Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Bola

Perseru Serui

Redaksi oleh Redaksi
17 April 2017
A A
Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC

Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan Ke-5: Gol David da Silva Bawa Persebaya Imbangi Sriwijaya FC

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Bagi klub-klub Liga 1, Stadion Marora, kandang Perseru Serui, adalah stadion yang angker.

Perseru Serui memang belum setenar Persipura Jayapura. Meskipun sama-sama berasal dari Papua, Perseru harus legawa menjalani musim 2018 Liga 1 Indonesia di bawah bayang-bayang Persipura, tetangganya yang mengilap prestasinya itu.

Perseru masih berusaha keras mengambil hati masyarakat. Bahwasanya, selain Mutiara Hitam, masyarakat Papua juga punya Cendrawasih Jingga.

Perseru Seriu lolos ke Liga 1 pada tahun 2014 setelah berhasil duduk sebagai peringkat kedua Liga 2. Kala itu, Liga 2 masih disebut sebagai Divisi Utama. Perseru berhasil menyusul Persipura untuk turut berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Harapannya, dengan berada di Liga 1, Perseru mampu membawa semangat sepak bola di daerahnya dan bergabung di level yang sama dengan Persipura. Namun, justru ada beberapa kendala yang harus dihadapi Perseru dalam mengarungi lautan sepak bola Liga 1 sebelum mampu berdiri sejajar dengan tetangganya tersebut.

Pertama, kendala terbesar adalah letak geografis Serui yang cukup terpencil. Serui adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen. Serui hanya bisa dijangkau dengan minimal dua kali transit perjalanan udara melalui Makassar dan Biak. Kemudian dilanjut perjalanan dari Biak ke Serui yang bisa dilakukan melalui jalur udara atau laut.

Sebagai referensi, Semen Padang membutuhkan waktu 19 jam perjalanan untuk tandang ke Stadion Marora, rumah Perseru Serui. Bayangkan repotnya, apabila Perseru Serui lolos ke Piala Champions Asia dan menghadapi Kashima Antlers dari Jepang. Tsubasa saja yang seumur hidupnya tidak pernah marah-marah di komik bakal misuh-misuh saat mengantre kapal di dermaga.

Kendala kedua ada pada animo masyarakat Yapen sendiri. Bagi Yapen dan Papua, Persipura masih dianggap sebagai “anak kesayangan” Papua. Sejak promosi ke divisi teratas dan satu liga dengan Persipura, Stadion Marora hanya dan hanya akan penuh saat Persipura bertandang.

Tidak peduli Semen Padang atau Persija Jakarta yang berkunjung, Stadion Marora akan tetap sepi di pertandingan Liga 1. Harga tiket yang dibanderol 75 ribu saja untuk tribun VIP bisa menjadi gratis demi menarik minat warga Yapen. Rendahnya animo suporter untuk datang ke stadion menjadi pekerjaan rumah bagi Perseru. Kalau Nankatsu FC bertandang dan yang menonton hanya 10 orang, bisa tersinggung perasaan Wakabayashi.

Kendala terakhir tentu soal stadion. Verifikasi Stadion Marora masih dipertanyakan keabsahannya. Banyak yang mempertanyakan stadion yang berkapasitas lima ribu orang bisa diloloskan dan menggelar laga Liga 1. Meskipun sudah memperbaiki infrastruktur pencahayaan, Marora masih menyimpan beberapa masalah.

PSM Makassar pernah mengalami pengalaman yang kurang mengenakkan soal stadion ini saat lawatannya 31 Maret lalu pada pekan kedua Liga 1. Tidak hanya bebatuan dan kursi pemain yang rusak, Robert Rene Alberts, pelatih PSM, sampai menemukan kotoran di stadion. Entah kotoran apa yang dimaksud.

Saat berita ini ditayangkan, Tim Mojok Institute sedang menjalankan penelitian tentang jenis kotoran yang terdapat di Stadion Marora agar tidak terjadi fitnah. Mungkin saja yang dimaksud kotoran adalah kata-kata kotor.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2018 oleh

Tags: Liga 1 IndonesiaPapuaperseru seruiPersija JakartaPersipura JayapuraPSM Makassarserui
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana
Esai

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
papua.MOJOK.CO
Eksplor

Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran

23 Mei 2026
papua.MOJOK.CO
Eksplor

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO
Sosial

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.