Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Naruto Adalah Tontonan Berguna untuk Memahami Perilaku Pejabat Indonesia

Erwin Setia oleh Erwin Setia
1 Mei 2020
A A
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak minat bergabung dalam golongan orang-orang yang memperdebatkan mana lebih baik antara One Piece, Naruto, Doraemon, atau Tukang Bubur Naik Haji. Selain buang-buang waktu, perdebatan macam itu tidak akan habisnya.

Penggemar One Piece yang melalui masa kanak-kanak sampai masa patah hati dengan menonton tubuh melar Monkey D. Luffy akan tetap menyebut One Piece tiada banding, walaupun serial itu aneh sekali karena tak kunjung habis—seperti penderitaan. Begitu pula pengagum Tukang Bubur Naik Haji yang kebetulan mantan pacarnya agak mirip Citra Kirana, bakal bersikukuh itu sinetron terhebat sejagat raya, kendati tukang bubur sekaligus tokoh utamanya koit padahal sinetron masih tayang.

ADVERTISEMENT

Saya tidak mau berdebat. Namun, jika harus memilih, tanpa ragu saya akan mendaulat Masashi Kishimoto dengan Naruto-nya sebagai salah satu orang paling berjasa bagi masa kecil saya. Anda boleh bilang One Piece lebih seru, Detective Conan lebih bergizi, atau Doraemon lebih mengharu biru. Tapi saya tidak peduli karena bagi saya Naruto adalah adalah anime terbaik.

Saya enggan bilang “no debat”. Sebaliknya, silakan Anda mendebat dan memuja anime favorit Anda sampai berbusa-busa. Anda juga boleh merekam gerutuan Anda melalui voice note berdurasi tiga belas jam. Kalau rekaman gerutuan Anda sudah rampung, saya akan memutarnya dan memperdengarkanya kepada tembok atau seekor tikus gemuk yang kebetulan kerap lewat di dekat kamar saya.

Kan sudah saya bilang, saya enggan berdebat.

Kita fokuskan saja pada pembahasan Naruto. Anda tahu, Naruto tidak sesederhana kisah seorang bocah yatim piatu yang bercita-cita menjadi kepala desa. Di dalamnya terpendam pula simbol-simbol yang ada hubungannya dengan situasi Indonesia akhir-akhir ini, wabilkhusus mengenai ulah pejabat kita yang nggak terhormat-hormat amat—untuk tidak menyebut mereka emang nggak terhormat sama sekali sih. Kalau tak percaya, Anda boleh pertimbangkan hal-hal berikut ini.

Apa persamaan Orochimaru dan Sri Mulyani Bupati Klaten? Kalau Anda pencinta Naruto dan doyan mengikuti isu teranyar, seharusnya gampang saja mengidentifikasi kemiripan keduanya.

Mungkin Anda sedang menduga-duga dan menghubungkan sehelai benang merah? Teruslah melakukan itu sembari saya melanjutkan tulisan ini.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Dalam semesta Naruto, Orochimaru dikenal sebagai ninja pengkhianat yang memiliki profil perpaduan antara Luis Suarez dan Panji Sang Penakluk—suka menggigit dan senang dengan hal-hal berbau ular. Gigitan Orochimaru bukan sembarang gigitan, tapi gigitan yang dapat mengubah dunia—setidaknya dunia Naruto. Gigitan Orochimaru adalah segel kutukan yang dahsyat. Kimimaru hingga Sasuke adalah di antara korbannya.

Dari Desa Konoha, mari kita beralih menuju Klaten. Di Klaten, seorang bupati bernama Sri Mulyani melakukan apa-apa yang persis dengan perbuatan Orochimaru. Ia gemar menandai berbagai macam hal untuk menyisakan jejak-jejaknya. Kalau Orochimaru mengerahkan segel kutukan, Sri Mulyani menggunakan foto dirinya sendiri. Salah satu korbannya adalah hand sanitizer. Hand sanitizer bergambar Sri Mulyani memang tidak punya kemampuan chidori layaknya Sasuke, tapi ia sanggup menyengat jutaan orang.

Kita harus buru-buru melindungi Sri Mulyani agar Orochimaru tidak marah-marah dan protes, lalu mampir ke Indonesia karena triknya ditiru oleh seorang bupati.

Jurus menghilang juga menjadi salah satu hal paling sering disebut dalam jagat Naruto. Wajar belaka, wong itu anime memang cerita soal ninja kok. Salah satu kekhasan ninja adalah kemampuan untuk menghilangkan diri dalam sekejap.

Pada masa ketika menggandrungi Naruto, saya pikir kemampuan menghilang hanya bisa dilakukan oleh para warga Desa Konoha dan sekitarnya. Ternyata saya keliru, sebab jurus itu bisa pula dilakukan oleh seorang menteri di Indonesia. Anda tahu di mana Menteri Terawan? Tidak tahu? Anda pikir dia sedang ada di mana dan lagi ngapain? Tidak tahu juga?

Berterimakasihlah kepada para penggemar berat Naruto. Sebab hanya mereka yang dapat memecahkan misteri “hilangnya” Menteri Terawan akhir-akhir ini. Tidak perlu berpikir rumit-rumit apalagi mengemukakan teori konspirasi seperti Jerinx. Menteri Terawan tidak ke mana-mana, kok. Beliau hanya sedang rajin mempraktikkan sebuah jurus yang baru dipelajarinya dari Jiraiya. Jurus menghilang!

Tentu saja ini sebatas dugaan. Tapi, memang jawaban apa lagi yang lebih masuk akal selain kemungkinan Menteri Terawan lagi fokus belajar jutsu baru?

Sebenarnya masih ada beberapa korelasi yang bisa kita tarik antara semesta Naruto dan pejabat Indonesia kiwari. Misalkan fakta bahwa Tsunade mirip dengan Megawati atau Luhut Pandjaitan sepintas mirip kyubi. Tapi sudahlah, tak perlu bukti banyak untuk menunjukkan bahwa menonton Naruto ternyata berguna untuk memahami ulah pejabat.

BACA JUGA 3 Kesamaan Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ dengan Lagu ‘Captain Tsubasa’ dan tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2020 oleh

Tags: animeIndonesiakomiknarutoPolitik
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

3 Tempat di Konoha yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi terminal mojok.co

3 Tempat di Konoha yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi

5 Desember 2021
Membedah Isi Kepala Pak Haji alias Hajime Isayama, Kreator Anime Paling Ngeri 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Mengapa Attack On Titan Layak Disebut Anime Terbaik?

30 Juni 2020

Pilihan Boruto Sudah Tepat, Bahwa Jadi Hokage Itu Tidak Enak

6 Maret 2020
Tanpa Bantuan Conan, Apakah Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif_ terminal mojok

Emangnya Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif Tanpa Bantuan Conan?

19 Mei 2021
khofifah indar parawansa gubernur jawa timur risma tri rismaharini wali kota surabaya sinetron konflik mobil tes pcr wabah corona mojok.co

Konflik Khofifah-Risma Adalah Contoh Sinetron yang Baik

2 Juni 2020
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Masashi Kishimoto Akhirnya Turun Gunung, Bagaimana Nasib Boruto ke Depannya?

17 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.