Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Filosofi Hidup Komandan SKC Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus, yang Penting Jujur

Redaksi oleh Redaksi
23 Juni 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di balik tawa dan canda seorang YouTuber lokal, tersimpan jejak panjang kehidupan yang ditempa oleh pengalaman hidup dan kerja keras yang tak kenal lelah. Didik Kulot—begitu ia dikenal di dunia maya—bukan hanya sekadar figur lucu yang tampil alami di video. Ia adalah simbol kegigihan, ketekunan, dan pembuktian bahwa masa lalu bukan penjara, melainkan bekal.

Dalam Episode Putcast kali ini Kepala Suku Mojok berkunjung langsung ke rumah Komandan SKC Didik Kulot, yang berada di Kampung Kenongorejo, Madiun.

Dalam obrolan santai, Didik berbagi kisah tentang masa lalunya . Ia jujur pernah “nyolong kayu”,makan dendeng dari ikan sungai, berburu celeng demi bertahan, dan bertaruh nyawa saat melintasi gelapnya hutan. Lahir dan besar di tengah hutan dan kebun jagung, Didik Kulot bukan selebgram, bukan TikToker viral, apalagi motivator berjas. Tapi ketika ia bicara, kamu bakal lupa punya masalah.

Ketulusan yang Mengubah

Tapi dari situ kita belajar bahwa setiap orang bisa berubah, bahkan tumbuh. Yang dulunya tak dikenal siapa-siapa, kini menjadi figur publik yang disegani banyak orang—bukan karena pencitraan, tapi karena ketulusan.

Meski kini dikenal banyak orang, bahkan disebut-sebut sebagai panutan oleh sesama konten kreator, Didik Kulot tetap rendah hati. Ketika ditanya apa yang berubah setelah terkenal, ia menjawab dengan ringan, “Ekonomi, alhamdulillah, berubah. Tapi yang paling penting, teman makin banyak.”

Ia tak lupa orang-orang yang berjasa dalam hidupnya. Nama Nopek disebut sebagai guru. Rocky Gerung disebut sebagai inspirasi intelektual. Dan sosok Pak Sawal—guru keras masa kecilnya—masih disapa dengan penuh hormat.

Filosofi Hidup Didik Kulot

Didik membuktikan bahwa sukses tak harus lewat bangku sekolah tinggi atau pekerjaan elite. Ia menjelajah dari alas ke kota, dari dendeng ke YouTube, dari pencak silat ke dunia digital. Jalannya tidak lurus, tapi hatinya jujur. Tidak dibuat-buat, tidak direkayasa.

“Hidup itu ngawur, yang penting kreatif,” katanya. Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan filosofi dalam. Bahwa dalam hidup, kita boleh tak sempurna, boleh tak punya peta pasti—asal terus bergerak dan terus berbuat.

Tags: didik kulotmadiunPutcastyoutuber

Terpopuler Sepekan

kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.