Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

7 Kebiasaan Santri di Pondok Pesantren yang Instagramable, Eh Memorable

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
6 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hidup di pondok pesantren, tentu ada banyak kebiasaan santri yang patut dikenang dan ditertawakan. Mojok Institute merangkumnya khusus untukmu; santri-santri yang habis di-ghosob.

Menjadi santri adalah menjadi tangguh: tangguh dalam iman, tangguh dalam keterbatasan, tangguh dalam kerinduan (halah~), dan, tentu saja, tangguh dalam kehidupan di pondok pesantren. Meski sedikit mirip dalam hal hidup bersama teman-teman, tolong jangan berekspektasi hidup santri serupa dengan hidup ala Harry Potter dan Ron Weasley di Hogwarts.

Setidaknya, kami rasa, Harry dan Ron tidak akan mengalami aneka rupa kebiasaan santri di bawah ini yang sebenarnya bernilai kenangan tinggi:

1. Nitip Cucian

Sebagai manusia yang berbudi luhur, santri tentu ingin bersikap mandiri dan bisa diandalkan, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun. Maka, tak jarang ia mengambil ember dan baju kotor untuk dicuci, sampai sebuah suara datang, “Aku titip cuciin baju satu, ya,” diikuti kalimat yang sama dari 5 orang berikutnya—bahkan lebih.

Hadeeeeh, aslinya mau nyuci sedikit, malah jadi petugas laundry dadakan~

2. Bikin Bantal dari Buntelan Sarung

Baik pakaian bersih yang belum disetrika atau pakaian kotor yang mau dicuci, semuanya disimpan jadi satu ke dalam buntelan sarung yang diikat. Selain meringkas barang bawaan, hal ini juga membuat santri mendapatkan benefit baru: punya bantal instan yang enak buat tidur!

Yhaaa, lumayan, lah, kebiasaan santri ini menghasilkan karya nyata.

3. Gatal-Gatal, lalu Garuk-Garuk

Entah ini salah air di pondok pesantren atau memang merupakan proses tumbuh-kembang setiap manusia, santri umumnya tak akan ketinggalan merasakan gatal-gatal di pondoknya sendiri. Alhasil, hobi mereka pun bertambah: garuk-garuk di manapun, tapi biasanya lebih intens pada malam hari sebelum tidur.

Konon, seorang ustaz pernah berujar, “Kalau belum garuk-garuk, belum jadi anak pondok.” Hadeh!

4. Seprai Dibalik

Menganut prinsip kesetaraan dalam segala aspek, ada saja santri yang cara berpikirnya out of the box. Alih-alih mencuci seprai kasur yang sudah hampir 2 minggu nggak ganti, ia justru menggunakannya terbalik—sisi dalamnya kini berada di luar.

“Kan yang dalam masih bersih. Anggap saja ini side B.” begitu alasannya terhadap kebiasaan santri yang satu ini. Sungguh epic!

5. Bawa Banyak Makanan Setiap Kali Ditengok

Katanya, teman-teman di pondok pesantren bakal menghabiskan makanan yang kamu dapat dari orang tua saat baru saja ditengok. Nah, kebiasaan santri ini pun mendorong para santri untuk mempersiapkan diri dengan strategi perang yang lebih baik.

Saat dikunjungi orang tua, santri biasanya dibawakan banyak makanan, baik untuk dirinya sendiri maupun teman-teman. Agar jatahnya aman, tak jarang santri meminta porsi tambahan untuk dirinya sendiri agar tak ikut habis diserbu teman.

Yaaaah, padahal sih ujung-ujungnya porsi tambahan itu juga tetap dimakan bareng~

Iklan

6. Darurat Pakaian Dalam

Namanya juga buru-buru dan dikejar kenangan jadwal yang padat, kadang santri juga bisa khilaf, Saudara-saudara. Saat akan bersiap-siap, tak sedikit dari santri ini menyadari bahwa ada yang hilang dari dirinya: pakaian dalam!!!1!!!1!!

Demi menyelamatkan harkat dan martabatnya, ia pun berkeliling, baik di seluruh penjuru kamar maupun tempat jemuran. Eh, ndilalah, ada yang nganggur. Jadi, ya, dipakai saja dulu meski belum tahu itu punya siapa. Kebersamaan adalah kunci, Bro!

7. Ghosob Dulu, Ghosob Lagi, Ghosob Terus

Ghosob merujuk pada tindakan pemanfaatan barang orang lain tanpa izin si pemilik. Hampir sama dengan mencuri, tapi pelakunya sesungguhnya tak punya niat untuk memiliki hatimu.

Naaaah, ini adalah kebiasaan santri yang menjadi ‘jantung’ kehidupan di pondok pesantren. Sandal baru yang kamu beli kemarin sore, sarung tenun emas kiriman dari orang rumah, atau baju koko yang baru kamu cuci—mendadak hilang semua dari tempatnya, meninggalkanmu dalam kebingungan dan kehampaan karena menyadari dirimu telah di-ghosob.

Sampai kapan? Ya nggak tahu. Mending kamu ghosob punya temenmu yang lain dulu, lah!

Eh.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2018 oleh

Tags: ghosobkebiasaan santrikenangan sekolahPondok Pesantrenustaz
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Wali Kota Agustina Wilujeng berharap pondok pesantren di Kota Semarang makin tertata usai Raperda disahkan MOJOK.CO
Kilas

Pengembangan 300+ Pondok Pesantren di Semarang agar Tak Tertinggal, Bukan Cuma Jadi Pusat Dakwah tapi Juga Pemberdayaan Sosial

31 Desember 2025
Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola'ah dan Keluarga MOJOK.CO
Ragam

Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola’ah dan Keluarga

25 November 2025
lksa darussalamah.MOJOK.CO
Ragam

Asrama Kecil di Kudus yang Menumbuhkan Mimpi Besar Anak-Anak

24 November 2025
Al Akrom: pondok pesantren sekaligus LKSA di tengah pedesaan Pati yang menempa anak-anak tak bertuntung jadi tahfiz Al Qur'an melek zaman MOJOK.CO
Ragam

Sebuah Tempat di Tengah Pedesaan Pati yang Menempa Anak-anak Jadi Penghafal Al-Qur’an nan Melek Zaman

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.