Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Redaksi oleh Redaksi
23 Maret 2026
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini menghadirkan Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM. Ia membawa perspektif segar sekaligus berani dalam melihat arah gerakan mahasiswa hari ini.

Berangkat dari latar belakang pendidikan non-formal di Omah Dongeng Marwah, Tiyo tumbuh dalam ekosistem belajar yang tidak lazim. Kebebasan berpikir, eksplorasi diri, serta tradisi literasi menjadi fondasi utamanya.

Ia tidak hanya dibentuk oleh kurikulum. Pengaruh besar justru datang dari perjumpaan dengan gagasan kritis, tokoh inspiratif, dan pengalaman kreatif seperti teater, film, serta diskusi intelektual sejak usia muda.

Dari situ lahir cara pandang yang tajam, reflektif, dan berani. Ia terbiasa mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap mapan, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sosial-politik.

Kegelisahan Tiyo Ardianto

Dalam obrolan ini, Tiyo membedah kegelisahannya terhadap kondisi Indonesia. Menurutnya, Indonesia sedang berada di persimpangan krisis, baik secara politik maupun ekonomi.

Ia juga menyoroti menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Selain itu, ia juga melihat adanya potensi ketidakstabilan fiskal.

Di sisi lain, gerakan mahasiswa dinilai semakin terfragmentasi dan menyempit dari waktu ke waktu. Dengan gaya bicara yang filosofis namun tetap taktis, sosok BEM UGM ini mengajak kita melihat ulang peran mahasiswa.

Apakah masih relevan sebagai representasi formal, atau justru perlu kembali menyatu sebagai bagian dari gerakan rakyat?

Ia juga menyinggung tantangan generasi muda hari ini. Salah satunya adalah “penjajahan algoritma” yang membuat gerakan menjadi serba cepat, instan, dan mudah padam sebelum mencapai hasil nyata.

Soal Kritik dan Refleksi

Tiyo tidak berhenti pada kritik. Ia juga menawarkan refleksi dan arah berpikir yang lebih solutif. Ia menekankan pentingnya keberanian yang lahir dari kesadaran dan pengetahuan.

Bukan sekadar spontanitas atau keberanian sesaat. Ia juga mengenalkan konsep “mencangkok” diri. Artinya, belajar dari banyak perjumpaan untuk memperkaya perspektif dan memperkuat sikap.

Selain itu, Tiyo Ardianto menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Ia menyoroti efisiensi anggaran, penguatan ekonomi daerah, dan perampingan birokrasi sebagai langkah penting untuk mencegah krisis.

Semua disampaikan dengan nada lugas, tetapi tetap argumentatif. Pesannya jelas, di tengah situasi yang tidak menentu, suara kritis bukan sekadar ekspresi. Itu adalah bentuk tanggung jawab.

Pada akhirnya, perbincangan ini bukan hanya ruang dialog. Ini juga menjadi ajakan untuk lebih waspada, lebih sadar, dan lebih berani mengambil peran dalam menjaga masa depan bangsa.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: bem ugmkebijakan pemerintahkegelisahan rakyatPolitik IndonesiaPutcast
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan
Video

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik
Video

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren
Video

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal
Video

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.