MOJOK.CO – Inter dan Antonio Conte itu tidak seburuk yang kita duga. Mereka sudah bagus, kok. Cuma, masalahnya, yang lain memang lebih bagus saja.

Judul di atas saya tulis dengan setulus hati. Inter tidak buruk banget, kok. Antonio Conte juga bukan pelatih yang jelek. Dua “insan” ini sama-sama tidak buruk. Bahkan bisa dikatakan pintar. Masalahnya, yang lain memang lebih bagus saja. Salah besar kalau mereka mulai disebut sebagai “badut Eropa”.

Performa di Liga Champions? Oh, jangan salah, Inter tidak buruk-buruk amat. Masalahnya, Real Madrid, Borussia Moenchengladbach, dan Shakhtar Donetsk lebih bagus saja. Jadi, posisi juru kunci di Grup B Liga Champions tidak bisa dikatakan jelek. Badut? Ya belum bisa dikatakan begitu. Kalau pecundang, nah itu status masih memungkinkan disematkan untuk mereka.

Tidak ada yang buruk dari menjadi juru kunci sebuah kompetisi. Ini saya sedang sangat serius. Segala pencapaian harus disyukuri. Ya pastinya bakal lebih bersyukur kalau Inter bisa lolos dari penyisihan grup. Namun, kalau tim dan pelatih lain lebih bagus ketimbang Inter dan Antonio Conte, fans mereka mau apa? Ya bersyukur.

Dunia ini selalu mengandung dua kutub. Ada yang bagus, ada jelek. Ada yang konsisten, ada yang inkonsisten. Ada yang dipuja, ada yang menjadi badut. Semuanya sudah punya peran masing-masing. Real Madrid jadi juara Grup B, Inter jadi juru kunci. Itu sudah bagus karena semua melakoni peran masing-masing di kehidupan ini.

Jangan salah, dunia tetap membutuhkan pecundang, kok. Buat apa? Ya untuk menjadi penanda kalau ada yang namanya tim terbaik. Selain itu, untuk bikin bahagia fans lain yang mendapatkan bahan ledekan. Inter jelek, akun Mafia Wasit dapat bahan bikin meme. Nah, bukankah keseimbangan itu yang dikejar para manusia fana seperti kita?

Inter sudah bagus, kok, di Liga Champions dengan jadi juru kunci. Masalahnya, ada tim Italia lain yang lebih bagus. Misalnya, Atalanta, yang lolos ke babak 16 besar mendampingi Liverpool.

Inter cuma kalah bagus saja dibandingkan Atalanta. Sebuah tim di mana internalnya lagi kisruh itu. Buat yang belum tahu, di dalam internal Atalanta lagi ada masalah besar. Jadi, banyak pemain yang sudah jengah dengan sosok Gian Piero Gasperini. Bahkan Gasperini sudah minta mundur, tapi ditolak sama manajemen Atalanta.

Inter kalah bagus ketimbang Atalanta dari Liga Champions? Ya tidak masalah. Terkadang, kita perlu ikhlas dan murah hati memberikan tempat untuk mereka yang lebih berkualitas dalam hidup ini. Inter memang umat sejati. Hatinya lapang. Be like them.

Tunggu dulu. Fans Inter jangan ngamuk dulu. Saya bilang kalau mereka ini pintar, lho. Tuh ada di paragraf pertama tulisan ini. Setidaknya mereka tidak sengaja untuk mengakhiri babak penyisihan grup di posisi ketiga kayak Manchester United.

Peringkat tiga membuat klub dari Liga Champions harus bermain di Liga Europa. Jadwal padat di depan mata, belum lagi bakal melawan tim-tim yang namanya kayak password wifi seperti kata fans Manchester United. Nah, dengan menjadi juru kunci, Antonio Conte nggak perlu pusing memikirkan Liga Europa. Dia bisa konsentrasi ke Serie A. Nah, siapa yang lebih goblok? Ya Manchester United. No debat.

Bicara soal Serie A, Inter juga nggak buruk amat, kok. Bahkan, performa mereka bisa dikatakan bagus. Masalahnya, ada yang lebih bagus, yaitu AC Milan yang lagi nyaman duduk sebagai capolista.

Inter sudah sangat lumayan di Serie A. Buktinya, mereka sudah bisa mengalahkan Genoa dengan skor 2-0. FYI saja, saat ini, Genoa duduk di peringkat kedua, lho, tapi dari bawah. Nah, masalahnya, meski bisa dibilang bagus, mereka masih kalah bagus dari AC Milan. Inter kalah dengan skor 1-2 waktu ketemu Milan. Yah, fakta memang sudah dibantah.

Antonio Conte juga bukan pelatih yang buruk. Jangan salah, tidak banyak pelatih yang pakai wig di dunia ini. Conte pakai, lho. Mungkin mereknya Armani atau Prada. Tentu Conte nggak mungkin pakai wig merek Shuvit atau Spyderbilt. Conte bukan anak distro… zaman dulu.

Performa Antonio Conte di Liga Champions juga bagus, kok. Musim 2012/2013 mereka juara grup, tapi Bayern Munchen lebih bagus. Musim 2013/2014, Inter kalah saing sama Real Madrid dan Galatasaray. Musim 2017/2018, duduk di peringkat dua! Sudah bagus, tapi Barcelona lebih bagus lagi. Musim 2019/2020, sudah bagus juga, tapi Barcelona dan Dortmund jauh lebih bagus. Dan musim ini, jadi juru kunci. Sudah lumayan.

Lagian, duia yang dikeluarkan Antonio Conte bersama semua klub yang pernah dia latih di Liga Champions cuma menghabiskan 513,6 juta euro. Sejak 2013, Conte cuma bisa lolos satu kali dari babak penyisihan grup dari empat kesempatan. Mari lihat dari sisi terang. Setidaknya Conte pernah lolos. Satu kali. Dari babak penyisihan grup.

See, tidak buruk amat kehidupan Inter dan Antonio Conte. Fans jangan cemberut begitu. Kehidupan manusia selalu ying dan yang. Ada yang pintar, ada yang goblok yang ketulungan. Ada yang juara, ada yang jadi pecundang. Semua insan dalam hidup ini cuma melakoni peran yang sudah digariskan Tuhan. Bukan begitu, jamaah Mojokiyah?

BACA JUGA Mauro Icardi Dikasih Izin Wanda Nara Gabung PSG, Ini 5 Alasannya dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  PSIM, Maitimo, Vujovic, dan Suporter: Meretas Revolusi Parang Biru