• 26
    Shares

MOJOK.CO Kalau kata kamu ditulis pakai huruf kecil, kenapa penulisan kata Anda pakai kapital terus? Apa spesialnya?

Kata ganti kedua dalam bahasa Indonesia rupanya agak sedikit lebih spesial dibandingkan dengan kata ganti pertama dan ketiga. Pasalnya, kata ganti kedua ini memiliki kata yang harus diawali dengan huruf kapital, sementara yang lain tidak. Kata itu, tak lain dan tak bukan, adalah kata Anda—dengan A yang harus selalu kapital.

Pertanyaannya, kenapa penulisan kata Anda harus dimulai dengan kapital? Bukankah lebih baik dibuat huruf kecil saja, sama seperti yang lain?

Ternyata o ternyata, Allah bersama orang-orang yang sabar, gaesku. Maksudnya, setelah kita bersabar menanti-nanti jawaban dari pertanyaan di atas, kali ini kita akan membongkar semuanya!!!

*jeng jeng jeng*

Dari buku 200+ Solusi Editing Naskah dan Penerbitan, diketahuilah bahwa seorang wartawan senior bernama Rosihan Anwar-lah yang menjadi pencetus kata Anda melalui koran Pedoman di tahun 1958. Kata Anda berasal dari kata andika, yang merupakan sapaan hormat kepada orang kedua: Tuanku.

Lantas, kenapa harus ada kata ganti kedua versi formal? Bukannya sudah ada kata “kamu”? Kenapa pula penulisan kata Anda diawali dengan huruf kapital?

Jawabannya: karena kata ini mengikuti pola pembedaan T-V (T-V distinction).

Bah, apa lagi itu?

Adalah R. Brown dan A.Gilman yang menjadi pencetus pembedaan T-V ini dalam makalah mereka tahun 1960, berjudul The Pronouns of Power and Solidarity. Pembedaan T-V ini adalah gambaran adanya dua jenis kata ganti orang kedua, yaitu informal T (dari bahasa latin tu) dan formal V (dari bahasa latin vos).

Baca juga:  Menggugat Gaya Bahasa Admin Mojok yang (Nggak) Uwuwu

Duuuh, kenapa harus ada kata ganti yang formal??? Kenapa nggak jadi satu aja???

Usut punya usut, dalam bahasa Latin memang awalnya hanya ada satu jenis kata ganti kedua, yaitu tu. Namun, mulai abad ke-4, kata ganti formal vos (jamak) digunakan untuk merujuk pada kaisar Romawi.

Lalu, kenapa jamak? Alasannya ada dua: 1) karena ada dua kaisar; satu di Barat, satu di Timur; dan 2) bentuk jamak menjadi simbol kekuasaan karena kaisar merupakan perwujudan seluruh rakyat (sekali ia berbicara, ia pasti mewakili rakyat).

Naaah, karena itulah, penggunaan kata ganti kedua vos langsung menyebar ke bahasa-bahasa lain di Eropa seperti sebuah tren yang tak berkesudahan. Beberapa bahasa yang memisahkan kata ganti formal dan informal contohnya adalah:

1. bahasa Belanda (jij/je/jou dan u/U),

2. bahasa Italia (tu dan Lei),

3. bahasa Jerman (du dan Ihr/Sie),

4. bahasa Prancis (tu dan vous), dan

5. bahasa Spanyol ( dan vos/usted).

Kalau kamu perhatikan, beberapa bahasa menggunakan huruf kapital untuk kata ganti formal. Brown dan Gilman tidak pernah menjadikan ini sebagai aturan mutlak dalam pola pembedaan T-V, tapi kemungkinan huruf kapital dipakai demi menekankan keformalan kata. Apalagi, sangat mungkin jika penulisan kata Anda dalam bahasa Indonesia memang terpengaruh pola dari bahasa Belanda, yang juga menulis kata ganti kedua formal dengan huruf kapital.

Baca juga:  Romantisisasi Bentuk Serapan “Romantisasi” yang Salah

Yah, prinsip formal-informal dan huruf kapital-huruf tidak kapital ini sebenarnya sama dengan prinsip prioritas. Artinya, kalau kamu merasa sesuatu atau seseorang menjadi penting untukmu, kamu tentu memberi prioritas yang besar untuknya, mau bagaimanapun keadaannya. Tapi kalau nggak, yaaa…

…ya udah. Bye.