MOJOK.CO Bersama Mojok Institute, mari mengupas persiapan lamaran paling krusial yang harus kamu penuhi.

Setelah menempuh perjalanan cinta yang panjang, berlika-liku, penuh drama, dan ketidakpastian yang cukup lama, lamaran tentu menjadi proses yang paling dinantikan sepasang kekasih untuk mulai memasuki gerbang “serius”. Konon, lamaran menjadi check point alias titik aman pertama pada suatu hubungan, karena ia sekaligus menjadi penanda bahwa hubungan bakal dibawa hingga ke pernikahan.

Sebagai manusia yang gagal belum pernah lamaran, tapi punya cukup banyak teman yang sudah merasakannya, saya merasa tergerak untuk membuat daftar penting soal hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan menyambut lamaran.

Bersama Mojok Institute, daftar ini ditulis khusus buat kamu yang sedang sibuk membayangkan hidup bahagia sebagai bucin bersama pasanganmu kelak. Jadi, mari simak bersama-sama 5 hal yang harus ada demi memenuhi persiapan lamaran berikut ini~

1. Uang

Sebagaimana aspek lain dalam kehidupan, uang sebenarnya memegang peran utama untuk mendorong terjadinya kepuasan. Maksud saya, siapa bilang uang nggak bisa membeli kebahagiaan? Kalau uang bisa kamu pakai untuk pergi naik ojek ketemu pacar, bukankah itu berarti uang membawa bahagia?

Hal yang sama berlaku dalam persiapan lamaran. Uang akan mengantar kita untuk “mengikat” kekasih. Maka, kamu harus memerhatikan betul anggaran yang diperlukan, mulai dari urusan transportasi, seserahan, baju seragam keluarga, hingga biaya dekorasi ruangan—seperti anak-anak zaman sekarang yang kalau lamaran pasti langsung foto-foto.

Baca juga:  Nostalgia Masa PDKT Sebelum Ada WhatsApp dan Instagram

2. Susunan Acara

Lamaran tentu berbeda dengan upacara bendera atau meeting rutin di kantor. Ia adalah acara yang—semestinya—berlangsung sekali saja dalam hidupmu dan mungkin akan membuatmu merasa berdebar-debar karena baru akan mengalaminya.

Maka, menjadi penting bagimu untuk memastikan susunan acara sejak persiapan lamaran dimulai. Kamu harus setidaknya tahu kapan harus berbicara, kapan menjawab, kapan memperkenalkan diri, dan kapan-kapan yang lainnya. Nggak lucu, kan, kalau waktu lamaran kamu malah kebingungan sendiri kayak orang lagi ngerjain UTS?

3. Cincin

Tidak semua orang yang lamaran melakukan prosesi tukar cincin, tapi tak sedikit pula yang melakukannya. Jika ada prosesi ini, pembicaraan pun melebar lagi: akankah cincin ini dipakai pula untuk pernikahan atau tidak?

Sebagai simbol penting hubunganmu dan sang kekasih, perihal cincin ini perlu kalian ulik lebih dalam. Pastikan juga ukuran cincin yang akan dipakai nanti sesuai dengan jari agar tidak menimbulkan minder mendadak. Soalnya, pasti bakal aneh kalau tiba-tiba kamu menangis di tengah acara sambil teriak, “Cincinku nggak muat! Cincinku nggak muat! Ya Allah, apa salahku, ya Allah, kenapa cincinku nggak muat??? Apa cintaku juga nggak muat untuk dia, ya Allah??? Kenapa, ya Allah???”

Hadeeeeh, situ mau lamaran apa audisi FTV?

4. Pasangan

Ini adalah hal yang paling penting dan krusial dalam lamaran. Kalau uang sudah ada, susunan acara sudah jelas, dan cincin sudah siap, bagaimana bisa lamaran dilangsungkan tanpa pasangan yang bakal kamu lamar atau melamarmu??? Situ mau lamaran sama angin??? Hmm???

Baca juga:  Jakarta Masuk dalam Daftar 10 Kota Dunia Paling Sering Masuk Instagram

Jadi, ya, memang, pasangan adalah hal paling penting dalam persiapan lamaran. Selain penting, ia patut juga dianggap sebagai hal paling pening—karena bisa menimbulkan sakit kepala berlebih, apalagi kalau dipikirin terus, tapi nggak dateng-dateng.

5. Caption Berbunyi “One Step Closer”

Ketika akhirnya semua hal sudah kamu persiapkan dan jarimu sudah dikelilingi cincin cantik dari kekasih hati, saatnya kamu memasuki poin akhir dari persiapan lamaran: mengunggah foto-foto di Instagram.

Buka hapemu dan pilihlah foto yang menarik. Yang mana saja. Tapi yang jelas, pose wajib foto lamaran adalah pose pamer cincin, berdiri berdua dengan baju couple dengan pasangan, senyum bahagia, lantas caption penuh emoji cincin dan love-love yang berbunyi: “Alhamdulillah, one step closer. Bismillah…”

Haiaaaah, ketebak, Kang, Teh!



Loading...



No more articles