• 22
    Shares

MOJOK.CO Mojok Institute melakukan riset mengenai tipe teman dalam geng pertemanan, langsung dari praktik lapangan terhadap seluruh kru Mojok itu sendiri.

Dalam sebuah pertemanan, ada banyak kepala dengan sifat yang berbeda beda. Ada yang bulat, lonjong, sedikit kotak—eh bentar, bentar, bukan itu maksudnya! Pokoknya, dalam sebuah pertemanan, orang-orang yang tergabung di dalamnya adalah orang yang berbeda-beda sehingga karakter yang dimiliki juga berbeda-beda.

Meski beda geng pertemanan berarti beda kepala suku karakter, ada kesamaan yang menggarisbawahi kehidupan geng-gengan ini. Di mana-mana, hampir dalam semua geng pertemanan, setidaknya ada karakter-karakter teman tertentu yang kerap ditemukan. Mojok Institute melakukan riset mendalam mengenai tipe teman yang biasa ditemui dalam sebuah geng pertemanan, langsung dari praktik lapangan terhadap seluruh kru Mojok itu sendiri.

*JENG JENG JENG*

1. Teman yang Disiplin

Secara natural, pasti ada minimal satu orang orang teman yang pendapatnya selalu ditunggu dan menjadi salah satu pembuat keputusan untuk kemaslahatan anggota geng pertemanan. Tak hanya pemimpin geng atau leader kayak Jennie di BLACKPINK, orang dengan karakter ini biasanya adalah orang yang disiplin, tepat waktu, dan punya banyak saran bagi kemajuan teman-temannya. Eaaa~

Dalam kru Mojok, karakter ini ditemui dalam sosok Kepala Suku Puthut EA dan redaktur Balbalan yang tidak ada duanya, Yamadipati Seno.

2. Teman yang Berisik

Coba ingat-ingat: dalam acara kumpul-kumpul dengan geng pertemananmu, pasti ada tipe teman yang mulutnya tak berhenti bergerak untuk memeriahkan suasana alias nyanyi-nyanyi nggak jelas, kan? Bukan cuma nyanyi-nyanyi, ia juga menimbulkan kericuhan keseruan suasana dengan cara meledek teman-teman yang lain atau mengajak berdebat tak mau kalah.

Dalam kru Mojok, karakter ini ditemui dalam sosok pemred kami, Agus Mulyadi, yang sepertinya bisa menyanyikan 10 album penuh dalam waktu 8 jam kerja.

Baca juga:  Agus Aja - Eps. 7 AGUS DI MANA? DENGAN SIAPA?

3. Teman yang Keibuan

Tak terelakkan, sebuah geng pertemanan umumnya memiliki teman yang kerap disapa dengan panggilan “Mak”, “Emak”, atau “Bunda” biar kayak ibu muda zaman sekarang. Hal ini terjadi karena aura keibuan yang dipancarkan olehnya, baik saat diajak bicara atau saat sedang meminjamkan uang menjadi tempat curhatmu. Tipe teman yang satu ini juga biasanya adalah orang yang dengan sigap mengatur segala keperluan geng pertemanan, termasuk memesankan makanan pakai ojek online kalau lagi pada lapar tapi malas gerak semua.

Dalam kru Mojok, karakter ini ditemui dalam sosok mantan sekretaris redaksi yang kini menjadi redaktur andalan: Audian Laili. Tentu saja, tokoh utama #TausiyahDyah, Dyah Permatasari, juga masuk golongan kami ini.

4. Teman yang Lucu dan yang (Maunya) Lucu

Ada tipe teman yang selalu membuatmu tertawa, ada pula yang tidak. Hal ini merupakan kepastian yang wajar ditemukan dalam geng pertemanan. Kadang, ada teman tertentu yang bisa membuat kita tertawa walau dia hanya diam saja, ada pula yang gaya bercandanya mentok-mentok bikin kita meringis dan menahan hasrat mengurungnya di kamar mandi saking garingnya. Tak ketinggalan, ada juga orang yang mengutamakan jokes ala bapak-bapak yang… ah, sudahlah.

Dalam kru Mojok, karakter lucu kesayangan semua orang jatuh ke tangan Ega Balboa, ilustrator sekaligus cast tetap di Movi, sementara karakter yang (maunya) lucu jatuh ke rekan sedivisinya, Azka Maula (Maula: nama lain dari “garing”) yang juga seorang ilustrator. Oh, jangan lupa pula, pemenang pengguna jokes bapak-bapak terbaik tahun ini juga ada di Mojok, yaitu redaktur Khotbah, Khadafi Ahmad. Bravo!

5. Teman yang “Cah Cinta”

Dalam suasana apa pun, pasti ada saja orang yang bicara soal cinta. Mau Indonesia hampir punah kek, mau Syahrini pacaran sama Reino Barrack kek—mereka nggak peduli. Pokoknya, hidup tanpa bicara cinta itu ibarat makan nasi goreng pakai soto ayam: nggak nyambung. Prinsip tipe teman ini adalah tak ada cinta, ya tak ada konten hidup.

Baca juga:  Agus Aja - Eps. 2 HARI PERTAMA AGUS KERJA DI MOJOK.CO

Dalam kru Mojok, karakter ini ditemukan di sanubari social media expert Dony Iswara serta penanggung jawab Movi sekaligus tukang bikin kutipan galau nyebahi, Ali de Praxis.

6. Teman yang Jadi Anak Kecil

Dalam boyband Korea Selatan, anggota termuda dalam grup disebut maknae dan sering kali digambarkan sebagai member yang paling disayang, persis seperti anak bungsu dalam keluarga. Tak melulu anggota termuda, setiap geng pertemanan juga punya maknae-nya masing-masing, yang karakternya bisa saja diukur dari ukuran tubuh paling kecil atau sifat yang paling childish.

Dalam kru Mojok, karakter ini adalah milik Nia Lavinia, si sekretaris redaksi yang kini sedang dalam proses menjelma sebagai wanita dewasa.

7. Teman yang Kalem

Terlepas dari hiruk pikuk geng pertemanan yang tak habis-habis, selalu saja ada orang yang lebih memilih tertawa secukupnya, bicara secukupnya, dan melihat satu per satu teman yang dimilikinya dalam geng. Tipe teman ini adalah mereka yang kalem dan terlihat pendiam, meski ada yang kalem beneran dan ada juga yang sekali ngomong langsung jadi punchline yang membuat teman-temannya tertawa sampai 3 hari berturut-turut.

Dalam kru Mojok, karakter kalem yang langsung jadi punchline bisa ditemukan pada diri webmaster andalan kami, Aditya Rizki, sekaligus Rean Aqila, ilustrator Mojok. Sementara itu, tipe teman yang kalem lahir dan batin tentu saja adalah…

…saya. Hehehe.