Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Redaksi oleh Redaksi
26 Maret 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini menghadirkan obrolan yang dekat dan relevan dengan keseharian. Bersama Arman Dhani, penulis buku 30 Tahun dan Gagal: Kamu Tidak Bahagia dan Mungkin Itu Salah Negara, serta Lya Fahmi, seorang psikolog, percakapan ini mengalir dari pengalaman pribadi menuju kegelisahan yang lebih luas.

Mereka mengajak kita melihat ulang cara memahami kesuksesan. Apakah ia benar-benar tujuan akhir?, atau justru perjalanan yang terus berubah dan tidak pernah selesai?

Obrolan dibuka dengan satu hal yang sering luput dari perhatian. Kita diajarkan cara untuk berhasil, tetapi hampir tidak pernah diajarkan bagaimana merespons kegagalan. Sejak kecil, kita dibiasakan mengejar prestasi dan standar tertentu. Namun, kita jarang diberi ruang untuk memahami rasa kecewa, kehilangan, atau jatuh.

Akibatnya, ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan—baik dalam karier, relasi, maupun hal lain—banyak orang merasa limbung. Mereka tidak punya perangkat emosional untuk menghadapi situasi itu.

Patah Hati dan Broken Heart Syndrome

Diskusi ini juga membahas fenomena broken heart syndrome atau Takotsubo cardiomyopathy. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan emosional berat, seperti patah hati atau kehilangan, bisa berdampak langsung pada fisik, terutama jantung. Dari sini terlihat bahwa pengalaman emosional tidak bisa dianggap remeh.

Arman Dhani juga membagikan refleksi tentang hubungan codependent. Dalam hubungan seperti ini, identitas dan kebahagiaan seseorang bergantung pada pasangannya. Ketika hubungan berakhir, yang hilang bukan hanya orangnya, tetapi juga sebagian dari diri kita. Di titik ini, refleksi dan konseling menjadi penting, meski prosesnya tidak mudah.

30 Tahun dan Gagal dalam Realitas Hidup

Obrolan kemudian bergerak ke pertanyaan yang lebih besar. Bagaimana jika ketidakbahagiaan bukan hanya berasal dari diri sendiri, tetapi juga dari sistem yang tidak adil?

Sulitnya mencari pekerjaan, mahalnya harga rumah, dan terbatasnya akses kesehatan mental menjadi bagian dari realitas yang tidak bisa diabaikan. Semua itu ikut membentuk pengalaman hidup seseorang.

Pada akhirnya, episode Putcast ini mengajak kita melihat bahwa kebahagiaan bukan sekadar soal mindset. Ia juga dipengaruhi oleh relasi, lingkungan, dan bahkan kebijakan negara. Dalam konteks itu, 30 Tahun dan Gagal bukan sekadar judul buku, tapi juga cermin kegelisahan banyak orang hari ini.

Tags: buku 30 tahun dan gagalkegagalan hidupPutcastrealita kehidupan

Terpopuler Sepekan

tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Remy Sylado Menelanjangi Toxic Masculinity melalui Trabar Batalla: Saat Kekerasan Jadi Ajang Pamer Kejantanan

25 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
papua.MOJOK.CO

Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran

23 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.