Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Akibat Suamiku Suka Judi dan Pinjol

Redaksi oleh Redaksi
18 Desember 2023
A A
Akibat Suamiku Suka Judi dan Pinjol MOJOK.CO

Ilustrasi Akibat Suamiku Suka Judi dan Pinjol. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MAku adalah seorang pegawai di perusahaan swasta yang berlokasi di Denpasar, Bali. Aku ingin menyampaikan uneg-uneg yang keluarga kecilku alami. Gara-garanya suamiku yang terjebak judi dan pinjol.

Aku merantau seorang diri sejak mulai memasuki sekolah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di kota Singaraja, Bali yang dimana masih satu kabupaten dengan kampungku. 

Aku berasal dari keluarga yang sederhana dan pendidikan keluargaku tidak ada yang sarjana. Maka dari itu, aku terobsesi kalau aku harus menjadi sarjana. Setelah lulus SMK akupun melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Aku kuliah sambil kerja hingga aku berhasil mendapatkan gelar sarjana. Aku sangat menikmati karirku karena aku bisa mewujudkan mimpiku untuk menjadi seorang sarjana. Pada suatu hari aku bertemu dengan suamiku dan memutuskan untuk menikah di usia 24 tahun dan kini sudah punya 2 orang anak. 

Suamiku suka judi sabung ayam dan pinjol

Namun, perjalanan rumah tanggaku tak semulus itu, di saat anak pertamaku berusia 6 bulan dan akupun dinyatakan positif hamil lagi. Suamiku banyak masalah karena kebiasaannya yang suka berjudi sambung ayam dan aku tidak mengetahui kalau suamiku banyak mencari pinjaman online. 

Akupun mengetahui masalahnya setelah banyak ada aplikasi yang meneror aku dan mertuaku. Bahkan ada beberapa depkolektor yang mendatangi kos ku langsung. Karena kejadian itu, aku terpaksa menitipkan anakku di rumah orang tuaku. Dan karena keadan itu juga membuatku harusmelkaukan perjalanan pulang pergi tiap minggu demi menjenguk anakku.

Karena masalah pinjolnya semakin banyak, suamiku menggadaikan motornya, handphone, dan bahkan ia menggadaikan motorku secara diam-diam. Padahal kendaraan itu pemberian orang tuaku dan menjadi satu-satunya kendaraan yang menemani segala aktifitasku. Setelah menggadaikan, suamiku tidak bisa menebusnya. 

Terpaksa aku dan ibu mertua berusaha menebus motorku karena aku tidak ingin orang tuaku sampai mengetahuinya.

Tetapi, semua itu tidak membuatnya kapok, justru setelah itu dia menghilang tanpa ada kabar hampir 2 minggu dan dia juga membawa kabur laptopku. Aku tidak bisa berbuat banyak karena aku harus tetap bertahan demi anakku. 

Memilih merantau sendiri untuk nafkah anak-anakku

Aku berusaha tiap malam menyusuri jalan dan mencoba mencari ke tempat biasa suamiku judi sambung ayam. Di hari ke-9 aku mendapatkan informasi tentang suamiku dan akupun menunggu di parkiran tempat sambung ayam itu hingga larut malam sampai akhirnya aku menemukan suamiku keluar dari tempat tersebut dan aku berhasil membujuknya untuk pulang.

Sesampai di kos, akupun berusaha menasehatinya dan bicara secara baik-baik. Aku berniat menyuruh suamiku tinggal di desa di rumah orang tuaku, agar dia bisa sembunyi dari kejaran depkolektor. Dan suamikupun mau mengikuti kemauanku.

Hanya saja, aku tetap tinggal dirantauan seorang diri dalam kondisi hamil karena aku harus tetap bekerja demi bertahan hidup dan menafkahi anakku. Hingga tiba saatnya anak keduaku lahir dan lagi-lagi aku harus menitipkan kedua anakku kepada orang tuaku karena kondisi keuanganku belum normal dan suamiku tidak mau ikut merantau lagi. Lagi pula suamiku juga sudah ada di rumah orang tuaku jadi aku rasa dia bisa menjaga dan mengurus anaknya.

Aku masih bingung, menuruti suamiku atau berkarier di kota

Singkat cerita, suamiku tinggal di desa kurang lebih sudah 1 tahun. Namun, di sini aku masih tetap melanjutkan pekerjaanku di kota. Dan karena suamiku sudah merasa nyaman di kampungku, iapun memaksaku untuk ikut tinggal di desa di rumah orang tuaku. Sedangkan aku masih ingin melanjutkan karirku.

Di sisi lain, aku tidak menemukan pekerjaan yang pas yang bisa aku kerjakan kalau aku ikut tinggal di desa, karena selama ini akulah yang bekerja untuk semua keutuhan anak-anakku. Sedangkan suamiku masih bekerja serabutan dan suamiku tipe orang pemalas. Lalu bagaimana aku bisa menyambung hidup?

Iklan

Sedangkan suamiku belum bisa menjamin kehidupanku dan anak-anakku. Hingga kini, semua itu masih menjadi permasalahn dalam rumah tanggaku. Aku bingung harus menuruti kemauan suamiku atau tetap berkarier di kota untuk menyambung hidup ku dan anak-anakku. Bukan hanya itu, aku juga masih ingin menikmati pekerjaanku, menikmati suasana perkotaan, menikmati kebersamaan dengan para sahabat dan aku belum siap kembali menjalani kehidupan sebagai orang desa.

Ratna L, Bali [email protected]

BACA JUGA Punya Pacar Penggemar K-Pop Lebih Merepotkan daripada Penggemar Ariel Noah dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2023 oleh

Tags: judiPINJOLuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO
Tajuk

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO
Cuan

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Realitas pekerja swasta di Jogja: sudah gaji kecil, resign kena denda, bertahan malah kena PHK tanpa pesangon MOJOK.CO
Ragam

Risiko Dobel-dobel Jadi Pekerja Swasta di Jogja: Gaji Kecil untuk Kerjaan Nggak Ngotak, Resign Kena Denda kalau Bertahan Malah Di-PHK

14 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.