Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Oppo-Vivo Kuasai Pasar Hape Saat Ini, Kok Samsung Bisa Kalah?

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
21 November 2019
A A
oppo vivo samsung ulasan gadget review hape spesifikasi kuasai pasar ponsel indonesia kuartal III 2019

oppo vivo samsung ulasan gadget review hape spesifikasi kuasai pasar ponsel indonesia kuartal III 2019

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO –Apa strategi Oppo dan Vivo hingga bisa kuasai pasar hape Indonesia saat ini? Mengapa Samsung sampai kecolongan?

Ingatkah kalian tentang sebuah video perkelahian antara boneka promosi Oppo dan Vivo di media sosial? Sebuah ajang “adu pukul saling jatuhkan” yang mengundang gelak tawa netizen dan dari cibiran merek sebelah. Walau terkesan menggelikan, nyatanya kedua merek tersebut berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan di tahun 2019 ini dengan mengalahkan Samsung sebagai raja ponsel di Indonesia. Kuartal III tahun ini, Oppo dan Vivo menjadi penguasa pertama dan kedua pasar ponsel Indonesia. Sementara Samsung terlempar ke posisi ketiga.

Ya, cibiran terhadap dua boneka maskot dari Oppo-Vivo justru memberikan dampak yang signifikan pada akuisisi pasar. Lewat strategi ada di mana-mana dan berlipat ganda, mereka berhasil menyedot perhatian publik. Keberadaan maskot di pasar-pasar, pusat perbelanjaan, toko di jalan besar, membuat orang yang lalu lalang langsung menyadari keberadaan merek tersebut. Memang tidak langsung beli sih, tapi brand engagement jadi meningkat dan orang sadar akan kedua kehadiran merek tersebut.

Selain itu, jangan lupakan bagaimana Vivo dan Oppo membangun citra lewat iklan-iklan yang bertebaran di media baik televisi, papan reklame, internet, serta media sosial. Ketika membuat iklan, kedua brand ini tak pernah tanggung menggunakan brand ambassador. Sebut saja Reza Rahadian, Raisa, Isyana Sarasvati, Chelsea Islan, juga Vanesha Prescilla yang digandeng Oppo. Sementara Vivo tetap tampil menawan bersama Sheryl Sheinafia, Prilly Latuconsina, Afgansyah Reza, hingga Maudy Ayunda.

Barulah setelah mereknya dikenal dan nyantol di pikiran publik, mereka membuat ponsel-ponsel bagus dan terjangkau. Pertama mereka membuat branding bahwa produk mereka terjangkau, lalu mereka membangun image ponsel selfie bagus,kamera oke, hingga kemudian membuat ponsel-ponsel yang dengan prosesor kelas mid-end. Satu strategi yang kini berhasil mereka rasakan hasilnya.

Di tahap ini, Oppo-Vivo juga berhasil menyediakan produk di hampir semua kelas harga lengkap dengan ketersediaan stok yang baik. Untuk entry level, Vivo hadir di seri Y yang terjangkau, sementara Oppo menawarkan seri A. Walau spek biasa saja, tapi menawarkan desain yang kece dan kemampuan fotografi (atau setidaknya selfienya) lumayan bagus.

Di kelas menengah, Oppo memiliki seri F yang menjadi andalan melalui desain bagus, kamera bagus, dan spek yang lumayan tinggi. Tak mau kalah, Vivo jelas memiliki seri V yang terkenal dengan jargon “Selfie Expert”. Terlebih, di kelas ini, keduanya telah menghadirkan fitur-fitur dari hape flagship mereka seperti turbo boost atau vooc flash charge.

Poin lebih tentu harus saya berikan pada Oppo yang telah berani membawa varian flagship-nya lewat seri Reno ke Indonesia, walau ya belum berhasil-berhasil amat. Meski begitu, Oppo Reno telah dikenal sebagai salah satu ponsel dengan kamera terbaik di Indonesia. Dan setidaknya, dengan membawa flagship, upaya akuisisi pasar telah mereka lakukan di berbagai kelas harga, tidak seperti Xiaomi yang hingga hari ini masih belum berani masukin flagship-nya ke Indonesia.

Sebenarnya ada faktor lain yang membuat Oppo-Vivo berhasil menguasai pasar Indonesia, yakni keterlambatan Samsung merespons kebiasaan pasar. Selama ini, sebagai rezim yang telah lama berkuasa di pasar Indonesia, Samsung selalu memberikan ponsel dengan spek entry level di harga menengah. Hal ini membuat produknya tidak value for money dan ditinggalkan konsumen yang beralih.

Barulah setelah Oppo, Vivo, Xiaomi, dan Asus menguasai pasar bawah-menengah, barulah Samsung me-rebranding seri A mereka sebagai produk value for money. Termasuk lewat Galaxy A50 yang bagus itu Tapi ya tadi, karena terlambat merespon pasar, akhirnya mereka tersalip oleh Oppo-Vivo.

Sebenarnya, ada lagi satu kejutan yang hadir dari laporan peringkat penguasa pasar ponsel di Indonesia, yakni keberhasilan Realme yang mengalahkan Xiaomi dalam urusan market share. Soal ini sih ada tiga faktor yang memengaruhi, pertama produk Realme yang benar-benar value for money. Lalu, Realme melulu mengeluarkan produk-produk terbaru, bahkan mereka akan segera merilis flagship-nya di Indonesia untuk bersaing dengan merek lain

Terakhir, dan yang saya kira amat berpengaruh, adalah ketidakmampuan Xiaomi menjamin ketersediaan produk untuk konsumen. Walau punya produk bagus seperti Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro, tapi kalau stoknya “gaib” dan tidak bisa didapatkan pasar, pada akhirnya mereka akan beralih ke merek sebelah, ya si Realme ini.

BACA JUGA Tips Membeli iPhone untuk Pemula: No. 1 Jangan Beli Seri Terbaru atau ulasan gadget lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2019 oleh

Tags: oppoSamsungVivoXiaomi
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Xiaomi POCO ternyata lebih berguna ketimbang Samsung Galaxy. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kecewa dengan Penyakit “Kronis” Samsung Galaxy yang Habiskan Duit Berjuta-juta, Ternyata Merek “Murahan” Lebih Berguna

2 Maret 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO
Sehari-hari

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)
Catatan

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Rugi Buka SPBU di Papua? DPR Bisanya Cuma Omong Kosong MOJOK.CO
Esai

Rugi Buka SPBU di Papua? Kalau DPR Menantang, Korporasi Bisa Menantang Balik karena DPR Cuma Bisa Melempar Retorika

3 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.