mana. Yang sedang panas-panasnya dibicarakan belakangan ini adalah Tempo—baik Majalah Tempo ataupun Koran Tempo—gara-gara ilustrasi dalam laman sampulnya.

Sampul Majalah Tempo edisi 16 September 2019 sukses memantik pro dan kontra. Ada ilustrasi Presiden Jokowi di sana, lengkap dengan sebuah bayangan berhidung pinokio. Sekelompok masyarakat yang menamai Jokowi Mania (“Mantaaap!” Eh, salah ya?) mendatangi Dewan Pers dan menyebutnya sebagai gambar yang “tidak etis dan tidak mendidik”.

Cover majalah @tempodotco ini sangat menghina @jokowi sbg Presiden RI.

Tempo boleh tidak suka dgn revisi UU @KPK_RI – meskipun sebenarnya media tdk boleh berpihak.

Tapi membuat sebuah gambar yang menghina simbol negara ini, saya rasa sudah sangat keterlaluan ! pic.twitter.com/37ClbLKKmx

— Denny Siregar (@Dennysiregar7) September 15, 2019

Namun, dilansir dari Tempo.co, Direktur Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudi menyatakan bahwa sampul Majalah Tempo tadi tidak terbukti melanggar aturan apa pun, tidak pula menghina Presiden Jokowi, sebagaimana dijelaskan oleh pihak Majalah Tempo.

“Menurut saya, sih, masih dalam batas wajar. Masih oke. Tak ada sama sekali penghinaan. Justru seharusnya direspons baik,” jelas Ade.

Pembaca majalah dan koran, termasuk keluaran Tempo, memang mengalami penurunan. Tapi, sadar atau tidak, sampul Majalah Tempo—dan korannya—memang nggak pernah fail untuk jadi bahan-bahan “menjadi viral” di lini masa media sosial.

Maksud saya, masih ingatkah kamu pada sampul Majalah Tempo edisi 28 Juni 2010 dengan judul “Rekening Gendut Perwira Polisi”? Pada sampul tersebut, gambar yang disajikan adalah seorang polisi yang menggiring celengan babi, untuk kemudian membahas beberapa nama jenderal polisi dengan rekening miliaran rupiah.

Polri mengajukan protes dan kedua belah pihak berakhir damai di luar pengadilan dengan mediasi dari Dewan Pers.

Bukan cuma sampul, kartun Tempo juga pernah membangkitkan kehebohan. Di Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018, terdapat kartun yang sempat dianggap menghina Habib Rizieq Shihab.

Dalam kartun tersebut, terlihat gambar seorang pria berjubah putih sedang berbincang dengan seorang wanita berambut panjang yang memakai baju tanpa lengan. Keduanya duduk berdua di kursi dengan meja kotak di antara mereka.

Melalui balon percakapan, terlihat si lelaki bersorban mengatakan, “Maaf, saya tidak jadi pulang,” sementara si perempuan membalasnya dengan berkata, “Yang kamu lakukan itu jahat.”

Iklan

Penggerudukan FPI ke kantor Tempo pun terjadi, yang kemudian dibalas pihak Tempo melalui sebuah tulisan di kolomnya. Mojok sempat ikut meramaikan kasus ini dengan mengajukan tafsir alternatif atas sampul tersebut lewat tulisan “FPI, Jangan Baper, Sosok di Kartun Tempo Itu Bukan Habib Rizieq“.

Lagi-lagi, bukan cuma sampul Majalah Tempo yang menarik perhatian, Koran Tempo pun seolah tak mau kalah.

Selamat jalan Pak Habibie, selamat jalan KPK. pic.twitter.com/ACnVlRpXbU

— Qaris Tajudin (@QarisT) September 12, 2019

Di atas adalah Koran Tempo edisi Kamis, 12 September 2019 yang hadir dengan sampul ganda: depan dan belakang. Selain menunjukkan duka cita atas berpulangnya Mantan Presiden B.J. Habibie, Koran Tempo menyampaikan kritiknya terhadap keputusan pemerintah terkait RUU KPK.

Terbaru, Koran Tempo hari ini juga menampilkan detail yang menarik: menghadirkan “kritik” pada Presiden Jokowi sekaligus update soal Menpora Imam Nahrawi yang barus aja ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

 

Level ngetroll @korantempo dasyat nih. Selain Jokowinya, detail yang jangan lewat Rp26.500.000.000,00!!!! 🤘 pic.twitter.com/tyUWThriQX

— Mawa Kresna (@mawakresna) September 19, 2019

Tentu saja, kalau berkaca pada ungkapan don’t judge a book by its cover, sampul Majalah Tempo dan Koran Tempo pastilah can’t relate. Lah gimana, wong kedahsyatan ilustrasi untuk sampul mereka memang patut diacungi jempol, kok.

BACA JUGA Tafsir Sampul Jokowi dan Hidung Pinokio di Majalah Tempo Menurut Para Visual Artist atau artikel Aprilia Kumala lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: jokowiKoran Tempopolrirekening gendutsampul Majalah Tempo
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Kabar

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.