Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Liga Inggris, Dominic Cummings, dan Ajakan Jokowi Hidup Damai dengan Corona

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
25 Mei 2020
A A
Liga Inggris, Dominic Cummings, dan Ajakan Jokowi Hidup Damai dengan Corona boris johnson bundesliga MOJOK.CO

Liga Inggris, Dominic Cummings, dan Ajakan Jokowi Hidup Damai dengan Corona boris johnson bundesliga MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya kira, Liga Inggris itu mengikuti anjuran Jokowi untuk hidup damai sama corona. Bikin khawatir. Fuckup banget.

Jika menyesuaikan dengan tanggal project restart, Liga Inggris akan mulai lagi pada 12 Juni 2020. Artinya, tidak sampai 3 minggu lagi. Setelah Bundesliga sudah berjalan lagi–dan kayaknya belum ada masalah–La Liga Spanyol akan menyusul pada 8 Juni 2020. Kalau sudah begitu, pencinta Liga Inggris pasti sudah gatal menanti.

Ketika Bundesliga jalan lagi, rasa khawatir munculnya gelombang baru pandemi corona sempat saya rasakan. Pembaca Mojok sudah memahami stand point saya. Bahwa semua kompetisi sepak bola tidak ada faedahnya untuk dilanjutkan karena menjaga nyawa manusia, satu saja, itu lebih penting.

Tapi ya sudah, Bundesliga, dengan pemerintah Jerman, sudah bekerja sangat keras untuk melaksanakan kembali kompetisi sepak bola. Toh penanganan pandemi di Jerman sedikit lebih baik ketimbang negara lain. Pada titik tertentu, mereka bisa dan berani untuk sepak mula lagi. Bagaimana dengan Liga Inggris? Suram sekali saya melihatnya.

Liga Inggris masih diwarnai pesepak bola positif corona

Satu hari sebelum artikel ini tayang, hasil tes salah satu pemain Bournemouth adalah positif. Identitas pemain dirahasiakan oleh pihak klub. Yang jelas, si pemain langsung menjalani karantina pribadi.

“Mengikuti aturan latihan kembali yang ketat dari Liga Inggris, lingkungan komplek latihan Bournemouth bisa dipastikan tetap aman bagi pemain dan staf. Tes Covid-19 akan dilakuka setiap dua minggu sekali,” pihak klub mencoba memberi semacam “garansi”. Hmm…yakin sekali, ya.

Sebelum Bundesliga sepak mula lagi, memang, masih ada pemain yang terdiagnosa positif. Karantina pribadi dilakukan. Namun, satu hal yang membedakan antara Jerman dan Inggris adalah soal contoh dan kesadaran. Pemerintah Jerman, dengan segela kelemahannya, mencoba memberi contoh yang baik.

Berbeda dengan pemerintah Inggris yang, saya pikir-pikir, mirip pemerintahan Jokowi dan Indonesia. Tidak jelas dan terkadang memberi contoh yang buruk. Baru-baru ini, Dominic Cummings, penasihat Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson ketahuan melanggar aturan lockdown.

Perlu kamu ketahui, Dominic Cummings adalah salah satu arsitek gerakan Brexit dan aturan lockdown Inggris. Pegawai pemerintah malah memberi contoh tidak baik. Mungkin, otoritas Liga Inggris sudah bekerja keras untuk menjadi contoh. Sayang, di sisi lain, pemerintah tidak bekerja dengan “pemahaman yang sama”.

Ya mirip sama pegawai pemeritahan Jokowi dan Indonesia. Ada menteri yang ikut so called konser amal dan melanggar aturan PSBB. Bahkan Jokowi sendiri masih “blusukan” di mana kalau dilogika, juga melanggar aturan PSBB. Bagi saya, sikap pemerintah yang mencla-mencle dan tidak tegas pasti dicontoh oleh bawahan.

Misalnya, ada PNS yang sudah mencuri start untuk mudik sebelum PSBB diberlakukan. Bahkan ada PNS yang bikin fake GPS untuk menjahati aturan share location. Bener-bener ya, ngapain bikin fake GPS, mending bikin fake Taxi sekalian. Kita tahu, “share link” adalah salah satu aksi untuk menyatukan bangsa ini. Dasar nggak kreatif.

Ketika banyak orang setia dengan aturan pemerintah untuk karantina dan PSBB, mereka mengorbankan waktu dan kesehatan mental, sementara pembantu Jokowi melanggar aturan. Jahat banget. mereka yang setia dan patuh bahkan sampai harus rela dipotong gajinya atau ada juga yang kena kebijakan unpaid leave. Jahat sekali.

Kecemasan yang tak perlu?

Apakah saya terlalu berlebihan ketika mengutarakan kecemasan? Pada dasarnya, saya tidak peduli dianggap seperti itu. Tidak pernah ada teori yang mengatakan kalau kehilangan satu nyawa adalah hal sepele atau tidak bermakna. Silakan kalau kamu mereka biasa saja. Tapi tolong dicatat, sikap pemerintah, biasanya menurun ke pembantu dan warganya.

Ketika Dominic Cummings tidak patuh dengan aturan, yang bisa dikatakan dia ikut merancang, saya yakin banyak orang pemerintah juga berbuat seperti itu. Pada titik tertentu, orang Inggris memang bisa sangat keras kepala dan seenaknya sendiri. Ya mirip Boris Johnson, yang sampai kini nggak menghukum Dominic Cummings.

Iklan

Tidak heran, apabila nanti ketika Liga Inggris mulai lagi, ada saja suporter yang turun ke jalan. Memenuhi kembali bar dan cafe untuk nonton bareng. Bisa jadi juga, ada suporter yang datang ke stadion padahal sudah ditentukan kalau liga akan lanjut tanpa penonton. Berkumpul, dibubarkan polisi berkuda, bentrok, kena corona, mati.

Adalah mulia, jika ada pihak berusaha sekuat tenaga untuk membantu terlaksananya liga kembali. Namun, ada saja pihak lain yang dengan begitu bodoh melanggar aturan. Parahnya, mereka yang melanggar adalah orang-orang denga pengaruh. Pada akhirnya, sikap bodoh itu menular. Memangnya virus saja yang menular, kebodohan juga bisa.

Pada titik tertentu saya meresa kalau pemerintah Inggris itu mengamalkan anjuran Jokowi. Kita harus hidup berdampingan dengan virus. Kita harus hidup damai dengan corona. Mencuplik kata Jusuf Kalla: “Bagaimana kalau virusnya nggak mau?”

Menunggu sepak mula Liga Inggris lebih bikin khawatir ketimbang menunggu Bundesliga. Sebuah kenyataan yang saya kira bisa menggambarkan betapa fuckup-nya pemerintahan dan sikap warga di sana.

BACA JUGA Jokowi Minta Masyarakat Membiasakan Diri Hidup Berdamai dengan Corona atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2020 oleh

Tags: Bambang soesatyoboris johnsonBundesligadominic cummingsfake gpshidup damai dengan coronajokowiliga inggrispandemi coronaPNS
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
seleksi CPNS. CPNS Jogja, PNS.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dua Kali Gagal Tes CPNS Meski Nilai Tertinggi, Kini Malah Temukan Jalan Terang Modal Ijazah SMA

8 Maret 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.