Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pekerjaan, Kecantikan, dan Pemberitaan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
8 April 2019
A A
kecantikan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di salah satu portal media, saya mendadak menemukan sebuah berita heboh tentang seorang penjual sayur asal Purwokerto yang menjadi viral penampilannya yang cantik san disebut-sebut mirip dengan Syahrini.

Berita tentang penjual sayur cantik ini mau tak mau kemudian melemparkan ingatan saya pada berbagai berita lainnya yang punya tone serupa, yakni kehebohan gara-gara sebuah profesi yang dianggap “kasar” yang dijalani oleh seorang perempuan cantik. Dari mulai kernet bis cantik, penjual cilok cantik, pelayan warung cantik, dan profesi-profesi lainnya.

Iklan

Barangkali kita masih dengan fenomena tukang tambal ban berparas cantik yang beberapa waktu yang lewat sedang heboh di sosial media. Berita tentang si tukang tambal ban cantik ini menuai banyak tanggapan. Kebanyakan memuji dan kagum pada si tukang tambal ban cantik ini. 

Kenapa si tukang tambal ban ini bisa menghebohkan khalayak? tentu karena dua hal. Pertama karena ia tukang tambal ban, kedua, karena ia cantik. Ada ribuan tukang tambal ban di pelosok negeri ini, pun ada jutaan wanita yang punya paras cantik. Namun wanita cantik yang profesinya tukang tambal ban, jumlahnya tentu sangat sedikit. 

Banyak wanita cantik, namun tak banyak yang menjalankan pekerjaan yang biasanya tidak membutuhkan paras yang cantik.

Kita pernah dibuat heboh dengan kemunculan Sabina, atlet Voli yang punya wajah cantik imut dan sangat menggoda iman dan imron. Kenapa sosok Sabina bisa membuat heboh? Analisis goblok saya lagi-lagi mengatakan, ia bisa membuat heboh khalayak karena ia muncul dengan persona yang keluar pakem. Tak banyak atlet voli wanita yang punya perpaduan wajah cantik imut plus dengan tubuh yang proporsional menggoda. Maka ketika ia datang dengan membawa semua itu, kehebohan hanya tinggal menunggu waktu.

Sedikit mundur ke belakang. Kita juga pernah dibuat heboh dengan kemunculan seorang Briptu Eka. analisis saya masih sama, ia membuat khalayak heboh karena ia bisa muncul dengan persona yang keluar pakem. Tak banyak polisi wanita yang punya wajah cantik yang jika setiap pria memandangnya pasti berasa ingin menafkahi. Jujur, kebanyakan polisi wanita yang pernah saya lihat memang kebanyakan tak ada yang secantik Briptu Eka. Ada sih yang cantik, namun itu sedikit. Maka ketika Briptu Eka muncul, lagi-lagi kehebohan pun tak terhindarkan. 

Hal yang sama pun berlaku untuk kemunculan Nurul Habibah si satpol PP cantik yang sempat meramaikan pemberitaan di berbagai media beberapa waktu yang lalu.

Masyarakat kita memang masyarakat yang masih gumunan, terutama oleh kecantikan. Dan itu tak bisa dihindari. Kecantikan (dan tentu juga ketampanan) memang hal yang menjual jaman sekarang utamanya di sosial media. Tak terhitung berapa banyak sosok yang minim karya atau talenta namun bisa populer dan punya banyak follower hanya karena ia punya paras yang cantik atau tampan.

Nah, faktor kecantikan (dan juga ketampanan) tersebut bisa menjadi sesuatu yang luar biasa jika dipadukan dengan kisah hidup (salah satunya unsur pekerjaan tadi) dan disempurnakan oleh pemberitaan media.

Jadi jelas, cantik dan anti mainstream pun belum cukup, masih perlu satu hal lagi yang bisa memunculkan popularitas: pemberitaan.

Maka, saran saya untuk para wanita cantik yang ingin terkenal dengan instan serta menjadi bahan pemberitaan banyak media, mulai sekarang, berhentilah mengikuti kontes-kontes kecantikan atau membuat skandal dengan aneka video dan foto panas hanya demi meraih popularitas. Karena ada satu cara yang lebih tokcer dan oke punya untuk mengdongkrak popularitas lewat kecantikan anda: Cobalah jualan arem-arem di terminal, lalu bayar wartawan media online abal-abal untuk membuat tulisan tentang anda. Suruh si wartawan untuk membuat judul yang fantastis.

“Penjual arem-arem cantik, isi hatinya susah ditebak, sesusah menebak isi arem-arem yang dijualnya!”

Terakhir diperbarui pada 8 April 2019 oleh

Tags: cantikkecantikan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana? MOJOK.CO
Kilas

Saya Insecure Ketika Bapak Kos Tanya, Asalmu Mana?

18 Juni 2023
Beauty Privilage itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan. MOJOK.CO
Kilas

Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan

28 Mei 2023
Begini rasanya jadi perempuan cantik
Uneg-uneg

Begini Rasanya Jadi Perempuan Cantik 

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.