ADVERTISEMENT

Vario 125 adalah varian Honda Vario terbaik karena berhasil “menipu” 9 juta orang: Tampilan biasa aja, banjir cacian, tapi ternyata jadi produk terawet dan terbaik

Vario 125, Honda Vario terbaik yang sudah menipu 9 juta orang MOJOK.CO

Saya mengaku salah. Dulu saya ikut menyepelekan Honda Vario 125 ketika bapak saya beli motor ini. Saya memandangnya sebagai Vario kelas dua. 

Ya begitu. Bodinya besar, mesinnya “cuma” 125 cc, dan tongkrongan selalu punya stok lelucon untuk pemiliknya. Kini, ketika harga bekasnya melambung dan jalanan penuh sesak dengan motor itu, saya sadar satu hal. Varian inilah yang paling hebat yang pernah Honda produksi.

Gelombang cacian yang kita lontarkan kepada Vario 125

Honda meluncurkan Vario 125 pada 5 Maret 2012. Saat itu, Honda membanderol motor ini Rp 15,1 juta untuk tipe standar dan Rp 15,9 juta untuk tipe CBS. Motor ini datang sebagai Vario Techno 125 dan membawa mesin 124,8 cc berpendingin cairan hasil turunan Honda PCX 125, sistem injeksi PGM-FI, plus starter ACG.

Alih-alih menyambut, banyak orang justru meledek. Orang menyematkan julukan “Vario bohlam” kepada generasi pertama yang beredar pada 2012-2015, seperti yang suara.com sebut dalam laporannya soal “penyakit khas” Vario 125 bekas. 

Laporan yang sama merangkum keluhan yang orang lekatkan pada motor ini. Mulai dari ring piston aus, oli boros, dan gredek CVT. Sebagai penutup, suara.com mengingatkan pembeli supaya memeriksa sensor CKP dan kabel bodi yang getas. Ada dua keluhan lain yang ramai jadi perdebatan: akselerasi awal yang kasar dan joknya keras. 

Cacian berikutnya datang lewat identitas. Oto.com menulis bahwa motor ini punya banyak kesamaan dengan Vario 150 yang lebih mahal. Desainnya sama dan Honda hanya membedakan pilihan warnanya. 

Khoirul Atfifudin mengaku di Mojok.co bahwa orang kerap mengira motornya Vario 150, bukan Vario 125. Pendek kata, banyak orang menolak mengakui Vario 125 punya identitas sendiri. Motor ini hidup dalam bayang-bayang saudaranya.

Cacian desain pun menghantam generasi terbarunya. Akurat.co melaporkan bahwa begitu Honda merilis New Vario 125 versi 2026, warganet langsung bersuara: “Banyak yang bilang desainnya jelek”. Bahkan ada yang mencurigai Honda memangkas komponen demi menambah untung, bukan demi performa.

Cemoohan juga menyerang dari arah sosial. Mojok.co mengulas kisah Farel, siswa SMA asal Rembang yang memodifikasi Vario 125 miliknya demi tren sinematik. 

Motor itu berakhir rusak, dan rekan-rekan barunya mengolok-olok hasilnya sebagai “jamet” sekaligus “motor sampah”. Jadi, orang menghina Vario 125 dua kali. Saat ia tetap standar, dan saat pemiliknya nekat mengubahnya.

Ledakan yang datang belakangan

Lalu, ledakan itu tiba. Pada 1 Desember 2025, Honda meluncurkan All New Vario 125 bersama varian baru, Vario 125 Street. Oto.com mencatat momen itu sebagai peluncuran produk baru ke-17 yang AHM perkenalkan sepanjang 2025. 

Susumu Mitsuishi, President Director PT Astra Honda Motor, menegaskan komitmen Honda untuk terus berinovasi. Adapun Thomas Wijaya, Wakil Presiden AHM, menyampaikan angka yang membuat seisi ruangan diam. Honda menjual 9 juta unit Vario 125 selama 13 tahun. “Vario 125 menjadi salah satu model populer,” katanya.

Angka-angka lain melengkapi ledakan ini. Rangkuman penjualan bulanan menempatkan Vario 125 di puncak daftar model terlaris nasional pada September 2025 dengan 57.300 unit. 

Di IIMS 2025, Vario Series menjadi motor terlaris Honda dengan 345 unit. Di Jakarta dan Tangerang, Olivia Widyasuwita, Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati, menempatkan Vario 125 di posisi ketiga motor Honda terlaris sepanjang 2025..

Pasar bekas malah bergerak lebih gila. “Vario KZR sekarang kayaknya sudah mulai mahal,” kata Muhammad Kafi Aslam, Sales Supervisor Raff Motosport, kepada Kompas.com

Sony Antoni, pemilik dealer Byson Motor, menambahkan bahwa harga Vario KZR “gelap”. Unit full orisinal berkilometer rendah bisa menembus Rp20 juta. Bahkan para pengemudi ojek online ikut mengerek permintaan. Ivan, seorang penjual motor bekas, menyebut BeAT, Vario 125, dan Yamaha Mio M3 sebagai favorit mereka.

Kenapa justru versi 125 yang terbaik dari Honda?

Pertama, soal mesin. Honda menurunkan jantung Vario 125 dari PCX 125, lalu mempertahankan karakter mesin itu selama 13 tahun. Honda menyetel mesin 124,8 cc itu untuk menyemburkan 11,1 PS dan torsi 10,8 Nm, sembari mengklaim konsumsi 51,7 km/liter. Karakter itu membuat mekanik di seluruh Indonesia hafal betul seluk-beluknya.

Kedua, soal fitur. Generasi terbaru membawa Honda Smart Key System, Idling Stop System, colokan USB Type-C, lampu full LED, panel digital, dan bagasi 18 liter. Hikaru dari AHM menyebut Honda juga memangkas bobot. Area mesin 15% lebih ringan, volume radiator 14% lebih kecil, dan swing arm 10% lebih ringan.

Ketiga, soal rangka. Motor ini masih memakai rangka tubular, dan Alan Kurniawan, penulis Mojok, menyebutnya sebagai benteng terakhir warisan rangka tua Honda di tengah badai sentimen eSAF. Banyak konsumen yang skeptis justru berlari ke varian ini.

Keempat, soal umur. Honda menyetop produksi Vario 150 ketika meluncurkan Vario 160 pada Februari 2022. Sementara Vario 110 sudah lebih dulu pensiun. Artinya, hanya Vario 125 yang melintasi lima generasi, dari Vario bohlam sampai yang bersistem smart key.

Kelima, soal uang. Honda membanderol motor ini mulai Rp 24,41 juta, sementara Vario 160 menuntut sekitar Rp 28,1 juta. Tambahan Rp 3,7 juta itu tidak membeli keiritan, karena Vario 125 justru lebih hemat. Dan tak seperti motor matik lain, Vario 125 menjaga nilai jualnya. Yang berusia 13 tahun masih laku Rp8 juta sampai Rp15 juta, bahkan lebih.

Vario 125 bertahan paling lama

Saya tahu beberapa orang membantah. Imanuel Joseph Phanata menulis di Terminal Mojok memilih Vario 110 sebagai yang terbaik setelah mencoba 9 generasi. Alan Kurniawan bahkan menyebut Vario 150 “paling ganteng” dan menobatkan Vario 160 sebagai motor Honda paling aneh rupanya, meski tetap laris

Saya menghormati dua pendapat itu. Namun, hanya motor ini yang bertahan dari 2012 sampai sekarang tanpa jeda, melayani ibu-ibu pasar, mahasiswa, kurir paket, sampai driver ojol, dan tetap menyandang status model terlaris.

Jadi, kalau kamu dulu ikut meledek, silakan lanjutkan. Motor itu tidak peduli. 

Ia cuma menuntut bensin, oli, dan servis rutin, lalu membalas semua lelucon kita dengan satu hal yang tidak bisa orang lecehkan: umur panjang, harga jual yang stabil, dan kepercayaan 9 juta orang. 

Di keluarga Vario yang serba sibuk mencari gaya, varian 125 justru yang paling tenang, dan paling lama bertahan. Sebagai pemilik Vario 160, saya mengakuinya.

BACA JUGA Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan dan artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.