MOJOK.COAkhir kata, Barcelona dan Real Madrid sama saja. Pernah dan mungkin akan terus diuntungkan wasit. Sudah, sama-sama anak emas jangan berkelahi.

Kalau pecandu game bola, yang memuncaki “daftar pihak paling berdosa” adalah stik PS. Urutan kedua: tuduhan kepada lawan yang curang. Ketiga? Biasanya wasit. Padahal, kita tahu, wasit di game sepak bola digerakkan oleh “komputer”. Jadi, segala keputusan wasit virtual memang sudah diprogram.

Berbeda dengan kehidupan nyata. Yang memuncaki “daftar pihak paling berdosa” adalah wasit. Urutan kedua juga wasit. Urutan ketiga? Masih juga wasit. Pokoknya, wasit adalah pihak yang selalu salah. Atas nama berbagai kesalahan, apalagi yang terjadi ketika teknologi sudah meringankan tugas mereka, wasit menjadi tertuduh paling favorit.

Apalagi kalau kita sedang membicarakan Barcelona dan Real Madrid. Saling tuduh di antara dua seteru abadi ini tidak akan pernah selesai. Mungkin cuma kiamat yang akan menyudahi pertentangan mereka. Namanya juga rival, begitulah adanya. Apalagi ketika Barcelona dan Real Madrid sedang sangat seru saling jegal di puncak klasemen dengan perolehan poin sangat tipis.

Baru-baru ini, Gerard Pique menyerang Real Madrid. Menuduh klub dari ibu kota Spanyol itu sebagai klub yang selalu diuntungkan wasit di setiap kejadian, di setiap pertandingan. Serangan Pique didukung oleh pelatihnya, Quique Setien, yang menyebut pemainnya sebagai “sosok yang cerdas”.

Serangan itu diawali, salah satunya, ketika gol Karim Benzema disahkan oleh wasit. Oleh wasit, ya, bukan VAR. Melihat rekaman kejadian, terlihat bola mengenai pundak (sebagian dari lengan) Benzema. Kejadian itu, harusnya, dianggap sebagai tangan yang menyentuh bola dan gol tidak sah. Namun, Benzema sendiri sangat yakin kalau golnya sah dan melakukan selebrasi sembari menyingsingkan lengan bajunya.

Baca juga:  Di Perempat Final Liga Champions, Ada 5 Alasan AS Roma Bakal Mengalahkan Barcelona

Pique menuduh Real Madrid sebagai anak emas. Tuduhan yang membuat Zinedine Zidane berang dan kesal betul. Kata Pique: “Kalau begini caranya, Real Madrid tidak akan pernah kehilangan angka.” Bagaimana respons Zidane?

“Saya punya pendapat, tetapi tidak akan saya utarakan karena kejadian seperti itu bisa juga terjadi kepada mereka,” kata Zidane seperti dikutip oleh Goal. Kamu tahu, pada titik tertentu, ucapan Zidane itu ada benarnya, lho. Tidak perlu susah payah kamu tampik, Barcelona juga sering diuntungkan oleh keputusan wasit.

Kamu pikir dari mana julukan UEFA-Lona untuk Barcelona? Coba ingat lagi laga semifinal Liga Champions tahun 2012 ketika Barcelona dijamu Chelsea. Wasit yang memimpin laga itu, Tom Henning Ovrebo bahkan sudah mengaku bersalah karena menguntungkan Barcelona berkat pengambilan keputusan yang salah.

Bahkan, wasit asal Norwegia itu mendapatkan ancaman pembunuhan dari fans Chelsea. “Saya masih sering mendapatkan ancaman pembunuhan, tetapi pesan-pesan itu langsung masuk tempat sampah. Baru kemarin ini saya mendapatkan email dari fans Chelsea yang bilang ingin membunuh saya dan keluarga saya,” aku Ovrebo kepada Independent pada 2012 yang lalu.

Melompat dua tahun kemudian, pada 2014, Jordi Alba pernah mengeluh kepada media. Bek asal Spanyol itu mengeluh karena kemenangan-kemenangan Barcelona selalu dikaitkan dengan kemurahan hati para wasit.

“Selalu seperti itu. Di mata mereka, Barcelona tak pernah meraih kemenangan dengan bersih dan adil. Selalu saja wasit atau kualitas lawan menjadi alasan. Orang-orang selalu mencari alasan,” kata Alba seperti dilansir Football Espana.

Nah, jatuhnya jadi serba aneh kalau Barcelona mengkritik Real Madrid dengan alasan wasit. Seperti sesuatu yang tidak pada tempatnya saja. Toh kalau mau mengamati setiap pertandingan, hampir semua klub besar pasti pernah “dibantu” wasit, kok. Entah karena faktor klub favorit atau kesalahan pengambilan keputusan saja.

Baca juga:  Kalau Real Madrid, Barcelona, dan PSG Bergerak, Deadline Day Eropa Bakal Memanas

Tom Henning Ovrebo, wasit yang menguntungkan Barcelona, menegaskan kalau kehidupan wasit memang seperti itu. “Semua orang yang memahami laws of the game tahu kalau saya seharusnya mengambil keputusan yang berbeda, tapi begitulah kehidupan seorang wasit.”

Ungkapan “wasit juga manusia”, pada titik tertentu, ada benarnya. Mata dan hati wasit bisa saja tidak sesuai dengan kejadian di atas lapangan. Untuk memudahkan kerja sekaligus mengurangi kesalahan, berbagai teknologi diciptakan. Namun, pada akhirnya, tetap wasit, sebagai manusia yang mengambil keputusan akhir.

Yah, mungkin wasit-wasit Liga Inggris, yang memang pada dasarnya NGISING semua. Kualitasnya menyedihkan dan terlalu sering membuat kesalahan. Maklum, kalau wasit Inggris tidak pernah lagi dipakai di kompetisi besar seperti Piala Dunia.

Akhir kata, Barcelona dan Real Madrid sama saja. Pernah dan mungkin akan terus diuntungkan wasit. Kalau masih sebal, mending keduanya bikin liga sendiri, isinya cuma mereka, dan tanding tanpa wasit. Royal Rumble kayaknya seru.

BACA JUGA El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Gelincir Senja Era Lionel Messi dan Para Tetua atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.