MOJOK.COMauro Icardi resmi menjadi milik PSG setelah melewati masa peminjaman. Kok bisa, Wanda Nara yang nggak betah di Paris, memberikan izin ke budaknya itu?

April 2020, Wanda Nara mencegah kepindahan Mauro Icardi ke Paris Saint-Germain (PSG) secara permanen. Wanda Nara, istri sekaligus agen Mauri Icardi, mengaku tidak betah mukim di Paris. Tidak dijelaskan lebih lanjut alasan keengganan Wanda pindah ke Paris. Mungkin di Paris nggak ada yang jualan ayam geprek favoritnya kayak di Italia.

Juni 2020, hanya berselang kurang dari 2 bulan, Wanda Nara berubah pikiran. Sebagai agen, Wanda menyelesaikan kepindahan Mauro Icardi dari Internazionale Milano ke PSG. Pemain asal Argentina itu dikontrak hingga 2024. Nah, sebagai istri, mengapa Wanda memberikan izin kepada Icardi untuk dipermanenkan PSG?

Kira-kira apa alasannya? Kami, Mojok Institute, berusaha melakukan analisis mendalam. Sebagai penyandang status “suami takut istri”, pasti sudah terjadi perubahan frontal di dalam diri Mauro Icardi. Di balik istri yang hidup tenang, ada suami yang manut dan nggak banyak tingkah. Berikut 5 alasan perubahan diri Icardi yang menjadi latar belakang kepindahan ini.

Mauro Icardi dan konflik yang terjadi karena Tupperware

Saya yakin Icardi nggak berbeda kayak kebanyakan suami yang memandang Tupperware “cuma wadah plastik” saja. Ini kesalahan fatal. Bagi para istri, Tupperware itu investasi. Sama kayak jam tangan mahal, perhiasan emas, atau hape. Bisa dijual lagi sebagai barang seken. Ada nilai ekonomi yang terkandang di sebuah “wadah plastik” itu.

Baca juga:  Hasil Prancis vs Australia: Skor 2-1, VAR Menolong Prancis

Penyebutan ini bisa sangat fatal. Buat para suami, ingat, Sekali Tupperware, tetap Tupperware. Wadah plastik ya wadah plastik. Jangan dibandingkan dua benda yang berbeda kasta ini. Iya, Icardi memang punya banyak uang. Namun, para istri pasti nggak akan mempertaruhkan keuangan keluarga kepada satu income saja. Investasi juga harus jalan dan bukan tidak mungkin Wanda Nara sudah punya ratusan “mitra Tupperware” yang tersebar dari Italia sampai Prancis, terutama para WAGs and Girlfriend para pesepak bola.

Mauro Icardi dan konflik yang terjadi karena Tupperware (2)

Kesalahan fatal kedua yang dilakukan Mauro Icardi dan bikin Wanda Nara nggak betah adalah menghilangkan botol minum. Celaka, botol minum itu berjenama Tupperware. Apalagi yang warnanya kuning, ukuran 1.5 liter, dengan tutup kyoot, dan katanya pernah langka di pasaran.

Masalah bapak-bapak gini banget, ya. Kalau nggak Tupperware ketinggalan di tempat kerja, eh malah menghilangkan. Tahukah kamu, hei Icardi, karena bisa dijual lagi sebagai barang seken, Tupperware itu ada garansinya. Tapi, kalau hilang, jelas garansinya nggak bisa diklaim. Paham, nggak, sih. Mentang-mentang banyak duit.

Mauro Icardi dan konflik handuk basah

Sejak Maret 2020, para pesepak bola berlatih di rumah karena pandemi corona. Nah, selama masa “karantina” ini, Mauri Icardi mengalami perbaikan sikap. Bisa jadi, dulu, ketika awal bergabung bersama PSG, Icardi punya kebiasaan menaruh handuk basah di kasur setelah mandi. Kebiasaan yang sangat dibenci para istri.

Baca juga:  Tupperware, Sampah Plastik, dan Olahraga Jalan Kaki

Wanda Nara jadi nggak betah di Paris karena suaminya itu jadi sangat teledor. Dia pasti minta pulang ke Italia karena nggak betah. Karena di Italia, Icardi adalah sosok yang manutan sama istri. Sosok suami takut istri yang paling kafah. Berbeda ketika sudah gabung PSG.

Nah, setelah dalam 2 bulang terjadi perubahan sikap, Wanda Nara jadi mau mukim di Paris. Kini, Mauro Icardi kembali ke jati dirinya, sosok suami takut istri yang sederhana dan nrimo ing pandum.

Bilangnya ambil jimpitan, malah main remi

Sebagai warga Paris yang baik, apalagi pendatang, Mauro Icardi harus muncul di kalangan bapak-bapak, dong. Selain rutin kerja bakti, Icardi pasti tidak pernah absen ambil jimpitan gandum dan susu. Di Paris nggak makan nasi, bos. Memangnya di Ngaglik, Sleman.

Tapi, selayaknya bapak-bapak yang girang banget bisa keluar dari rumah dan menjauh sebentar dari omelan istri, Icardi sering lupa waktu. Bilangnya ambil jimpitan sebentar, eh tahunya malah betah main remi di pos ronda. Tentu saja, Wanda Nara jadi berang karena di Italia, Icardi tuh nggak gitu. Kamu udah berubah, Beb, nggak kayak dulu lagi.

Nah, selama 2 bulan ini, Icardi berhasil mengubah kebiasaannya. Nggak lagi pulang larut malam. Takut disuruh tidur di luar sama Wanda Nara. Apalagi di sekitar April, Paris masih dingin kalau malam.

Baca juga:  Giroud dan Chelsea, Martial dan Manchester United: Menjadi Pembeda dan Terjebak Karma 'Gini Doang Grup Neraka?'

Mauro Icardi nggak lagi praktik wejangan bapak-bapak

Karena rajin ambil jimpitan dan main remi sampai larut malam, Icardi jadi akrab sama bapak-bapak di Paris. Setelah makin akrab, para suami yang menjadikan ronda sebagai pelarian dari omelan istri lalu berbagi kisah sengsara. Sekaligus, mereka juga berbagi tips menghadapi omelan istri.

Salah satu wejangan bapak-bapak yang dipraktikkan Icardi berbunyi demikian: “Lebih mudah minta maaf ketimbang minta izin.” Soalnya, kalau minta izin dulu, pasti malah nggak dikasih izin.

Misalnya, Icardi beli mobil mahal padahal di rumah, gula sama deterjen lagi habis. Karena mobil udah kebeli, Wanda Nara bisa apa. Ngomel pun nggak ada gunanya. Tapi karena berlangsung berkali-kali, Wanda Nara jengah juga dan jadi nggak betah di Paris. Nah, selama 2 bulan ini, Icardi berhasil kembali dimurnikan. Nggak lagi ketempelan wejangan bapak-bapak dan kembali jadi suami patuh (baca: takut) sama istri.

Eh, jangan-jangan, Icardi tanda tangan kontrak permanen sama PSG tanpa sepengetahuan Wanda Nara, ya? Kan lebih mudah minta maaf ketimbang minta izin.

BACA JUGA Kasus Coleen Rooney VS Rebekah Vardy Itu Biasa, Belum Sampai di Level Bucinnya Mauro Icardi atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.