Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Redaksi oleh Redaksi
3 Februari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kedatangan Prof. Zainal Arifin Mochtar, atau yang lebih akrab disapa Uceng.

Sosok akademisi hukum tata negara yang kerap muncul di ruang Publik—entah lewat kritik . komentar hukum atau roasting yang belakangan viral dan memantik beragam reaksi publik.

Iklan

Dalam episode Putcast kali ini, Zainal Arifin Mochtar tidak hanya memberi klarifikasi atas roastingan-roastingan yang sempat ramai di media sosial, tetapi juga membuka pandangan baru terhadap cara berpikir, kegelisahan dan etika dalam berpendapat.

Dari Roasting ke Klarifikasi:

Obrolan dimulai dibuka dengan obrolan ringan: bagaimana sebuah kritik bisa berubah menjadi sensasi ketika dipotong dari konteks.

Zainal Arifin Mochtar menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan dengan humor dan satir bukan lah serangan personal melainkan pertarungan wacana. Masalah muncul ketika publik yang hanya mengonsumsi setengah konten tanpa melihat utuh.

Dari situ obrolan bergeser ke isu yang lebih dalam lagi. Zainal Arifin Mochtar secara terang-terangan menyebut bahwa politik di Indonesia kerap tidak memberi ruang bagi pilihan ideal. Yang tersedia sering kali hanyalah pilihan-pilihan yang sama-sama bermasalah.

Pandangan Zainal Arifin Mochtar tentang Koalisi dan Kabinet

Zainal Arifin Mochtar juga mengulas bagaimana koalisi dałam sistem presidensial Indonesia. Ia juga menyodorkan posisi normatif yang tegas, ketua umum dan fungsionaris partai seharusnya tidak berada di kabinet. Kalaupun menjadi menteri, harus mengakhiri hubungan dengan partai.

Karena pilihannya sederhana kabinet hanya akan menjadi ruang kerja untuk kepentingan publik bukan menjadi arena konsolidasi politik.

Obrolan kemudian masuk ke wilayah yang lebih ringan, di sela-sela topik berat suasana mencair lewat cerita-cerita personal Uceng, mulai dari persahabatan dengan tokoh-tokoh hukum nasional, hingga hobi bermain domino. Detail-detail ini menjelaskan satu hal penting, di balik kritik yang pedas, ada sosok manusia biasa yang tertawa lepas menjalani hidup sehari-hari tanpa pretensi berlebihan.

Pada akhirnya, episode Putcast ini tidak hanya omong kosong belaka. Selama masih ada yang berfikir jernih berbicara dengan etika dan bekerja dengan hati, maka ruang perbaikan selalu ada dan bahkan tidak pernah sepenuhnya tertutup.

Tags: klarifikasi roastingkritik ucengPutcast


Terpopuler Sepekan

Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja (Jadi Budak) Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

20 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.