Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Urutan Skincare Harus Ditaati? Padahal Pakai Skincare Itu Nggak Wajib

Pakai pembersih dulu, lalu pakai masker wajah, jangan lupa toner, serum, ampoule, hashhhh!

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 November 2021
A A
Urutan Skincare Harus Ditaati? Padahal Pakai Skincare Itu Nggak Wajib MOJOK.CO

Urutan Skincare Harus Ditaati? Padahal Pakai Skincare Itu Nggak Wajib MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Urutan skincare adalah sesuatu yang rumit dan meresahkan. Masih untung mau pakai skincare, kok ini pakai harus urut segala?

Beberapa waktu belakangan, saat lagi belajar-belajar seputar skincare, saya menemukan hal yang benar-benar meresahkan: urutan pakai skincare. Jadi ternyata dari sekian banyak produk yang ada di pasaran, mereka dibedakan lagi jadi bermacam-macam bentuk. Ada yang namanya toner, serum, essence, ampoule, cream, moisturizer, dan beberapa sebutan njelimet lainnya.

Sebagai orang yang tidak layak menyandang sebutan beauty enthusiast tentu saja saya bingung setengah mampus. Konon, kebiasaan orang Korea pakai produk kecantikan adalah asa muasal “keharusan” urutan skincare. Meskipun ternyata ada aliran-aliran lain yang justru memberikan urutan yang berbeda. Haduh, udah kayak mau beribadah aja nih ada mazhabnya segala.

Begini, kalau kamu pengin tahu jalan kebenaran soal urutan pakai skincare, kamu bisa baca artikel di Terminal Mojok ini. Di sana sudah dijelaskan urutan yang benar apa saja. Masalahnya… kenapa pakai skincare harus urut sih? Padahal nggak ada kewajiban harus “tertib” kayak di tuntunan berwudhu kan? Lagian pakai skincare aja nggak wajib. Hash!

Urutan skincare tentu saja disusun agar kita mendapat manfaat maksimal dari apa yang kita pakai. Setiap produk juga punya fungsi masing-masing yang kalau pakainya diacak, bisa kacau. Logika sederhananya begini, skincare itu terbuat dari berbagai macam bahan. Ada yang bahan dasarnya air (water base) dan ada yang bahan dasarnya minyak (oil base). 

Produk dengan bahan dasar air lebih mudah terserap sedangkan bahan dasar minyak cenderung lebih lama masuk ke dalam pori-pori. Makanya, beberapa ahli merekomendasikan untuk pakai yang berbahan dasar air lebih dahulu. Sebab apa? Yak, sebab air dan minyak kayak aku dan kamu yang sulit bersatu.

Selain logika dasar ini, ada beberapa ahli yang merekomendasikan urutan skincare dari pH yang paling mendekati pH 5 dulu sebab pada dasarnya kulit kita memang berada di tingkat keasaman itu. Biasanya sih ini berguna untuk orang-orang yang pakai lebih dari satu serum. Pakai pH 4 serum dulu, lalu pH 3 serum. Biar nggak tiba-tiba anjlok langsung ke pH 3, takutnya kulitmu kaget.

Tapi, yang bikin saya sendiri heran. Ada juga beberapa ahli yang bodo amat dengan hal ini. Kalau boleh saya bilang, ini adalah ahli urutan skincare garis radikal. Mereka nggak merasa mengurutkan pengaplikasian skincare itu wajib. Sebetulnya, semua produk bakal terserap di kulit entah itu berbahan dasar air hujan, minyak penggorengan, atau bahan lain. Nggak peduli pH-nya mendekati pH kulit atau tingkat keasamannya rendah banget, pokoknya mah pakai aja. Asal habis pakai skincare nggak lantas cuci muka pakai facial wash aja sih. Kan percuma, Bung.

Sayangnya aliran radikal ini tidak berani mengklaim bahwa mengacak urutan skincare akan memberikanmu pengalaman yang lebih baik ketimbang mengurutkannya dengan benar. Bagaimanapun, beli skincare mahal-mahal penginnya ya dapat hasil yang efektif to ya?

Inilah yang bikin saya menemukan jawaban kenapa urutan skincare itu sakral banget, padahal pakai skincare-nya aja nggak wajib. Begini, kenyataannya orang yang udah beli skincare tentu lebih “rugi” karena udah menghabiskan lebih banyak uang. Dan, mereka harus bertanggung jawab mensubstitusi kerugian itu. Nah, biar kerugian itu diputarbalikkan jadi keuntungan mendapat kulit glowing, maka urutan skincare jadi begitu penting.

Ngomong-ngomong, logika ini juga berlaku buat para pria ya. Glowing juga hak segala bangsa kok, nggak peduli warna kulit dan jenis kelaminmu. Kamu memang nggak wajib beli skincare nananina, tapi kalau sudah nyemplung ya harus sekalian berenang. Nggak bisa setengah-setengah.

Beli produk perawatan wajah itu risetnya perlu benar. Kondisi kulitmu kayak apa, beli produk yang kayak gimana, bahannya apa, fungsinya apa, dan dipakai di waktu kapan saja. Asal mahal belum tentu membuatmu makin cakep, yang ada malah bikin breakout dan kulitmu makin kacau kalau salah beli. Berat memang, tapi tak berarti sulit dijalani. Kayak saya yang punya kulit berminyak, tapi beli serum dengan kandungan hyaluronic acid superbanyak. Hasilnya jerawat bruntusan muncul tanpa diundang dan menyembuhkannya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Ah, suram.

Mungkin inilah kenapa banyak orang yang skeptis dan jadi malas pakai skincare. Soalnya banyak juga yang pakai skincare malah tambah nggak care. Sering-sering baca komposisi produk perawatan wajahmu, baca juga urutan skincare yang benar, baca fungsi dan efek sampingnya sekalian. Di mana-mana peraturannya memang cuma satu: rajin membaca pangkal keberhasilan. Malas baca jadi… ya itulah.

BACA JUGA Cewek Ribet Perawatan Mahal, Skincare Pria Kadang Cuma Air Sabun tapi Bisa Mulus. Kok Bisa? dan tulisan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2021 oleh

Tags: cara pakai skincarekecantikanperawatan wajahskincareskincare untuk priaskincare wanitaurutan skincare
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Beauty Playgorund di Yogyakarta sajikan ragam aktivitas seru seputar kecantikan MOJOK.CO
Kilas

Beauty Playground 2025: Kolaborasi Land of Beauty dan Paragon Yogyakarta Sajikan Ragam Aktivitas Seru Seputar Kecantikan

15 Februari 2025
cara menghilangkan jerawat. mojok.co
Kesehatan

7 Cara Menghilangkan Jerawat Paling Ampuh dengan Bahan Alami

21 September 2023
Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care. MOJOK.CO
Ekonomi

Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care

4 Juli 2023
Beauty Privilage itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan. MOJOK.CO
Kilas

Beauty Privilege Itu Benar-benar Nyata dan Mengerikan

28 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.