Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sheila on 7 Berkarya 24 Tahun: Keanehan dalam Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Mei 2020
A A
Sheila on 7 Berkarya 24 Tahun: Keanehan dalam Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki

Sheila on 7 Berkarya 24 Tahun: Keanehan dalam Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tanpa sadar, saya jadi pendengar Sheila on 7 paruh waktu. Momen-momen tak terduga, tetapi sangat menyenangkan kalau kembali merasaknnya. Aneh betul.

Kami adalah pria-pria kesepian
Jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta
Coba dengar keluhan kami pria kesepian

Iklan

Penggalan lirik “Pria Kesepian” pernah terdengar begitu menyebalkan. Tepatnya di hari-hari setelah ibu dari mantan saya menelepon sambil menangis. “Mas, dia menikah,” kata Ibu mantan saya. Mungkin Ibu dari mantan saya merasa kasihan. Kasihan ke saya, atau ke situasi yang tengah beliau hadapi. Tapi ya, namanya hidup selalu begitu. Ada kekecewaan yang perlu digelar dan digulung, kata orang Jawa. Ndak papa. Namaste.

Sedih, sih, sudah pasti. Namun, rasa kesal yang dominan. Makin kesal ketika lirik “Kami adalah pria-pria kesepian, jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta,” datang begitu saja. Kebetulan, saya sedang ada di Gunung Kidul, memang jauh dari rumah saya di Kota Jogja. Dari niat plesiran dua hari, menjadi menetap sementara selama hampir 3 bulan di sana untuk menekan rasa kesal itu.

Sheila on 7 ini aneh buat saya. Musiknya, gaya setiap personilnya. Aneh. Saya cukup jarang mendengarkan lagu-lagu Indonesia, kecuali Dewa 19 dan Padi, dan belakangan Didi Kempot. Musik yang saya dengarkan seperti lingkaran membosankan. Berputar di antara Slipknot, Lamb of God, Eminem, J Cole, dan 2 Pac. Makanya, lagu-lagu Sheila terdengar “aneh”. Terdengar aneh, ya. Bukan lantas jelek dan saya tidak suka.

Saya sendiri tidak asing sama Sheila on 7 sebenarnya. Rumah teman SMA saya bersebelahan persis dengan basecamp Sheila on 7 di Pakualaman. Ketika saya mampir ke rumah teman untuk meminjam buku paket dan catatan, maklum saya sering malas mencatat di kelas, beberapa kali saya melihat entah Duta atau Eros wara-wiri di basecamp. Aneh betul.

Aneh, lagu-lagu dengan lirik puitis dan mudah dihapalkan itu diproduksi oleh orang yang kalau ngomong bahasa Jawa terdengar medok. Hehehe Mas Duta, hehehe….

Kecuali fans berat, kok kayaknya lagu-lagu Sheila on 7 bukan lagu yang “direncanakan untuk didengarkan”. Gambarannya kayak nemu begitu aja. Coba didengarkan. Kok enak ya rasanya. Dari rencananya mendengarkan satu lagu, jadi habis satu album penuh. Bisa jadi, kita semua sudah menjadi fans Sheila on 7 secara nggak sadar.

Sebetulnya kita nggak suka. Tapi, pada saat yang sama, kita juga tidak membencinya. Tidak bisa untuk tidak menyimak liriknya yang sederhana dan sing along tanpa disadari. Didi Kempot bisa membuat kita patah hati tanpa mencinta. Sementara itu, Sheila on 7 bisa membuat kita jatuh cinta meski awalnya tak peduli sama sekali.

Lalu datangnya “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki”….

Lagu itu, bagi saya, adalah karya terbaik Sheila. Liriknya? Kembali, sangat sangat sederhana. Tapi kenapa begitu kuat melekat. Sekali dua kamu mendengarkannya, lagu itu bakal ada terus di dalam kepala. Dulu, MTV punya segmen yang namanya “stuck in my head” untuk lagu-lagu yang nempel banget di kepala. Dan “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki” jelas salah satunya.

Tempo lagu ini pelan saja. Dinamikanya ya sama kayak lirik yang ditulis: sederhana. Aneh di telinga saya yang terbiasa dipacu oleh “Wait and Bleed” atau “People = Shit” dari Slipknot. Strange, yet very lovely.

Mereka juga sangat kuat di sisi konsistensi. Mereka jarang, atau mungkin bahkan tidak pernah, mengekor pasar. Jangan-jangan, malah mereka yang menciptakan pasar. Kenapa bisa begitu? Mungkin, karena keberanian dan kepercayaan diri untuk tidak meninggalkan identitas bermusiknya. Untuk alasan ini, saya kagum.

Sifatmu nan slalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Ketika saya kembali menemukan cinta beberapa tahun kemudian, sayup-sayup, penggalan “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki” menyusup di dalam kepala. Lalu menyusul kemudian nama Sheila on 7. Aneh sekali, padahal saya membayangkan lagu-lagu melankolis Slipknot yang bakal datang. Jangan salah, meski keras dan ganas, Slipknot punya balada yang menggugah.

Tapi meski aneh, saya menikmatinya. Dari “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki”, berlanjut ke “Kisah Klasik”, lalu “Saat Aku Lanjut Usia”, kemudian “Seberapa Pantas”, masih ada “Pemuja Rahasia”, terakhir “Kita”.

Tanpa sadar, saya jadi pendengar Sheila paruh waktu. Momen-momen tak terduga, tetapi sangat menyenangkan kalau kembali merasaknnya. Aneh betul.

Iklan

Sheila on 7 sudah berkarya 24 tahun. Bukan waktu yang singkat. Saya yakin, konsistensi dan kreativitas yang sederhana itu bisa membuat Sheila on 7 lanjut sampai 50 tahun lagi. Biar jadi kisah klasik untuk masa depan, bukan.

Nderek bungah, Sheila on 7, 24 tahun!

BACA JUGA Benarkah Semua Orang Suka Sheila on 7? atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2020 oleh

Tags: 24 tahun sheila on 7dutaJAPsheila on 7SO7
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Studio Alamanda: Mesin Penghasil Band Legendaris dari Jogja MOJOK.CO

Legenda Studio Alamanda Jogja: Ketika Sheila on 7 dan Endank Soekamti Jadi Pemuda Kampung Biasa

22 Oktober 2025
Sheila on 7 Legenda yang Sederhana, Bikin Fans Merasa Dekat MOJOK.CO

Sheila on 7 Menjadi Legenda Bukan Hanya karena Musik, tapi Juga Fashion Mereka yang Sederhana dan Membuat Fans Merasa Dekat

16 Juli 2025
Hal-hal riang di bawah panggung JVWF Music Fest 2025 di Jogja yang hadirkan HIVI! hingga Sheila on 7 MOJOK.CO

Sheila On 7, HIVI!, dan Suasana Riang di Bawah Panggung JVWF Music Fest 2025

14 Juli 2025
JVWF 2025 Music Fest Hadirkan Sheila On 7, Catat Tanggal Main dan Rangkaian Acaranya.MOJOK.CO

JVWF Music Fest 2025 Hadirkan Sheila On 7, Catat Tanggal Main dan Rangkaian Acaranya

5 Juli 2025
30 Tahun Tinggal di Jogja dan Saya Belum Pernah Ketemu Duta Sheila on 7 secara Tidak Sengaja seperti yang Viral di Media Sosial Mojok.co

30 Tahun Hidup di Jogja dan Saya Belum Pernah Ketemu Duta Sheila on 7 secara Tidak Sengaja seperti yang Viral di Media Sosial

2 Juli 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.